Segmen pasar mobile broadband masih sangat terbatas. Hanya mereka yang berkantong tebal, pebisnis, orang-orang yang menyukai teknologi dan anak-anak muda yang internet minded yang antusias dengan kehadiran teknologi HSDPA.
Sejak akhir April lalu, salah satu operator seluler meluncurkan produknya yang sudah memanfaatkan teknologi 3,5G atau biasa disebut juga HSDPA (high speed downlink packet access). Operator lain yang masih mengandalkan teknologi 3G seakan ‘kalah’ dengan gencarnya promosi yang dilakukan oleh pesaingnya itu. Apalagi pesaing tersebut mendobrak pasar dengan paket accelerator yang diklaim bisa meningkatkan kecepatan koneksi hingga 4 kali lipat dari 3,5 G atau 28 kali lipat 3G.
Kalau teknologi 3G atau biasa disebut WCDMA (wideband code division multiple access) mampu mengusung data dengan kecepatan 384 kbps (kilobyte per second), atau EDGE (enhanced data for global evolusion) yang cuma sanggup di 150 kbps, kecepatan 3,5G sanggup digeber sampai 3,5 Mbps (megabyte per second), hampir 10 kali lipat dari generasi sebelumnya.
Teknologi 3,5G, pada intinya menawarkan berbagai keunggulan dibanding teknologi sebelumnya. Dengan 3 keunggulan utama, yaitu: kemampuan akses yang lebih dari kecepatan 3G sehingga tayangan video call akan tampak lebih halus; delay pada koneksi VoIP lebih kecil; dan akses ke Internet menjadi jauh lebih cepat.
Selain HSDPA, dalam teknologi 3,5G ada teknologi yang disebut sebagai HSUPA (High-Speed Uplink Packet Access) yang sering kali disebut teknologi 3,75G, atau bahkan juga disebut sebagai teknologi 4G. Teknologi HSUPA memang belum digunakan dalam sistem jaringan operator seluler, tetapi perbedaan yang cukup signifikan akan terasa ketika pengguna layanan 3G secara keseluruhan bermain dengan data-data dalam ukuran besar di atas 1 MB. Perbedaan antara HSDPA dan HSUPA terletak pada kecepatan downlink dengan kecepatan maksimum total mencapai 3,5 Mbps, dan kecepatan uplink yang total mencapai 7,2 Mbps.
Generasi teknologi yang diusung oleh para operator seluler ini bisa sama, namun mereka mempunyai pendekatan tarif yang berbeda. Tarif termurah yang bisa ditemui di pasaran yang ditawarkan oleh salah satu operator seluler adalah Rp 1/KB sedangkan tarif untuk koneksi berdasarkan time-based Rp 100/menit. Tarif ini lebih murah daripada tarif yang ditawarkan Telkomnet Instan. Sedangkan operator seluler lainnya, menawarkan tarif yang bervariasi. Untuk tarif time-based ada yang menawarkan tarif Rp 160/menit, Rp 175/menit, dan Rp 350/menit. Sedangkan tarif berdasarkan ukuran data yang didownload, ada yang menawarkan Rp 99.000 dan Rp 130.000 untuk 1 GB.
Melihat masih besarnya kemungkinan tarif-tarif yang ditawarkan oleh para operator seluler berfluktuasi ditambah lagi dengan masih mahalnya ponsel yang sudah mendukung teknologi 3G ke atas, segmen pasar mobile broadband ini masih sangat terbatas. Hanya bagi mereka yang berkantong tebal, pebisnis, orang-orang yang menyukai teknologi dan anak-anak muda yang internet minded yang antusias dengan kehadiran teknologi HSDPA ini. Sebab memenuhi kebutuhan (keinginan) untuk bisa berkirim e-mail, browsing internet,
mengunduh data ratusan megabyte, melakukan transaksi perbankan, menonton televisi, atau video call tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selebihnya, cuma bisa puas memanfaatkan teknologi 2G seperti GPRS. MLP (Berita Indonesia 43)
Pengguna Domain .id Wajib Daftar Ulang
Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi), pengelola domain .id yang baru, resmi beroperasi awal Juli 2007. Pandi yang beralamat pandi.or.id ini telah menetapkan semua nama domain yang terdaftar sebelum 1 Juli 2007 harus diperbarui untuk mengikuti aturan baru. Aturan baru tersebut adalah dikenakannya biaya tahunan untuk semua nama domain berakhiran .id. Sebelumnya, nama domain .id tertentu hanya dikenai biaya pendaftaran. Untuk domain berakhiran .co.id, .net.id, dan .web.id diberikan masa tenggat hingga 31 Agustus 2007 untuk beralih ke aturan baru. Sedangkan domain .sch.id, .ac.id dan .or.id sampai 30 September 2007 dan domain .go.id dan .mil.id sampai 28 Februari 2008. Pengalihan itu bisa dilakukan dengan membayarkan biaya satu tahun domain terkait.
| < Prev | Next > |
|---|



