Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Humaniora Sepuluh Universitas Terbaik Dunia
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Sepuluh Universitas Terbaik Dunia

E-mail Print PDF

Universitas adalah tempat untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengajaran dan penelitianUniversitas adalah tempat untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengajaran dan penelitian. Bagaimana universitas terbaik dunia melakukannya?

Universitas sudah tidak lagi sama seperti dulu. Universitas tidak lagi sekadar sebuah gedung yang berlokasi di satu tempat, dimana mahasiswanya hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dalam ruang-ruang kelas yang tertutup rapat, dan melakukan kegiatan penelitian-penelitian yang sekadarnya saja. Setidaknya, tidak demikian hal yang dilakukan oleh universitas-universitas yang mendapat predikat sebagai universitas terbaik di dunia.

Universitas terbaik pada abad ini adalah universitas yang berskala global. Berskala global artinya universitas yang bersikap terbuka terhadap dunia luar, menerima keanekaragaman, dan melakukan pengembangan terhadap kegiatan penelitian.

Suatu peringkat mengenai universitas-universitas yang berskala global, yang dipublikasikan oleh Majalah Newsweek akhir Agustus 2006, menyebutkan daftar sepuluh universitas terbaik di dunia. Dari ke sepuluh universitas tersebut terdapat delapan universitas berada di Amerika dan dua universitas berada di Oxford dan Cambridge. Majalah Newsweek juga memasukkan peringkat 40 besar universitas lainnya, yaitu 22 universitas berada di Amerika, lima universitas berada di Inggris, lima universitas berada di Swiss, tiga universitas berada di Kanada, dua universitas berada di Jepang, dua universitas berada di Australia, dan satu universitas berada di Singapura.

Memasuki era globalisasi, sebuah universitas harus semakin sadar akan kebutuhan dirinya untuk menjadi global, yaitu menjangkau dunia luas: mencari pelajar dari berbagai kawasan dunia yang memiliki aneka warna kebudayaan dan nilai-nilai, mengirimkan pelajar mereka sendiri ke luar negeri untuk mempersiapkan pelajar tersebut bagi dunia kerja yang lebih luas, memberikan program pendidikan yang berskala dunia dan mengadakan program penelitian kolaboratif guna meningkatkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi umat manusia.

Suatu universitas yang melakukan penerimaan pelajar-pelajar asing, di samping dapat menjadikan pelajar-pelajarnya menjadi pintar, universitas juga dapat berperan untuk menciptakan rasa saling mengerti antar bangsa, toleransi, dan kesatuan dunia. Sebagai contoh dapat dilihat dari sebuah cerita menarik di Universitas Yale. Pada malam setelah gedung World Trade Center diserang, mahasiswa dari Universitas Yale yaitu mahasiswa keturunan Yahudi (kebanyakan dari mereka adalah orang Amerika) dan mahasiswa beragama Muslim (kebanyakan dari mereka adalah pelajar asing) melakukan aksi berjaga-jaga bersama. Dari cerita tersebut, dapat dilihat bagaimana suatu universitas dapat mempererat hubungan antar bangsa.

Di samping itu, trend melanjutan studi ke luar negeri juga semakin banyak diminati oleh orang. Selama 3 dekade terakhir, jumlah pelajar yang melakukan studi ke luar negeri mengalami peningkatan dengan rata-rata 3,9 persen per tahun, dari 800.000 di tahun 1975 menjadi 2,5 juta di tahun 2004. Kebanyakan pelajar yang melakukan studi ke luar negeri itu berasal dari negara yang sudah berkembang dan mereka pergi ke negara yang juga sudah berkembang. Namun, jumlah pelajar dari negara yang sedang berkembang yang memilih belajar di negara yang sudah berkembang juga meningkat cepat. Sebaliknya juga, jumlah pelajar dari negara yang sudah berkembang yang belajar ke negera yang sedang berkembang juga sedang mengalami peningkatan. Saat ini, pelajar asing yang memperoleh gelar doktor di AS sebanyak 30 persen dan di Inggris sebanyak 38 persen. Di AS, 20 persen jumlah profesor dalam bidang sains dan teknologi yang baru dipekerjakan merupakan orang asing, dan di Cina kebanyakan staf pengajar yang baru dipekerjakan pada universitas-universitas terbaik merupakan lulusan dari luar negeri.

Sebagai bagian dari semua itu, agar universitas dapat berskala global maka mereka harus mendorong pelajar-pelajarnya untuk menghabiskan sebagian dari masa kuliah mereka dengan belajar di luar negeri. Di Eropa, lebih dari 140.000 pelajar berpartisipasi dalam program Erasmus setiap tahunnya. Pelajar yang mengikuti program Erasmus diharuskan mengikuti beberapa kredit program pendidikan di salah satu dari 2.200 institusi yang ada di seluruh benua. Di AS, institusi-insitusi memobilisasi alumni-alumninya agar membantu penempatan para pelajar dalam masa belajar di luar negeri untuk mempersiapkan mereka menjalani karir yang lebih luas. Universitas Yale dan Harvard telah lebih dulu, menawarkan kepada mahasiswanya, setidaknya satu program masa belajar di luar negeri - dan menyediakan dana bagi para mahasiswanya supaya hal tersebut dapat terwujud.

Universitas juga sudah ada yang mendirikan perwakilan mereka di luar negeri. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat melayani para pelajar yang berasal dari daerah lokal. Usaha bersama dalam bidang pendidikan seperti itu telah terbukti berhasil seperti program Johns Hopkins-Nanjing di Cina yang sudah berlangsung selama 20 tahun, program Executive M.B.A. Duke Goethe, dan Perserikatan MIT di Singapura yang menawarkan gelar ganda di berbagai jurusan teknik.

Universitas berskala global juga menuntut universitas melakukan pembaharuan dalam cara mereka melakukan penelitian. Trend terbaru dalam pelaksanaan penelitian adalah melibatkan pengambilan sumber yang akan menjadi bagian program penelitian dari negara lain. Tian Xu, seorang profesor di Universitas Yale dan juga peneliti di Howard Hughes Medical Institute, memimpin suatu penelitian di almamaternya, Shanghai’s Fudan University, bekerja sama dengan rekan sekerjanya yang berada di Yale. Dengan cara seperti ini, ke dua negara mendapat keuntungan; laboratorium di Universitas Yale menjadi lebih produktif karena biaya penelitian yang rendah di Cina, dan para pelajar dan pekerja di Cina bisa mendapat pelatihan kerja dari para ilmuwan terkemuka yang ada di Amerika.

Delapan dari sepuluh universitas terbaik dunia yang dipublikasikan oleh Newsweek, berada di Amerika. Oleh sebab itu, tidaklah mengejutkan kalau banyak negara yang ingin maju menjadikan penelitian yang dilakukan universitas di Amerika sebagai model untuk ditiru. Mengapa perlu ditiru? Karena penelitian yang diprakarsai universitas yang berada di Amerika telah membawa kemajuan bagi bangsa Amerika. Hubungan antara keduanya dapat terlihat secara jelas dari keberadaan Silicon Valley yang dibuat oleh Stanford University dan Route 128 yang merupakan perpanjangan tangan dari MIT dan Harvard, dimana kedua tempat tersebut merupakan tempat ditemukannya teknologi-teknologi baru yang memberi keuntungan milyaran dolar bagi Amerika. Berbagai pemerintahan di seluruh dunia telah mencoba meniru model tersebut, dan mungkin yang paling berhasil adalah apa yang dilakukan oleh Cambridge University di Inggris, dimana Microsoft dan berbagai perusahaan terkemuka lainnya telah membuka “bengkel” mereka di sekitar Universitas Cambridge.

Perubahan paling drastis terjadi di Cina. Berbagai universitas terkemuka di Cina yang ingin menjadi universitas kelas dunia, telah mempelajari secara teliti berbagai institusi pendidikan terkemuka di Amerika. Hal tersebut meliputi memperluas pencarian tenaga pengajar yang tidak hanya dari lulusan mereka sendiri, membuat suatu standar yang ketat bagi penghargaan masa jabatan seumur hidup dan melakukan konsultasi dengan para ahli yang independen untuk mengambil suatu keputusan. Beberapa universitas terkemuka juga telah menghapuskan kurikulum pendidikan umum selama satu atau dua tahun dan digantikan dengan memberikan kebebasan bagi pelajarnya untuk memilih sendiri bidang pelajaran apa yang ingin mereka pelajari. Beberapa universitas lainnya melakukan percobaan dengan menggunakan tes masuk yang berbeda dari tes nasional yang sudah ada. Berbagai universitas juga telah meniadakan cara belajar dengan menghapal dan lebih memilih mengadakan interaksi di dalam kelas yang dapat mendorong pelajar untuk berpikir secara mandiri. NEWSWEEK/DAP (Berita Indonesia 21)


Sepuluh Universitas Terbaik Dunia

1)Harvard University
Lokasi: Cambridge, Mass
Didirikan: 1636
Mahasiswa: 19,779
Uang kuliah: $32,097/thn

2)Stanford University
Lokasi: Stanford, Calif
Didirikan: 1885
Mahasiswa: 14,881
Uang kuliah: $31.200/thn

3)Yale University
Lokasi: New Haven, Conn
Didirikan: 1701
Mahasiswa: 11,359
Uang kuliah: $31,460/thn

4)Calivornia Institute of Technology
Lokasi: Pasadena, Calif
Didirikan: 1891
Mahasiswa: 2,169
Uang kuliah: $27,309/thn

5)Univesity Of California Berkeley
Lokasi: Berkeley, Calif
Didirikan: 1868
Mahasiswa: 32,214
Uang kuliah: $24,233/thn

6)University Of Cambridge
Lokasi: Cambridge, Eng
Didirikan: 1209
Mahasiswa: 17,824
Uang kuliah: $5,596/thn

7)Massachusetts
Institute Of Technology
Lokasi: Cambridge, Mass
Didirikan: 1861
Mahasiswa: 10,206
Uang kuliah: $32,300/thn

8)University Of Oxford
Lokasi: Oxford, Eng
Didirikan: 1096
Mahasiswa: 17,664
Uang kuliah: $5,596/thn

9)University Of California San Francisco
Lokasi: S. Francisco, Calif
Didirikan: 1873
Mahasiswa: 2,600
Uang kuliah: $53,500/thn

10)Columbia University
Lokasi: New York, N.Y
Didirikan: 1754
Mahasiswa: 23, 813
Uang kuliah: $31,472/thn

Peringkat dibuat berdasarkan penilaian yang diperoleh dari Shanghai Jiaotong Survey dan Times Higher Education Survey.


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com