Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Iptek Meja Canggih di Ruang Keluarga

Meja Canggih di Ruang Keluarga

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Sentuhan: Di masa depan, keyboard dan mouse akan digantikan oleh interaksi lebih alamiah yang menggunakan suara, pena, sentuhanBayangkan Anda bermain kartu, melihat foto keluarga, dan mendengarkan lagu favorit sambil menyeruput teh tarik di hadapan sebuah meja cerdas berlayar sentuh.

Tren terakhir dalam dunia teknologi interaksi komputer adalah sentuhan. Semua orang berusaha menemukan cara paling inovatif untuk mengendalikan mesin dengan menggunakan ujung jari. Hingga pertengahan tahun ini, terdapat dua demo produk yang cukup menghebohkan yang ditampilkan oleh dua perusahaan yang berbeda, Apple dan Microsoft. Pertama, produk bernama iPhone yang direkonstruksi dengan unik oleh Apple. Produk yang termasuk kategori smartphone ini sudah bisa dijumpai di pasar AS, akhir Juni 2007. Produk satunya lagi diberi nama Microsoft Surface, dibuat oleh divisi baru Microsoft yang mendalami surface computing. Kedua produk ini sama-sama memiliki teknologi layar sentuh yang semakin canggih.

Layar sentuh sudah banyak kita jumpai sekarang ini. Entah itu di bank, pusat perbelanjaan atau perkantoran. Namun, bagi sebagian besar orang, layar sentuh adalah makhluk yang menakutkan. Keengganan memanfaatkan ATM berlayar sentuh misalnya, selain disebabkan karena gaptek (gagap teknologi), juga karena kita belum ‘percaya’ dengan kemampuan layar sentuh tersebut merespon tekanan jari-jari kita. Berapa sering kita mencoba menekan menu dalam layar namun tidak ada respon. Tidak jarang kita harus menekan hingga beberapa kali, barulah menu yang kita maksud merespon. Layar ATM yang kurang responsif membuat kita panik takut salah menginput data.

Tidak responsifnya layar sentuh seperti yang kita alami selama ini, tidak akan kita jumpai dalam layar sentuh iPhone. Layarnya yang sangat sensitif didukung oleh software cerdas yang mampu membedakan sentuhan jari tanpa sengaja, menafsirkan sentuhan-sentuhan dan mengantisipasi sentuhan kita selanjutnya. Tidak Banyak Jari: Layar sentuh Surface bisa memproses banyak jari dari banyak pengguna dalam satu waktu bersamaanseperti trackpad pada laptop atau layar sentuh lainnya yang tidak merespon bila disentuh di dua tempat sekaligus, layar sentuh iPhone dapat melayani lebih dari satu sentuhan (multi-touch).

Misalnya, setelah kita mengambil foto dengan kamera iPhone, kita dapat memperbesar dan memperkecil foto itu dengan menggerakkan kedua jari yang seolah-olah berbentuk capit kepiting, bergerak saling menjauh atau mendekat. Boleh dibilang, fitur yang ditawarkan oleh iPhone ini termasuk monumental sama seperti saat mouse komputer pada tahun 1968 diperkenalkan untuk pertama kali. Sebenarnya, asal mula teknologi layar sentuh iPhone tidak sepenuhnya dikembangkan di Apple. Menurut rumor yang beredar, ada sebuah perusahaan bernama FingerWorks yang didirikan oleh dua orang profesor dari University of Delaware, yang diakuisisi oleh Apple pada tahun 2005. Dengan cerdik, Apple melebur inovasi dua profesor tersebut ke dalam perusahaannya.

Lalu apa yang terjadi bila layar iPhone itu diperbesar hingga sebesar meja? Itulah yang sedang dikerjakan oleh Microsoft selama lima tahun terakhir dengan mengembangkan sebuah produk berkode (codename) Milan. Sama seperti iPhone, layar Milan yang kini disebut Microsoft Surface (Surface, red) ini, bisa melayani lebih dari satu sentuhan pada waktu yang bersamaan. Namun, teknologi layar sentuh yang diusung Surface berbeda dengan iPhone. Surface menggunakan seperangkat sistem kamera inframerah yang memantau pergerakan jari-jari kita sedangkan iPhone membaca status elektrik jari yang bergerak menyentuh.

Ramai-ramai: Melihat-lihat foto bersama-sama menjadi lebih mudah dan mengasyikkanSurface yang sebelumnya dikenal dengan nama “PlayTable,” dan terakhir “Table,” didesain untuk memungkinkan pengguna bisa memilih dan memanfaatkan data dengan membuat berbagai jenis gerakan seperti menyentuh, mencubit, mengusap, dan sebagainya. Surface dibangun dalam bentuk meja dengan frame dari bahan acrylic. Layar sentuh setinggi 22 inchi dan lebar 30 inchi-nya dilapisi plastik transparan yang kuat sehingga pengguna dapat meletakkan benda-benda di atas layar tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah komputer dengan sistem operasi Windows Vista, sebuah proyektor dan serangkaian kamera yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi benda dan gerakan di atas permukaan layar.

Surface menyuguhkan banyak kemungkinan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalkan saja, kita menaruh kamera digital yang mempunyai koneksi bluetooth di atasnya. Surface kemudian mengenali kamera tersebut lalu menarik foto dari kamera itu lewat koneksi bluetooth dan menampilkannya di layar. Siapa saja yang yang duduk di sekitar meja, bisa melihat foto-foto itu. Kita bisa memperbesar foto dengan menggerakkan dua jari, menyusun foto dengan meletakkan jari telunjuk pada permukaan meja tersebut dan menyeret foto-foto itu ke tempat yang kita suka, seolah-olah menyeret objek sebenarnya. Kita juga bisa menegakkan foto yang tersusun miring. Untuk memberi warna atau tanda di foto, kita bisa mengambil paint brush atau ‘mencelupkan’ jari kita dalam tinta virtual.

Album: Memilih dan membeli CD lagu, film atau buku semakin mudahProses transfer data berupa lagu atau video dari media player seperti Zune pun cukup dengan menempatkannya di atas layar. Pembelian lagu atau content elektronik lain secara online juga hanya dengan meletakkan credit card atau reward card ber-barcode di atas layar. Surface juga mampu menampilkan informasi produk. Misalnya, mengetahui spesifikasi sebuah ponsel. Pengguna tinggal meletakkan ponsel di layar lalu spesifikasinya langsung ditampilkan.

Kita juga bisa membayangkan Surface sebagai meja di sebuah restoran. Daftar menu tampil di layar, lalu kita menarik (memilih) atau mengeluarkan (membatalkan) makanan atau minuman apa saja yang ingin kita beli. Surface juga bisa berfungsi sebagai meja di ruang keluarga yang mempunyai beragam permainan kartu, monopoli, sudoku, atau puzzle. Dengan Surface, tugas presentasi di hadapan bos di kantor juga semakin mudah. Cukup transfer data presentasi ke Surface, duduk santai di kursi empuk berdiskusi dengan para kolega sambil diiringi lagu lembut di latar belakang.

Rencananya unit pertama Surface akan muncul di publik November tahun ini dalam bentuk information kiosks di toko-toko T-Mobile di seluruh Amerika Serikat, jaringan Starwood Hotels & Resorts Worldwide Inc., Sheraton Hotel, serta di kasino-kasino milik Harrah’s Entertainment Inc. di Las Vegas.

Restoran: Inovasi Microsoft bisa berfungsi sebagai meja dan daftar menu sekaligus memproses pesanan AndaHarga resmi yang diumumkan Microsoft belum pasti, tetapi bisa dipastikan ada di kisaran USD 5 ribu hingga USD 10 ribu atau sekitar Rp 46 juta hingga Rp 92 juta. Sedangkan pengguna individu masih harus menunggu setidaknya tiga hingga lima tahun lagi agar produk ini bisa lebih murah dengan performa atau ukuran yang lebih kecil.

Kehadiran Surface menimbulkan sejumlah harapan bahwa Microsoft akan menerapkan kemampuan Surface ke dalam MP3 Player Zune, berbagai telepon genggam berbasis Windows Mobile, generasi terbaru Tablet PCs dan Ultra-Mobile Personal Computers (UMPCs).

Dunia mungkin belum siap menerima kehadiran Surface di setiap ruang keluarga dan perusahaan, tetapi Microsoft pasti tidak akan berhenti berusaha. Produk-produk setara Surface dan iPhone akan bermunculan seiring dengan semakin terbiasanya orang menggunakan layar sentuh. Perlahan-lahan orang akan menjadi ketagihan menaruh jari-jarinya langsung di atas data. Apa yang dibayangkan oleh Chairman Microsoft Corp Bill Gates mungkin akan menjadi kenyataan. Di masa depan, keyboard dan mouse akan digantikan interaksi lebih alamiah yang menggunakan suara, pena, dan sentuhan. MLP (Berita Indonesia 42)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_21.jpg
Di pertengahan jalan pemerintahan SBY-JK, Golkar mengembangkan wacana untuk menilai kembali dukungannya. Banyak alasan kenapa Golkar
utama_1_43.jpg
Tiga rentetan peristiwa politik terbaru yang terjadi di Ambon, Papua, dan Aceh, sangat mustahil untuk tidak dimaknai sebagai upaya

Visi Berita

visi_1_66.jpg
Di tengah suasana relatif damai saat penyelenggaraan Pemilu Legislatif 9 April 2009 lalu,rupanya terjadi kemunduran
visi_29.jpg
Menunggu arus balik investasi asing, ibarat pameo petani yang mengharapkan jatuhnya hujan di musim panas.

Lentera

lentera_11_62.jpg
Keberhasilan tim ASSA tidak hanya milik para pesepeda namun juga milik tim-tim pendukung yang perannya sangat
lentera_5_17.jpg
Bangsa yang arif akan memilih jalan perbaikan pendidikan secara mutlak bagi bangsanya. Sebab bangsa yang terdidik pasti
Share/Save/Bookmark