Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hukum Vonis Terberat Untuk Sang Koruptor
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Vonis Terberat Untuk Sang Koruptor

E-mail Print PDF

Seusai Sidang: Dua terdakwa kasus BNI, Dicky menyusul.Dicky Iskandardinata  divonis 20 tahun penjara. Catatan kejahatannya memberatkan. Jika ada orang yang tak pernah kapok meski telah dijatuhi hukuman, Dicky Iskandardinata salah satunya. Sebelum disidangkan dalam perkara pembobolan Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,2 triliun, Bos PT Brocolin International itu pernah menjalani hukuman 10 tahun penjara dalam perkara tindak pidana di Bank Duta.

Kini ia divonis 20 tahun penjara. Namun sebelumnya, seperti diberitakan Kompas, 7 Juni 2006, Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menuntut pria yang bernama lengkap Achmad Sidik Mauladi Iskandardinata ini dengan hukuman mati dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan.

Tuntutan tersebut merupakan tuntutan hukuman mati pertama dalam perkara pembobolan Bank BNI Cabang Kebayoran Baru oleh Grup Gramarindo. Tuntutan terberat sebelumnya adalah hukuman penjara seumur hidup terhadap mantan konsultan investasi perusahaan Grup Gramarindo Adrian Herling Waworuntu dan mantan Kepala Bidang Pelayanan Nasabah Luar Negeri Bank BNI Cabang Kebayoran Baru Edy Santosa. Majelis hakim akhirnya memvonis penjara seumur hidup terhadap keduanya.
Dilaporkan Indo Pos, 7 Juni 2006, Dicky terbukti melakukan korupsi dengan menikmati uang Rp 49,2 miliar dan 2,99 juta dolar AS hasil pencairan L/C fiktif BNI Kebayoran Baru.

Menurut JPU, terdakwa sengaja menempatkan kekayaan yang diketahui atau patut diduga diketahuinya sebagai hasil tindak pidana ke dalam penyedia jasa keuangan. Baik atas nama sendiri atau pihak lain dengan maksud menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diketahuinya sebagai hasil tindak pidana.
Masih menurut JPU, ketika diberitakan media massa bahwa di PT Brocolin International ditemukan aliran dana hasil penjualan L/C fiktif BNI itu, Dicky bersama Suharna, Agus Julianto dan Marhaeni Atmandiyah (tiga stafnya yang telah dituntut enam tahun) melakukan analisis laporan hasil audit BNI dan dokumen pembukuan transaksi keuangan yang baru, seolah-olah dokumen pembukuan tersebut benar.

Pengacara Dicky, Augustinus Hutajulu, menyatakan uang yang masuk ke PT Brocolin bukan berstatus uang negara meski uang itu berasal dari hasil pembobolan BNI lewat Gramarindo. Dalihnya, dalam UU Anti Korupsi definisi uang negara adalah uang yang ditempatkan di BUMN atau lembaga pemerintahan.

Salah satu hal yang memberatkannya dalam perkara ini adalah Dicky merupakan residivis, sebab sebelumnya pernah dihukum berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan tetap dalam perkara pidana Bank Duta, yang membuatnya menjalani hukuman penjara selama 10 tahun. Bahkan dalam perkara itu, Dicky tidak membayar uang pengganti sebesar Rp 811,342 miliar.

Menurut Kompas, vonis uang pengganti yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 26 Juni 1991 kepada Dicky saat itu merupakan yang terbesar yang pernah dijatuhkan hakim. Korupsi yang dilakukannya saat itu juga merugikan negara sampai 419,6 juta dolar AS.RH (Berita Indonesia 16)

Sepak Terjang Dicky Iskandardinata

  • 1971-1979 Bankir sebuah bank asal AS.
  • 1979-1990 Bankir di Bank Duta hingga jadi direktur.
  • 1990-1998 Kalah valas, Bank Duta rugi Rp 800 miliar.
    Ia divonis 10 tahun penjara.
  • 2003-2005 CEO Brocolin International, konsultan Grup Gramarindo.
  • 13 Mei 2005 Ditangkap penyidik Mabes Polri. Dituduh terlibat
    money laundering hasil pembobolan BNI Rp 1,3 triliun.

Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com