Majalah Berita Indonesia

Saturday, Jul 02nd

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Kesehatan Bahaya Pemusnah Nyamuk
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Bahaya Pemusnah Nyamuk

E-mail Print PDF

Pusat Data dan Informasi Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) mengatakan obat nyamuk berbahaya buat manusia karena kandungan bahan aktif Dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), Propoxur (Karbamat) dan Diethyltoluamide, yang merupakan jenis insektisida pembunuh seranggaKasus ditariknya produk HIT dari peredaran menyadarkan masyarakat tentang
bahayanya obat anti nyamuk.

Departemen Pertanian (Deptan) memerintahkan PT Megasari Makmur untuk menarik dan memusnahkan dua produk obat nyamuk mereka bermerek Hit yakni 2,1 A (semprot) dan Hit 17L (cairan isi ulang) mulai Rabu, (7/6) hingga dua bulan mendatang, karena produk tersebut mengandung bahan berbahaya atau beracun bagi manusia. Demikian diberitakan berbagai media massa.

Menurut Direktur Sarana Produksi Ditjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian Spudnik Sujono, seperti dikutip Koran Tempo, 8 Juni 2006, kedua produk itu mengandung diklorvos, senyawa kimia terlarang. Zat itu menyebabkan meningkatnya risiko kanker pankreas, leukemia dan gangguan pencernaan.

Seperti diberitakan Banjarmasin Post, 8 Juni 2006, Manager Umum PT Megasari Makmur, Achmad Bedah Istigfar menyatakan, perusahaan menyambut baik dengan dilayangkannya surat teguran itu, namun perusahaan memang tidak segera melaksanakan, karena memerlukan waktu yang cukup lama. Perusahaan telah mengajukan permintaan membuat produk baru seperti Hit 1,15 AE, Hit 9,33 AL, Neo Hit 1,35 AL, karena munculnya permintaan dari masyarakat, ujarnya. Menurut Achmadi, obat nyamuk Hit 2,1 A yang dijual harganya murah namun dengan adanya larangan memproduksi  akan mencari alternatif lainnya.

Bagaimana pun, kasus ini menyadarkan masyarakat bahwa obat anti nyamuk yang saat ini sudah menjadi kebutuhan sehari-hari ternyata dapat membahayakan kesehatan. Sejauh ini, jika ingin membeli obat nyamuk, pertimbangan masyarakat adalah keampuhannya atau harganya yang murah. Namun soal keamanan bagi kesehatan kurang dipertimbangkan.

Saat ini terdapat begitu banyak pilihan obat nyamuk yang ada di pasaran. Misalnya, berbentuk semprot, bakar, oles maupun elektrik. Khasiat semua obat nyamuk adalah membunuh dan mengusir nyamuk. Bedanya, adalah kemasan dan konsentrasi bahan aktif atau zat racunnya.

Menurut Pusat Data dan Informasi Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), obat nyamuk berbahaya buat manusia karena kandungan bahan aktif yang termasuk golongan organofosfat. Bahan aktif ini adalah Dichlorovynil dimethyl phosfat (DDVP), Propoxur (Karbamat) dan Diethyltoluamide, yang merupakan  jenis insektisida pembunuh serangga.

Selain itu, umumnya produk obat nyamuk juga memiliki zat tambahan tertentu berupa pewarna, pengawet serta pewangi. Bahan-bahan tambahan, seperti juga zat aktif yang terdapat dalam obat nyamuk juga dapat merugikan kesehatan.

Risiko Terhadap Kesehatan
Kandungan racun berbahaya pada obat nyamuk tergantung kadar konsentrasi racun dan jumlah pemakaiannya. Misalnya, kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot yang sedikit dapat bertambah banyak jika disemprotkan berulang kali.

Risiko terbesar terdapat pada obat nyamuk bakar akibat asapnya yang dapat terhirup. Sedangkan obat nyamuk semprot cair memiliki konsentrasi berbeda, karena cairan yang dikeluarkan ini akan diubah menjadi gas. Artinya, dosisnya lebih kecil. Sementara obat nyamuk elektrik lebih kecil lagi, karena bekerja dengan cara mengeluarkan asap tapi dengan daya elektrik.

Makin kecil dosis bahan zat aktif, makin kecil pula bau yang ditimbulkan. Sekaligus, makin minim pula kemungkinan mengganggu kenyamanan manusia. Namun, pemakaian obat nyamuk yang tidak benar, dapat membahayakan kesehatan.

Seberapa jauh dampaknya tergantung pada jenis, jumlah, usia dan bahan campurannya. Bayi dan balita bisa dikatakan rentan terhadap obat nyamuk. Hal ini bisa terjadi karena organ-organ tubuhnya belum sempurna, daya tahan tubuhnya belum baik serta refleks batuknya pun belum baik. Efek yang lebih berbahaya juga akan timbul pada anak yang alergi dan mempunyai bakat asma.

Bahan aktif dari obat nyamuk akan masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan dan kulit lalu akan beredar dalam darah. Setelah itu menyebar pada sel-sel tubuh. Ada yang ke pernafasan, ke otak lewat susunan saraf pusat, dan lain-lain. Efek terbesar akan dialami oleh organ yang sensitif. Karena, obat nyamuk lebih banyak mengenai hirupan, maka yang biasanya yang terkena adalah pernafasan. Sementara efek samping pada kulit sangat tergantung pada daya sensitivitas atau kepekaan kulit.

Karena itu, menurut kesimpulan Persi, kelambu sebenarnya bisa menjadi solusi bagi masyarakat dari gangguan nyamuk. Kelambu dinilai lebih aman jika dibandingkan obat nyamuk yang mengandung banyak zat kimia yang dapat berbahaya bagi kesehatan. RH (Berita Indonesia 16)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com