Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hukum Rosario Untuk Tibo
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Rosario Untuk Tibo

E-mail Print PDF

TIBO DAN KAWAN-KAWAN: Keterangannya masih sumirUnjukrasa digelar di mana-mana untuk menunda eksekusi Tibo cs.Ada 16 nama baru para pelaku. Apakah eksekusi akan tetap dilakukan?

Kegalauan hati Fabianus Tibo, 60, Dominggus Da Silva, 35, dan Marinus Riwu, 51,karena hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim sedikit terobati ketika Paus Benedictus XVI mengirimi mereka salib dan rosario. Itu merupakan bentuk dukungan moral pemimpin tertinggi umat Katholik itu terhadap ketiga terdakwa kasus kerusuhan Poso tahun 2000 lalu.

 

Nasib mereka saat ini memang berada di ujung tanduk, sejak PK dan grasi mereka ditolak. Mahkamah Agung (MA) sedang memproses PK kedua mereka. Namun seperti yang kutip berbagai media massa, MA menyatakan hal itu tidak serta merta menunda eksekusi yang dilakukan Kejaksaan.

Sementara itu, permohonan grasi kedua kepada Presiden SBY diajukan pihak keluarga Tibo cs ke Pengadilan Negeri Palu pada 28 Maret 2006. Namun, pengajuan grasi kedua juga belum dapat dilakukan. Seperti dilaporkan Detik Com, pengajuan grasi kedua boleh dilakukan setelah dua tahun sejak pengajuan grasi pertama.

Sedangkan, menurut Kapuspenkum Kejagung, Masyhudi Ridwan, grasi terpidana mati Tibo dkk ditolak oleh Presiden pada 10 November 2005. Hitungan 2 tahunnya jatuh pada 10 November 2007. Hal ini, tutur Masyhudi, berdasarkan pasal 2 ayat 3 UU No. 22/2002 tentang Grasi.

Media massa melaporkan pernyataan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh pada 4 April, yang memastikan eksekusi terhadap Tibo cs akan dilaksanakan bulan April ini. Namun tanggal dan waktu spesifik pelaksanaannya belum ditentukan.

Meski Kejaksaan Negeri Palu dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menutup rapat-rapat hari H, Tempo, 16 April 2006, mendapatkan bocoran bahwa kejaksaan telah membeli tiga peti mati dan tiga stel jas untuk para terpidana mati tersebut.

Sementara itu, dalam Laporan Utamanya, Gatra edisi 22 April 2006, juga mencoba mengupas perkara Tibo cs. Majalah ini menilai, kepastian eksekusi ketiga terpidana mati itu semakin kabur. Berbagai aksi untuk menunda dan menolak eksekusi Tibo, maupun yang menginginkan eksekusi segera dilakukan merebak di mana-mana. Situasi malah menjadi runcing karena ketidakpastian itu.
Yang lebih mengejutkan lagi, Tibo mengajukan 16 nama baru yang menurutnya adalah aktor utama. Ia dan kedua rekannya mengaku dijebak dan dijadikan sebagai tumbal.

Beberapa kesaksian dalam persidangan terdahulu, seperti ditulis Gatra, bahkan ada yang meringankan Tibo. Saksi Untung dan Sutarmin, misalnya, tak pernah melihat ketiga terpidana mati itu membunuh warga muslim di tepi sungai Poso, seperti dituduhkan.

Keterangan sumir
Jika Gatra lebih menyoroti kasus ini lebih umum dari segala sudut, Tempo memilih untuk menyorot lebih dekat. Majalah ini melakukan wawancara dengan Tibo cs di Lapas Petobo, Palu. Tempo juga mencoba mengontak orang-orang dalam daftar 16 nama yang disebut Tibo sebagai aktor utama. Sayangnya, mereka menolak diwawancarai. Hanya Tibo cs yang masih bersedia diwawancarai wartawan.

Dari wawancara dengan Tibo, Da Silva dan Riwu, Tempo mendapatkan keterangan bahwa dalam tahap penyidikan, sebetulnya Tibo sudah akan membeberkan ke-16 nama itu. Namun, ada upaya mencegah dirinya buka mulut. Sehingga, saat ia baru mengungkapkannya sekarang, ia dituduh mengarang cerita.

Menurut Tibo cs, mereka sama sekali tidak ikut membantai orang-orang muslim dalam konflik Poso, 28 Mei 2000. Dalam peristiwa itu, 200 orang tewas, kebanyakan adalah penghuni Pesantren Walisongo yang diserang. Tibo cs berada di tempat kejadian karena dijebak. Dan saat terjadi kerusuhan, hanya berusaha menyelamatkan anak-anak yang terjebak di tengah kerusuhan.
Menurut polisi, keterangan tentang 16 pelaku utama itu masih sumir. Karena ternyata Tibo pun mendapatkannya berdasarkan keterangan seseorang yang kini tak ketahuan rimbanya.

Pemeriksaan polisi terhadap nama-nama tersebut juga tidak menghasilkan bukti atau keterangan baru. Polisi akan membatalkan eksekusi jika ada yang sukarela bersaksi untuk menunjukkan pelaku utama pembantaian Mei 2000 itu, sekaligus membuktikan bahwa Tibo tidak bersalah.
Saat ini, ketiga terpidana itu masih menunggu kepastian. Entah kapan eksekusi dilakukan. Mereka tetap bersikukuh menyatakan tidak bersalah. RH (Berita Indonesia 13)***


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com