Tahukah Anda kalau kita sudah bisa browsing internet secara instan di laptop dan PC tanpa harus lewat Windows.
Selama ini, agar bisa cek e-mail dan browsing web, kita harus menunggu Windows booting selama 3-4 menit. Pasalnya, tiap kali komputer dinyalakan, sistem operasi secara otomatis memuat (loading) banyak driver (pengendali perangkat keras). Spesifikasi RAM dan harddisk serta jumlah perangkat lunak yang harus dinyalakan saat sistem operasi log-in/start up juga mempengaruhi lamanya waktu booting. Menunggu waktu booting sistem operasi saat menggunakan komputer jelas membosankan.
Untunglah kini ada kabar gembira bagi Anda yang ingin praktis dan cepat berselancar di dunia maya tanpa harus berlama-lama booting. Sejumlah software yang dijuluki ‘instant-on’ mulai bermunculan di antaranya hyperspace (hyperspace.com), splashtop (splashtop.com), dan Presto (prestomypc.com). Cara kerja ketiga software ini hampir sama dengan sejumlah keuntungan. Pertama, akses internet lebih cepat karena tidak perlu memuat Windows dulu. Kedua, relatif aman dari virus, spyware dan malware. Ketiga, hemat baterai notebook karena tidak semua hardware diaktifkan dan terakhir mengenai otomatisasi.
Hyperspace misalnya, produk keluaran Phoenix Technologies, sebuah perusahaan produsen BIOS (basic input output system), ini terbukti dapat membawa ‘terbang’ pengguna komputer ke dunia maya dalam hitungan detik sejak tombol on komputer disentuh. Perangkat lunak yang dinobatkan sebagai best laptop software 2009 pada demo gelaran Consumer Electronics Show (CES) awal tahun ini, untuk sementara baru dapat digunakan pada notebook atau netbook.
Hyperspace mampu bekerja secara independen atau bersamaan dengan Windows. Saat komputer dinyalakan, hyperspace akan bertindak sebagai sistem operasi mini (mini-os) yang terpisah dengan sistem operasi utama. Dan setelah selesai memeriksa hardware dalam POST (power-on self test), ia akan memuat dirinya pada RAM dan harddisk. Lalu dalam hitungan detik, pengguna tersambung ke internet melalui browser terintegrasi (embedded browser).
Ada dua versi hyperspace yaitu hybrid dan dual. Pada versi hybrid, sistem operasi utama (Windows) dan sistem operasi mini hyperspace dapat bekerja berdampingan dan bisa bergantian diaktifkan dengan menggunakan tombol F4 pada keyboard. Sedangkan versi dual, pengguna harus memilih salah satu, apakah akan menggunakan Windows atau hyperspace saat tombol on ditekan.
Kedua versi hyperspace ini merupakan perangkat lunak berbayar. Tapi bila Anda berminat, Anda dapat mengunduh versi trial-nya di situs Hyperspace.com. Ukuran file essential installer-nya tidak lebih dari 1,6mb. Setelah mengunduh file tersebut, Anda harus tetap terhubung ke internet untuk proses instalasinya.
Tak semua notebook atau netbook dapat menginstal hyperspace. Untuk hyperspace dual perlu spesifikasi minimal Prosesor Intel Atom, RAM 512, harddisk SATA dengan freespace 3 GB, VGA Intel Graphics Media Accelerator 3000, 3100, X3000, X3100, X3500, X4500, dan sistem operasi Microsoft Windows XP SP3 (home, professional, starter, dan embedded) atau Microsoft Vista SP1 32-bit. Sedangkan untuk hyperspace hybrid diperlukan spesifikasi teknis minimal Prosesor Intel yang mendukung pemvirtualan seperti Intel Core Duo atau Intel Core 2 Duo ke atas, harddisk SATA dengan freespace 3 GB, RAM 2 GB, VGA Intel Graphics Media Accelerator 3000, 3100, X3000, X3100, X3500, X4500, dan sistem operasi Microsoft Windows Vista SP1 32-bit.
Memang hyperspace bukan software instant-on yang pertama. Pendahulunya bernama Splashtop keluaran DeviceVM, sudah dipakai pada notebook Lenovo S10. Sedangkan Presto besutan Xandros termasuk software yang datang belakangan. Versi trialnya akan tersedia ke publik mulai 13 April 2009 sedangkan versi betanya sudah bisa dicicipi sejak 16 Maret 2009. Fitur unik yang dimiliki Presto adalah disediakannya Presto AppStore di internet untuk tambahan aplikasi multimedia, web dan games. Menginstal Presto pun sangat mudah seperti kebanyakan aplikasi Windows lainnya. Dengan Presto, pengguna bahkan bisa mengedit dokumen Microsoft Office dan menyimpannya ke harddisk. Presto bisa terhubung ke WiFi, 3G, xDSL, dan LAN. MLP (Berita Indonesia 65)
| < Prev | Next > |
|---|



