Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Kesehatan Memutus Rantai Flu Maut
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Memutus Rantai Flu Maut

E-mail Print PDF

Kasus flu burung sudah terjadi sejak tahun 2003Kasus flu burung sudah terjadi sejak tahun 2003. Pemerintah baru melancarkan penanganan intensif tahun ini. Kematian mendadak Iwan Siswara Rapei (38) dan kedua puterinya,Sabrina Nur Aisah (8) dan Thalita Nurul Azizah (1) pada pertengahan Juli lalu menimbulkan dampak kepanikan di kalangan masyarakat.
Iwan adalah pegawai Pusdiklat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di bagian hubungan luar negeri.

Kematiannya dan kedua puterinya mengundang perhatian Departemen Kesehatan yang kemudian mengirimkan sampel darah laboratorium rujukan WHO di Hongkong. Hasilnya diumumkan Rabu, (20/7). Dipastikan Iwan dan kedua anaknya positif terkena flu burung yang sumbernya belum diketahui sampai sekarang. Kasus ini merupakan kasus pertama flu burung menyerang manusia di Indonesia.

Berbagai media memuat peristiwa ini, bahkan dalam headline-nya beberapa hari berturut-turut. Bahkan majalah Gatra No. 36, 23 Juli 2005, memuatnya sebagai laporan utama.

Mengantisipasi kepanikan masyarakat, Menkes Siti Fadilah Supari kemudian menggelar penyuluhan di lingkungan kompleks perumahan Iwan, yakni Kompleks Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang, Minggu (17/7). Pada kesempatan itu, seperti dilaporkan harian Republika, Senin, 18 Juli 2005, ia mengimbau agar masyarakat tidak panik, sebab flu burung tidak menular antar manusia.

Namun pengawasan dilakukan Depkes terhadap isteri Iwan, Lin Rosalina dan anak laki-lakinya, Fariz Rizky, juga 315 orang yang teridentifikasi pernah melakukan kontak dengan pasien. Termasuk dokter dan perawat di Siloam Gleneagles dan Harapan Kita, juga tetangga dan rekan kantor Iwan di BPK.

Pemerintah juga sudah menyiapkan 44 rumah sakit di Indonesia sebagai tempat perawatan. Rumah sakit itu tadinya disiapkan untuk penanggulangan SARS, sehingga sudah mengetahui prosedur isolasi dan sebagainya.

Pemusnahan ternak
Flu burung telah menyerang 132 kota/kabupaten di 21 provinsi Indonesia. Menurut Dirjen Peternakan Departemen Pertanian Mathur Riyadi, sebanyak 9,53 juta ekor unggas mati terhitung sejak Agustus 2003 hingga 1 Juli 2005.

Bahkan, Departemen Pertanian menemukan virus flu burung pada lima ekor babi di Tangerang, Banten, pada Februari lalu. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, Didi Aswadi, mengatakan semuanya sudah dimusnahkan dengan cara dibakar pada Maret 2005.

Saat ini, dilaporkan harian Republika, Selasa, 19 Juli 2005, Departemen Pertanian sedang menganalisis sekitar 1.300 serum babi di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian Anton Apriyantono juga meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang untuk mengawasi secara ketat hewan-hewan ternak yang ada di Tangerang.

Juga akan diterapkan langkah pemusnahan ternak unggas dan babi dalam kawasan beradius tiga kilometer dari wilayah yang terkena virus flu burung. Hal itu untuk mencegah meluasnya penyebaran virus flu burung pada ternak, khususnya unggas.

Menurut Anton, seperti dikutip majalah Tempo edisi 31 Juli 2005, penanganan flu burung sudah dilakukan secara simultan sejak serangan awal tahun 2003, di antaranya dengan vaksinasi hewan karantina daerah endemik serta pemusnahan ternak yang terkena virus. Vaksin yang sudah disalurkan sebanyak 140,2 juta dosis.

Diakuinya virus flu burung, sepert virus lainnya yang biasa menyerang manusia, susah diberantas total. Dengan  upaya simultan, diharapkan pada 2007 Indonesia sudah bebas dari virus ini, seperti sudah disepakati negara-negara ASEAN. Bahkan, Mathur Riyadi optimis bila cara pemusnahan ternak bisa sukses dilakukan, Indonesia bisa bebas dalam waktu enam bulan. Penyebaran virus jenis H5N1 ini sekarang tidak hanya menjangkiti unggas, melainkan babi. Pada hewan ini, virus menjadi lebih ganas. Virus ini juga bisa menyerang dan disebarkan kucing dan macan, seperti yang terjadi di Thailand. RH (Berita Indonesia 02)


Peta Terjangkitnya Flu Burung  di Indonesia
Sejak Agustus 2003 sampai 1 Juli 2005, sebanyak 21 provinsi dan 132 kabupaten/kota telah terjangkit wabah flu burung dengan total kematian unggas 9,35 juta ekor.

1. Banten
Tertular sejak Agustus 2003
Sampel kota Tangerang
Jumlah 388.000 ekor

2. DKI
Tak ada data
Sampel kota Jakarta Utara
Jumlah 23.500 ekor

3. Jawa Barat
Tertular sejak Oktober 2003
Sampel kota Bogor
Jumlah 1.133.923

4. Jawa Tengah
Tertular sejak November 2003
Sampel kota Sragen
Jumlah 700.500 ekor

5. D. I.  Yogyakarta
Tertular sejak Oktober 2003
Sampel kota Kulonprogo
Jumlah 179.859 ekor

6. Jawa Timur
Tertular sejak Oktober 2003
Sampel kota Blitar
Jumlah 791.732 ekor

7. Bali
Tertular sejak November 2003
Sampel kota Tabanan
Jumlah 652.285 ekor

8. Lampung
Tertular sejak November 2003
Sampel kota Tulang Bawang
Jumlah 313.987 ekor

9. Kalimantan Tengah
Tertular sejak Oktober 2003
Sampel kota Waringin
Jumlah 32.745 ekor

10. Kalimantan Selatan
Tertular sejak Oktober 2003
Sampel kota Tanah Laut
Jumlah 3.340 ekor

11. Kalimantan Barat
Tertular sejak Januari 2004
Sampel kota Pontianak
Jumlah 10.638 ekor

12. Sumatera Selatan
Tertular sejak Januari 2004
Sampel kota Musirawas
Jumlah 20.892 ekor

13. Sumatera Barat
Tertular sejak Februari 2004
Sampel kota Pasaman
Jumlah 3.447 ekor

14. Bengkulu
Tertular sejak Agustus 2004
Sampel Bengkulu
Jumlah tak ada data

15. Nusa Tenggara Barat
Tertular sejak Maret 2004
Sampel Lombok
Jumlah 2.057 ekor

16. Bangka-Belitung
Tertular sejak Januari 2004
Sampel kota Pangkalpinang
Jumlah tak ada data

17. Nusa Tenggara Timur
Tertular sejak Oktober 2004
Sampel kota Kupang
Jumlah 4.375 ekor

18. Sulawesi Selatan
Tertular sejak Februari 2005
Sampel kota Sidrap
Jumlah 273.583 ekor

19. Jambi
Tertular sejak Februari 2005
Sampel kota Batanghari
Jumlah 16.676 ekor

20. Sumatera Utara
Tertular sejak April 2005
Sampel kota Simalungun
Jumlah 5.000 ekor

21. Kalimantan Timur
Tertular sejak Mei 2005
Sampe kota Kartanegara
Jumlah 15.091 ekor.


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com