Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Kesehatan Hati-Hati dengan AIDS
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Hati-Hati dengan AIDS

E-mail Print PDF

Penyebaran virus HIV-AIDS di Wilayah Utara Kalimantan Timur, benar-benar mengkhawatirkan. Disinyalir, ribuan penduduk terjangkit  penyakit mematikan ini. Kadis Kesehatan Kota Tarakan, dr H Khairul, S.Kes ketika memberi penyuluhan.Salahundul, sebut saja demikian namanya, sebenarnya mempunyai niat suci menyumbangkan darah untuk kemanusiaan. Maka, ketika perusahaan tempatnya bekerja menyumbangkan darah secara kolektif melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan, ayah dari tiga anak ini ikut sebagai donor. Namun, apa yang terjadi? Ibarat petir di siang bolong, ia dinyatakan positif terjangkit human immuno deficiency virus-aquired immuno deficiency syn-drome (HIV-AIDS).

Meski ini berita yang tidak menge-nakkan bagi yang bersangkutan, warga dan pemerintah, Ketua PMI Cabang Tarakan, dr Aboebakar Pari MPH, merasa terbeban bila tidak mela-porkan temuannya. “Jika pada tahun 2001-2004 kasus yang ditemukan ha-nya 1-2 kasus per tahun. Pada tahun 2005 meningkat jadi 18 kasus dan pada tahun 2006, dari Januari sampai Mei, PMI Tarakan menemukan empat orang yang dinyatakan positif terjangkit HIV-AIDS”, kata Aboebakar.

Angka itu kemudian menjadi cam-buk bagi Aboebakar. Sejak tahun 2001, PMI Tarakan memang sudah melakukan penyuluhan. Lalu dengan meningkatnya angka terinfeksi virus yang belum ada obat ini, PMI Tarakan semakin intens melakukan penyuluhan. “Pengetahuan masyarakat tentang bahaya HIV-AIDS masih rendah.

Sekitar 40 persen masyarakat belum memahami, bagaimana cara mencegah dan menghindari,” katanya. Menurut Aboebakar, PMI Tarakan sudah membuka pemeriksaan darah dan konseling keluarga. “Kita juga bekerjasama dengan Palang Merah Belanda. Dalam program ini, kita juga akan menggandeng elemen masyarakat seperti organisasi wanita, sekolah dan kaum waria, sekali-gus melatih mereka menjadi penyampai informasi yang benar tentang bahaya HIV-AIDS”, ujarnya kepada SL Pohan dari Berita Indonesia.

Tidak jelas, berapa banyak pendu-duk di wilayah paling utara Provinsi Kalimantan Timur itu terjangkit pe-nyakit mematikan ini. Tetapi, untuk Kota Tarakan, diperkirakan ada ribuan orang yang diduga kena penyakit ini dengan segala tingkat kegawatannya. “Yang jelas di Provinsi Kaltim, Kota Tarakan termasuk siaga satu untuk kasus ini. Frefalensi Tarakan sekarang 3,5 persen dari jumlah penduduk, atau ada sekitar 5.600 orang yang sudah terinfeksi”, kata dr H Khairul, S.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan.

Dari survey yang dilakukan beberapa waktu lalu, Dinas Kesehatan Kota Tarakan, lagi-lagi menemukan 30 kasus. Sehingga, total kasus dalam tahun 2006, dari bulan Januari hingga Mei sudah ada 111 kasus, 29 orang di antaranya ditemukan saat donor da-rah. Ia sangat kuatir, sebab sebagian pendonor darah yang terjangkit virus mematikan kekebalan tubuh itu sudah berkeluarga. “Artinya, kalau dia suami, isteri pasti sudah tertular, dan kalau isteri sedang hamil, bayi dikandungnya pun pasti sudah terjangkit,” kata Khairul.

Dalam menangani kasus ini, bukan-kah sebaiknya orang yang sudah terinfeksi dikarantina? Tampaknya, bagi dr H Khairul, persoalanya tidaklah sesederhana itu. Karena instrumen pencarian kasus yang selama ini dilakukan masih amlinganominos. Amling artinya hanya mengetahui besaran masalah dan orang-orang yang diperiksa. Sekarang, Pemerintah Kota Tarakan sudah menggarap instrumen hukum. “Rancangan Perdanya sedang kita garap, tigggal membawanya ke DPRD”, ujarnya.

Ia mencontohkan, penggunaan jarum suntik harus menggunakan jarum sekali pakai, begitu juga dengan dokter gigi, peralatan yang digunakan harus benar-benar stril.
Sementara kepada wanita PSK (Penjaja Seks Komersial) di kota transit itu, dr Khairul menghimbau agar menyediakan kondom. Karena satu-satunya cara pencegahan penularan penyakit tiada ampun ini, hanyalah dengan menggunakan kondom. Semua itu dalam instrumen Perda nanti akan diatur, termasuk penggunaan gunting rambut, pisau cukur. Jadi, ketika seseorang datang ke tukang gunting rambut, ada ketentuan bahwa pisau dan gunting yang digunakan harus bersih dan stril atau istilah sekali pakai.

Memang, ada pemikiran agar orang-orang yang sudah terinfeksi HIV-AIDS dikarantina saja. Karena hal itu dinilai aman. Tetapi, karena jumlahnya sudah banyak, cara seperti itu dinilai tidak memungkinkan lagi. Jika dihitung dengan teori “Gunung Es” jumlah penduduk Tarakan yang sudah positif diketahui terinfeksi penyakit mematikan ini ada 111 orang. Menurut teori gunung es, jumlah 111 orang itu hanya puncaknya. Berapa jumlah di bawah sudah tentu ribuan orang. Dan, jika dihi-tung sesuai frepalensi 3,5 persen dari 160.000 jiwa penduduk Kota Tarakan, maka ada sekitar 5.600 orang yang sudah terinfeksi.

Sementara, Erlan Susanto, (48) tokoh warga Gunung Bakso Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat mengatakan, ada sekitar 260 orang PSK yang beroperasi di lokasi yang terletak di tengah kota yang dijuluki sebagai New Singapore itu. Jumlah ini, baru yang terdaftar, sementara yang tinggal di luar tetapi beroperasi di Gunung Bakso, tidak sedikit jumlahnya. SLP,ASM (Berita Indonesia 18)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com