Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hukum Dan Ustadz Ba’asyir Pun Menang
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Dan Ustadz Ba’asyir Pun Menang

E-mail Print PDF

Mahkamah Agung membebaskan K.H Abu Bakar Ba’asyir dari tuduhan teroris. RENCANA GUGAT BALIK: Pemerintah akan digugat untuk merehabilitasi nama KH Abu Bakar Ba’asyirPondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, tengah dilanda sukacita karena putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan pimpinan mereka, Kyai Haji Abu Bakar Ba’asyir.

Dalam putusan tersebut, seperti dilaporkan Koran Tempo, 22 Desember 2006, majelis PK membebaskan Ba’asyir yang biasa disapa Ustadz Abu oleh para pengikutnya, dari segala dakwaan jaksa. Majelis tidak menemukan ada hubungan langsung dari sang ustadz dengan kasus Bom Bali I dan Bom JW Marriot. Sehingga, Ba’asyir tidak terbukti sebagai teroris.

Koran Tempo pada edisi Sabtu, 23 Desember 2006, kembali menjadikan Abu Bakar Ba’asyir sebagai headline. Dengan judul “Ba’asyir Tak Akan Direhabilitasi”, harian ini melaporkan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa pemerintah tidak perlu merehabilitasi nama Abu Bakar Ba’asyir setelah MA menyatakan dia tidak terlibat aksi terorisme. Menurut Kalla, pemerintah tidak pernah menghukum Ba’asyir. Yang menghukum adalah pengadilan.

Permintaan agar pemerintah merehabilitasi Ba’asyir disampaikan Achmad Michdan penasihat hukum sang Ustadz, dari Tim Pembela Muslim. Pernyataan Kalla itu, menurut Michdan, bisa menjadi amunisi pihaknya untuk menggugat balik. Pengadilan tidak akan mengadili seseorang jika tidak ada yang mengajukannya ke pengadilan. Pihak yang menyeret-nyeret Ustadz Abu harus memulihkan nama baiknya. Pemerintah itu bisa saja polisi atau instansi lain.

Sementara itu, baik pihak Kejaksaan Agung maupun Kepolisian menyatakan siap digugat.
Sementara itu, Koran Tempo juga menurunkan laporan mengenai Australia yang marah karena pembebasan Ba’asyir. Menurut laporan tersebut, Perdana Menteri Australia John Howard atas nama 88 warga Australia yang tewas dalam peledakan bom Bali 2002 menyatakan marah atas pembebasan sang Ustadz. Ia bermaksud menyampaikan kekecewaannya melalui jalur diplomatik.

Polemik juga timbul di negeri kanguru itu. Pemimpin baru oposisi dari Partai Buruh, Kevin Rudd, menyatakan seharusnya pemerintah Australia membantu menekan Amerika Serikat agar memberikan akses kepada Indonesia untuk menghubungi Hambali. Menurutnya, Hambali yang kini ditahan Amerika, punya bukti yang menentukan.

Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer berang mendengar kritik Rudd. Dia menuduh Rudd hanya menjadikan isu itu sebagai tunggangan politik. RH (Berita Indonesia 29)


Perjalanan Kasus Ba’asyir:

  • 12 Oktober 2002
    Bom meledak di Bali
  • 18 Oktober 2002,
    Ba’asyir menjadi tersangka tiga kasus: bom Bali, upaya pembunuhan Presiden Megawati dan bom Natal.
  • 12 Agustus 2003
    Jaksa menuntut Ba’asyir 15 tahun penjara.
  • 3 September 2003
    Ba’asyir divonis empat tahun penjara karena makar dan pelanggaran imigrasi.
  • 9 Maret 2004
    Mahkamah Agung memvonis Ba’asyir 18 bulan penjara hanya karena pelanggaran imigrasi.
  • 30 April 2004
    Polisi menahan lagi Ba’asyir. Bukti yang diyakini polisi adalah surat dari Gubernur Akademi Militer Jamaah Islamiyah Habib Ibrani untuk Syekh Abu Somad, nama lain Ba’asyir. Surat itu menyebut Abu Somad sebagai Amir Al-Jamaah Islamiyah.
  • 28 November 2004
    Ba’asyir kembali disidangkan dan dituduh terlibat bom Bali I dan bom di Hotel JW Marriot serta penimbunan bahan peledak di Semarang.
  • 3 Maret 2005
    Ba’asyir divonis 2 tahun 6 bulan penjara karena bermufakat dalam bom Bali I saja.
  • 3 Agustus 2005
    Mahkamah Agung tetap memvonis 2 tahun 6 bulan penjara.
  • 31 Oktober 2005
    Ba’asyir mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) berbekal bukti baru: kesaksian Amrozi yang tak mengakui keterlibatan Ba’asyir dalam bom Bali.
  • 14 Juni 2006
    Ba’asyir bebas dari LP Cipinang
  • 21 Desember 2006
    Mahkamah Agung mengabulkan PK Ba’asyir.

Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com