Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Iptek Teknologi Meminimalis Meledaknya Tabung Gas
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Teknologi Meminimalis Meledaknya Tabung Gas

E-mail Print PDF

Desain Baru: Kompor gas buatan BPPT lebih terintegrasi untuk meminimalisir titik kebocoran pemicu ledakanMengurangi sumber titik kebocoran merupakan solusi atasi ledakan tabung gas.

Rangkaian peristiwa ledakan tabung gas 3 kilogram yang terjadi belakangan ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain faktor human error (kesalahan manusia) ledakan juga disebabkan oleh kualitas dari selang dan regulator yang belum terjamin. Diperkirakan, persambungan antara tabung gas dan kompor menjadi penyebab utama ledakan. Kebocoran gas yang terakumulasi dalam jumlah banyak dan dalam ruangan tertutup yang kemudian tersulut api merupakan penyebab ledakan. Jadi, bukan dari tabung.

Menurut data Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), dalam dua tahun terakhir sejak 2008 hingga Juli 2010 telah terjadi 189 ledakan elpiji. Di antaranya, 61 kasus terjadi pada 2008, 50 kasus pada 2009 dan 79 kasus pada 2010. Sehingga dikhawatirkan dapat menjadi bom waktu. Padahal, harapan untuk konversi minyak tanah ke tabung gas khususnya 3 kilogram ini adalah untuk mengurangi beban rakyat miskin yang rata-rata berpenghasilan rendah. Dengan asumsi perbandingan 1 liter minyak tanah sama dengan 0,57 kg gas elpiji. Namun dengan kejadian ini, bukan untung yang diperoleh, tapi kerugian. Selain kehilangan nyawa dan kerugian materil, juga menjadi tekanan mental bagi masyarakat akibat senantiasa was-was akan terjadinya ledakan.

Sebagai sebuah lembaga pemerintah yang memiliki kompetensi dalam kajian teknologi, Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belakangan mencoba mengkaji penyebab utama terjadinya ledakan. Menurut Direktur BPPT Arya Rezavidi, ada tiga faktor pemicu meledaknya tabung gas, yakni kebocoran antara katup (valve) dengan regulator, antara regulator dengan selang dan antara selang dengan kompor.

BPPT pun menawarkan desain baru untuk mengatasi timbulnya ledakan tabung gas yang diakibatkan sumber masalah yang ditemukan tersebut. Bila dibandingan dengan model tabung gas yang sedang beredar, bentuk tabung gas 3kg dan kompor buatan BPPT ini diyakini jauh lebih aman.

Pembuatannyapun diinspirasi dari bagaimana mengurangi faktor kesalahan manusia. “Ide dasar dari desain kami adalah bagaimana mengurangi faktor human error yang rentan terjadi. Kami membuat desain tabung gas langsung terintegrasi dengan kompor. Kosumen hanya perlu memasukan regulator yang tersambung dengan burner (pembakar) ke dalam tabung dengan cara memutar, persis seperti memutar baut,” kata Arya Rezavidi.

Selain itu, pemilihan material yang digunakan juga menjadi pertimbangan utama, karena dapat mempengaruhi kualitas dan efesiensi panas hasil pembakaran gas di atas 53 persen. Untuk kepala pembakar (burner) pada kompor dibuat dari bahan kuningan supaya tahan lama dalam kondisi panas. Kualitasnya jauh lebih tahan dibandingan dengan kepala pembakar dari besi, untuk jangka waktu lima tahun. Kompor juga dilengkapi dengan alat pengatur besar-kecilnya api yang bisa diputar. Sedangkan yang dari besi, lebih mudah karatan, sekaligus juga bisa mengurangi efisiensi panas yang dihasilkan. Kualitas api biru yang dihasilkan menunjukkan kualitas pembakaran yang hampir sempurna menunjukkan keseimbangan antara gas dan oksigen. Beda dengan kepala pembakar yang rusak, api akan berwarna merah. Selain itu, ketebalan pelat tabung juga berpengaruh terhadap daya tahan tabung. Untuk desain baru ini, tabung gas dirancang untuk menahan tekanan 110 bar.

Desain tabung gas ini menurut Arya, sebenarnya telah ditawarkan jauh-jauh hari sejak diterapkannya program konversi gas. Tapi ada keraguan berbagai kalangan pada saat itu. Karena posisi kompor yang dinilai terlalu dekat dengan tabung gas dikhawatirkan bisa menyulut api yang bisa menimbulkan ledakan. Namun, karena tabung gas sudah didesain untuk tekanan 110 bar dalam desain baru ini, maka dengan rancangan hitungan kekuatan tersebut (110 bar), diperhitungkan akan bisa mencegah terjadinya ledakan. “Kami jamin ini aman karena tabung gas ini tahan sampai 50 bar, artinya katup gas akan terlepas jika tekanan lebih dari itu,” kata Arya Rezavidi.

Beda dengan desain yang sedang ada di pasaran yang memiliki tiga persambungan yang semuanya memiliki resiko kebocoran. Dalam desain baru ini menjadi lebih terintegrasi. Titik persambungan yang ada dibuat seminimal mungkin. Bagian pembakaran atau kepala kompor langsung disambungkan ke tabung gas melalui regulator. Dengan menghilangkan fungsi regulator dan slang, kebocoran diperkirakan akan berkurang hingga 30 persen.

Cara penggunaanya pun praktis tinggal menyiapkan tabung gas, kemudian pasang alat pembakar tepat di atas tabung tersebut, lalu masukkan badan kompor yang terbuat dari lempengan besi sebagai penyangga alat masak. Sedangkan pemasangan alat pembakar ke katup tabung gas dilakukan dengan cara diputar. Dengan demikian, pengguna hanya mengontrol satu titik saja. Tabung gas ini dirancang mampu menahan beban lebih dari 25 kilogram.

Saat ini BPPT sedang melakukan penyempurnaan desain. Agar dalam distribusinya ke masyarakat mudah dilakukan dan bisa ditumpuk-tumpuk di pangkalan-pangkalan tabung yang ditunjuk. Untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna, tabung juga dilengkapi dengan alat deteksi kebocoran. Dan yang tak kalah penting, untuk meningkatkan keamanan penggunanya melalui pencegah dini terjadinya kembali ledakan, sosialisasi yang baik harus ditingkatkan.

Untuk desain baru tersebut, BPPT menawarkan desain paket kompor dan tabung gas elpiji 3 kg seharga Rp 180.000. Harga ini lebih murah 10-20% dari harga paket lama. Kini, penggunaan kompor masak desain baru BPPT ini tinggal menunggu kebijakan dari pemerintah. HB,MJK (Berita Indonesia 78)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com