Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hukum Misteri Lima Juta Dolar
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Misteri Lima Juta Dolar

E-mail Print PDF

ECW NeloeKini Neloe harus menghadapi tuduhan pencucian uang oleh Pemerintah Swiss. Rekeningnya masih diblokir.

Meski telah divonis bebas, ECW Neloe tidak serta merta bernapas lega.Mantan Dirut Bank Mandiri itu harus menghadapi dugaan tindak pidana lainnya. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Swiss kini tengah menyelidiki dugaan praktik pencucian uang, menyusul transfer dana ke rekeningnya di salah satu bank di negara itu sebesar lima juta dolar AS.

 

Berita tentang Neloe masih menjadi santapan media massa. Harian Bisnis Indonesia, 1 Maret 2006, bahkan menjadikannya headline dengan judul “Swiss Usut Rekening Neloe.”
Meski tidak disebutkan sejauh mana Pemerintah Swiss menyidik kasus tersebut maupun besarnya aset yang dimiliki Neloe, rekening itu ternyata sudah dibekukan sejak mantan bankir itu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi di Bank Mandiri tahun lalu.

Menurut Ketua Tim Pemburu Koruptor (TPK) Kejaksaan Agung, Basrief Arief, meski Neloe divonis bebas, pemblokiran rekening tetap dilakukan. Kejaksaan Agung tengah melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung atas putusan bebas tersebut.

Berkaitan dengan upaya Pemerintah Swiss dalam penyelidikan itu, Kejaksaan Agung segera menggalang kerja sama dengan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK). Kerja sama juga akan ditempuh  dengan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, untuk mengorek informasi asal-usul aliran dana yang masuk ke rekening Neloe.

Neloe dan dua mantan direktur Bank Mandiri, I Wayan Pugeg dan M. Sholeh Tasripan, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diketuai Gatot Suharnoto dalam kasus korupsi pemberian kredit Bank Mandiri kepada PT Cipta Graha Nusantara, yang merugikan negara Rp 160 miliar.

Komisi Yudisial kini tengah memfokuskan pemeriksaan Gatot Suharnoto dkk atas pilihan undang-undang yang dipakai membebaskan ketiga terdakwa.

Sementara itu, pengacara Neloe, Juan Felix Tampubolon menanggapi tetap diblokirnya rekening Neloe sebagai reaksi sikap emosional pihak kejaksaan atas vonis bebasnya Neloe.

Seperti dikutip Kompas, 1 Maret 2006, ia menduga semula rekening diblokir untuk memudahkan pengembalian kerugian negara jika hakim menjatuhkan vonis bersalah kepada Neloe. Sekarang ia mempertanyakan dugaan pencucian uang terhadap kliennya.

Target Tim Pemburu Koruptor dalam memburu aset koruptor di dalam dan di luar negeri memang tak main-main. Harian Indo Pos, pada hari yang sama, melaporkan bahwa selain membantu Pemerintah Swiss dalam penyelidikan aset Neloe, TPK juga masih memburu aset-aset para koruptor lainnya. TPK telah merilis daftar 10 pengemplang uang negara yang menjadi prioritas untuk diburu. Ke-10 orang dalam kategori big fish itu diduga saat ini masih ada di luar negeri.RH (Berita Indonesia 10)***


Memburu Aset Koruptor
Basrief Arief dan timnya mengaku hingga kini baru berhasil mendapatkan Rp 2 triliun – Rp 2,5 triliun yang bisa dikembalikan kepada negara, yakni dari Bambang Sutrisno, Adrian Kiki Ariawan dan Hendra Rahardja. Padahal, target TPK adalah Rp 7 triliun.

 

Di Hongkong, dilaporkan–Bisnis Indonesia, TPK melacak aset alm. Hendra Rahardja, mantan Preskom Bank Harapan Sentosa, senilai 9,3 juta dolar AS. Sementara di Swiss, yang diburu adalah aset Irawan Salim, mantan bos Bank Global, senilai Rp 500 miliar. ECW Neloe tengah diselidiki karena diduga memiliki rekening di Swiss sebesar 5 juta dolar AS. Ketiga aset itu kini diblokir.

Swiss memang menjadi favorit bagi para koruptor. Dana mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos ditaksir 414 dolar AS. Ketika disita sebagian oleh Pemerintah Filipina pada 2003, sudah membengkak menjadi 683 dolar AS.

Mantan PM Pakistan Benazir Bhutto juga dibekukan 12 rekeningnya, yang ditaksir 80 juta dolar pada tahun 1997.RH (BI 10)***


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com