Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Kesehatan Menyoal Serangan Teroris Tubuh
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Menyoal Serangan Teroris Tubuh

E-mail Print PDF

Sumber penyebab virusIndonesia dihantam berbagai wabah penyakit. Pemerintah perlu membentuk Desk Nasional. Pemerintah dibuat kelabakan karena belakangan ini begitu banyak penyakit menyerbu masyarakat. Sejak ditemukannya kasus polio di beberapa daerah di Indonesia, saat ini yang menjadi kekhawatiran adalah merebaknya flu burung, demam berdarah dengue (DBD) dan antraks.

Berbagai media massa menyuguhkan laporan tentang hal itu setiap hari. Dengan judul-judul yang kadang menakutkan. Headline harian Sinar Harapan, 24 Desember 2005, berjudul “Flu Burung Ancam Nyawa 18 Juta Rakyat Indonesia.” Dalam laporan itu, dikutip pernyataan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari bahwa masyarakat internasional memprioritaskan membantu Indonesia menghadapi wabah flu burung jika pecah pandemik (penularan antar manusia).

Sementara itu, Suara Pembaruan Minggu, 27 November 2005, menyuguhkan laporan “Ketika Antraks Menyerang Kota Coto Makassar.” Menurut harian tersebut, daerah endemik antraks adalah Bogor dan Purwakarta (Jawa Barat), Boyolali (Jateng), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara saat ini provinsi yang tengah dilanda antraks adalah Sumatera Barat, Jambi, Lampung, DKI, Jabar, Jateng, DIY, NTB, NTT, Sulsel, Sulut dan Sulteng. Kasus antraks ini menimbulkan kepanikan warga. Pedagang daging dan peternak sapi maupun kambing pun waswas dan mengalami kerugian.

Seakan belum cukup, penyakit DBD pun merebak seiring datangnya musim hujan. Sepanjang tahun ini, DKI Jakarta memiliki catatan kasus terbanyak wabah ini. Indo Pos, 9 November 2005, melaporkan suasana Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur,  yang dipenuhi pasien DBD. Menurut data majalah Tempo, 20 November 2005, sampai 8 Agustus, DBD terjadi di 31 provinsi dengan penderita 36.499 orang dan meninggal 498 orang.

Dengan kondisi demikian, tampaknya akan sulit bagi pemerintah mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Bahkan Siti Fadilah Supari pun mengakui masih banyak penyakit menular yang mengancam masyarakat. Kecuali flu burung, semua ada obat dan programnya. Penyakit yang ditularkan oleh vektor (dalam hal ini hewan) tergantung pada kebersihan lingkungan. Maka masyarakat harus aktif secara menyeluruh untuk mengatasi dan memberantas vektornya, juga memperbaiki kondisi lingkungannya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab mengatakan, pemerintah akan membentuk desk nasional yang melibatkan hampir seluruh instansi pemerintah. Dilaporkan Koran Tempo, 25 November 2005, desk itu akan diperkuat keputusan presiden dan tidak hanya menangani kasus flu burung, tetapi juga penyakit lain seperti DBD dan antraks.

Suara dari DPR juga terdengar. Kali ini Komisi IX mengusulkan perlunya UU Mobilisasi Umum, terutama untuk mengantisipasi pandemik flu burung.

Menurut Ketua Komisi IX DPR, DR. Ribka Tjiptaning, penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) saja tidak cukup. Berbagai bencana alam dan penyakit menular selalu terjadi di Indonesia. Dalam keadaan darurat, tidak hanya militer, sipil pun harus digerakkan bersama-sama.RH (Berita Indonesia 06)


Pelor di Kepala Marlina
Gadis 16 tahun asal Aceh itu akhirnya selamat dari maut.
Tim dokter Rumah Sakit Siloam Gleneagles berhasil mengeluarkan peluru yang sudah setahun bersarang di otak kirinya.

Seperti dilaporkan harian Indo Pos, 19 November 2005,  berkat keberhasilan tim dokter yang dipimpin Dr. Eka J. Wahjoepramono itu, pelajar kelas tiga SMP Negeri 8 Bireun tersebut tidak lagi mengalami rasa sakit yang amat sangat di kepalanya.

Peristiwa tertembaknya Marlina terjadi saat kontak senjata antara TNI dan GAM, 8 Juli 2004, di Desa Tanjung Beuridi, Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam. Sebutir peluru nyasar menembus otaknya. Beruntung atas bantuan Yayasan Sukma yang selama ini membantu anak-anak Aceh, bekerja sama dengan Yayasan Otak Indonesia, Marlina tertolong. Ia diterbangkan ke Jakarta, 11 November lalu.RH (Berita Indonesia 06)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com