Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Humaniora Wajah Baru Untuk Jilah
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Wajah Baru Untuk Jilah

E-mail Print PDF

Operasi face off: Hari bersejarah untuk LisaMukanya sedikit berubah ketika dr Sjaifuddin menunjukkan wajah di monitor. Dia langsung menghela napas panjang, sambil sesekali menghapus airmata. Siti Nur Jazilah menangis.

Tiga tahun lamanya ia tak lagi bercermin sejak peristiwa mengerikan itu terjadi. Wajahnya tak menyisakan kecantikan yang pernah dimilikinya. Ia menyadari itu sehingga cermin menjadi benda paling menakutkan dalam hidupnya kemudian. Siti Nur Jazilah, 22, menjadi contoh bagi siapa saja betapa banyak perempuan yang masih mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

 

Berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, mempublikasikan kisah perempuan malang itu setiap hari. Harian Indo Pos yang paling intensif memberitakan, bahkan menelusuri asal-usul, hingga menemukan kakek-neneknya dan ayahnya yang sudah lama terpisah darinya. Bahkan, berkat penelusuran harian ini, polisi berhasil mengembangkan kasus penganiayaan terhadap perempuan yang awalnya disamarkan namanya menjadi Lisa. Adalah Mulyono Eko, suami Lisa, yang menyiram air keras ke wajahnya sehingga menjadi seperti itu. Saat ini, lelaki itu telah menjadi tersangka dan mendekam di sel tahanan.

Hari-hari menjelang operasi Lisa adalah hari yang paling ditunggu. Berbagai media mengulas persiapan yang dilakukan Rumah Sakit Umum Dr. Sutomo, Surabaya.

Media Indonesia, 29 Maret 2006 mengetengahkan judul “Saya Ingin Menjadi Manusia Baru”. Menurut harian ini, sejarah kembali tercatat di Indonesia. Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya melakukan gawe besar dengan menggelar operasi mengganti wajah (face off) pertama di Indonesia.
Hingga operasi yang disebut operasi face off itu dilakukan, tidak ada informasi siapa pelaku  itu dan mengapa tega menyiram wajah Lisa dengan air keras. Tak sepatah kata pun keluar dari mulut Lisa. Bahkan Dr Nalini, psikiater yang selalu mendampinginya, tidak berhasil mengoreknya.

Aksi tutup mulut Lisa tentu memancing rasa penasaran. Begitu pula halnya dengan petugas polisi, karena jika penyiraman air keras itu dilakukan dengan sengaja, maka itu adalah suatu tindak pidana yang tidak bisa dibiarkan. Dimulailah pelacakan keluarga Lisa oleh berbagai media.

Lagi-lagi Indo Pos berhasil melaporkan lebih intensif. Dalam terbitannya 30 Maret 2006, mereka berhasil melacak keluarga Lisa. Alamat di Malang diburu. Di salah satu desa sekitar 40 kilometer dari kota Malang, Lisa dirawat sejak kecil. Di sana sebuah rumah sangat sederhana berukuran sekitar 5m x 8m, tinggal pasangan suami istri yang sudah renta, Samsuri Kusnoto, 65, dan Wakinah, 60. Mereka itu kakek nenek Lisa.

Siti Nur JazilahKetika didatangi wartawan harian ini dan diberitahu bahwa foto yang dimuat di koran itu Lisa (wartawan koran ini menunjukkan foto Lisa di koran kepada Samsuri dan Wakinah), Wakinah langsung menangis. “Jilah (nama kecil Lisa-Red) sejak tiga setengah tahun lalu meninggalkan rumah ini,” kata nenek 60 tahun itu dengan bahasa Jawa kromo inggil. Sejak itulah, Wakinah tak pernah bertemu dengan cucu kesayangannya itu.

Dari cerita Wakinah dan Samsuri, kedua orangtua Lisa bercerai sejak 10 tahun lalu. ”Lisa itu sekolahnya tidak sampai lulus madrasah tsanawiyah (setingkat SMP),” kata Samsuri dikutip Indo Pos.

Lisa alias Jilah adalah anak kedua dari pasangan Siti Zulaikah-Saring. Sejak kecil, Lisa tinggal bersama orangtua ibunya. Rupanya, nasib Lisa tidak semujur teman-teman sebayanya. Karena kendala ekonomi, Siti Zulaikah terpaksa pergi meninggalkan Lisa ketika Lisa berumur tiga tahun. Siti merantau ke Arab Saudi, menjadi TKW.

Sementara itu, ayah Jilah, Saring, baru mengetahui perihal anaknya setelah membaca berbagai koran yang ditunjukkan tetangga dan kerabatnya. Semula dia tidak percaya karena wajah anaknya sulit dikenali lagi. Dia baru percaya setelah melihat foto anaknya sebelum kecelakaan ditampilkan di koran.

Seperti diberitakan Kompas, 1 April 2006, ia mengaku sudah lama kehilangan kontak dengan anaknya yang terakhir diketahuinya pergi ke Kalimantan.

Masa Lalu Terungkap
Lisa datang ke Rumah Sakit Dr Sutomo karena ia kesulitan bernapas. Salah satu lubang hidupnya tertutup kulit yang meleleh akibat air keras itu. Dokter menawarinya operasi wajah dan ia setuju.
Sejak itu, orang mulai penasaran dengan jati dirinya. Masa lalu Lisa yang akhirnya terungkap ternyata sungguh gelap. Ia adalah korban calo jual beli perempuan untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Lisa yang saat itu berumur 15 tahun dijanjikan bekerja di restoran, namun ternyata dijual kepada germo di lokalisasi Bangun Rejo seharga satu juta rupiah. Harga yang cukup mahal karena Lisa masih perawan.

Di sanalah ia bertemu Mulyono sebagai salah satu langganannya. Mereka jatuh cinta dan Mulyono menikahinya dengan janji akan mengentaskan Lisa dari lembah hitam itu. Namun alangkah kecewanya Lisa, karena setelah menikah Mulyono malah membuka rumah bordil dan mempekerjakan dirinya sebagai PSK seperti semula.

Dari berbagai keterangan yang dikumpulkan media, perangai Mulyono sangat buruk. Mulyono yang sebenarnya sudah punya isteri sebelum menikahi Lisa, dikenal doyan gonta-ganti perempuan dan pergi ke lokalisasi. Ia juga kerap kasar dan memukuli isterinya. Lisa tak tahan lagi dan memutuskan lari ke Kalimantan. Itulah awal tragedi yang menimpa Lisa.

Ketika Lisa sedang berjuang melewati masa-masa sulitnya pascaoperasi wajah total (face off), polisi mencari orang yang tega membuat sengsara perempuan itu.

SITI NUR JAZILAH: Ingin menjadi manusia baru“Kami sedang mencari pelaku yang menjual Lisa sebagai pelacur. Juga yang menyiram wajahnya dengan air keras hingga rusak seperti itu,” kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Mujiyono, dikutip Indo Pos.

Mulyono yang selama ini mengaku tidak tahu siapa pelaku pengrusakan wajah isterinya mulai dibidik.

Akhirnya, ia mengaku sebagai pelaku penyiraman air keras ke wajah istrinya. Penyiraman air keras itu dilakukan di rumahnya di Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Selain itu, ia juga mengaku telah memalsukan surat nikahnya dengan korban.

Atas perbuatannya itu pelaku dikenai Pasal 354 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman paling sedikit lima tahun penjara dan paling banyak 20 tahun penjara serta denda 500 juta. Adapun untuk kasus pemalsuan buku nikah, tersangka dikenai Pasal 263 KUHP.

Kasus penyiraman air keras itu terungkap setelah polisi mendapatkan keterangan dari teman korban saat bekerja di Pontianak. Lisa sempat menelepon saksi dan mengaku suaminya tega menyiram air keras ke wajahnya.

Kata Mulyono, peristiwa itu terjadi September 2004. Tindakan keji itu dilakukan sekitar pukul delapan pagi. Malamnya, mereka baru pulang dari Pontianak. Setelah dua tahun mencari, Mulyono akhirnya berhasil menemukan Lisa yang meninggalkannya.

Setelah berhasil menjemput Lisa dari Pontianak, Mulyono membawanya ke Pasuruan. Namun, wanita 22 tahun itu terus memberontak. Berkali-kali dia mengancam akan meninggalkan Mulyono. “Pagi itu karena jengkel, saya siram wajahnya dengan air keras,” aku Mulyono. Ia berharap setelah disiram dengan air keras, isterinya tidak akan pergi meninggalkannya.

Sehari setelah tragedi penyiraman air keras itu, wajah Lisa langsung melepuh. “Baru dua hari setelahnya, kulitnya menjadi tidak karu-karuan. Semakin lama semakin nglembreh…,” tutur pria belakangan mengaku menyesali perbuatannya itu.

Apa saja aktivitas Lisa setelah tragedi penyiraman air keras itu? Menurut Mulyono, Lisa lebih banyak mengurung diri di kamar. “Kalau keluar, dia memakai cadar. Sehari-hari dia bermain-main dengan kucing-kucingnya,” jelasnya. Lisa punya 12 ekor kucing. Semuanya dirawatnya dengan baik.RH,DA (Berita Indonesia 12)***


Risalah operasi cangkok wajah di dunia
1994: Dokter India mencangkokkan lagi wajah S. Kaur yang dihancurkan mesin giling.
1997: Tim dokter di Victoria, Australia, memasang kembali kulit wajah yang dihancurkan mesin giling.
2005: Profesor Jean-Michel Dubernard dan Profesor Bernard Devauchelle melakukan operasi memindahkan mulut dan hidung mayat kepada orang yang wajahnya hancur digigit anjing. Ini untuk pertama kalinya transplantasi wajah dari donor.

 

Prosedur face off Lisa
1. Wajah resipien yang rusak diangkat hingga sekitar tulang, kemudian ditempeli lapisan kulit punggung.
2. Bahan kulit wajah diambil dari punggung pasien, karena memiliki dua pembuluh darah arteri yang mudah disambungkan dengan pembuluh darah di wajah serta leher, lebih mudah dalam membentuk wajah pasien.
3. Skin grafting (penutupan luka) pada kulit bagian leher yang ikut rusak akibat tersiram air keras dengan mengambil kulit perut bagian bawah.
4. Kulit paha digunakan untuk menutup cacat di punggung. Sebab, kulit paha mudah melakukan regenerasi.
5. Merapikan jahitan. Wajah baru akan ditata sesuai dengan kontur wajah dan foto sebelum kecelakaan terjadi.
6. Memerban wajah.
7. Selama 24 jam dilakukan pemantauan sambungan dua pembuluh darah. Jika terjadi trombosis (penyumbatan), akan dilakukan anostomosis (penyambungan) ulang.


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com