Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hiburan Punk Band Pemberi Inspirasi
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Punk Band Pemberi Inspirasi

E-mail Print PDF

MxPx sudah menjadi inspirasi (thought provoking) bagi banyak orang terutama kawula muda yang gemar aliran punk.

Album Secret Weapon (2007)Masih lekat dalam ingatan, kebiasaan seorang teman saya mengoleksi album kaset yang diperoleh dari pasar loak di pinggir jalan Jatinegara Timur, Jakarta. Dengan gayanya yang khas ‘anti-kemapanan’ (baca juga: sederhana), ia mengoleksi kaset-kaset band MxPx yang entah bagaimana banyak beredar di sana. Padahal saat itu, sekitar tahun 97-an, grup musik punk-rock ini masih sangat jarang ditemukan di toko-toko penjualan kaset resmi. Saat itu, ia berhasil ‘mengumpulkan’ beberapa album MxPx seperti Pokinatcha, Teenage Politics, Life in General, Let it Happen dan The Everpassing Moment.

Beberapa lagu sempat menjadi lagu ‘theme’ yang sering kami bahas saat kuliah. Salah satunya lagu berjudul ‘Want Ad’ dari album “Pokinatcha”. Lagu ini boleh dibilang lagu yang mewakili impian pria jomblo akan gadis idamannya. I need the kind of girl that knows… a girl that likes to wear my clothes… somone who always buys me coke… someone who laughs at all my jokes… that’s the girl that i want to see fall in love…

Selain mengusung tema cinta yang ringan dan tidak cengeng, lirik-lirik lagu MxPx penuh dengan pesan-pesan positif agar tidak mudah menyerah, bangkit dari kegagalan, dan menghargai hidup. Lirik-lirik yang vulgar, rasis, penuh makian yang diusung grup musik punk lainnya tidak kami jumpai di MxPx.

Pengalaman sepuluh tahun lalu ini kembali teringat saat mengetahui MxPx akhirnya menggelar konsernya di Jakarta pertengahan Januari 2008 lalu. Kami berkesempatan menyaksikan konser yang menjadi pembuka rangkaian tur keliling dunia MXPX berlangsung hingga 7 Juni mendatang dengan tajuk “Secret Weapon Tour 2008”. Tur ini dirancang dalam rangka memperkenalkan album ke-16 MxPx.

Penampilan MxPx dibuka dengan sejumput lirik dari refrein lagu baru berjudul Secret Weapon yang dinyanyikan dengan suara tinggi. Sekitar 2.000 penonton yang memenuhi Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, menjadi ‘gokil’ dengan menari, melompat-lompat dan ber-moshing ria. Penonton di tribun, yang sebelumnya lebih banyak duduk, ikut berdiri dan meloncat-loncat. Take back the stolen years, the truth will set you free ; Don’t lady down and lie, shut down the fallacies; Throw all of your fears into the sea; You are your own secret weapon; It’s all up to you, to come out swingin’; It’s all up to you! (Rebut kembali tahun-tahun yang hilang, kebenaran akan memerdekakanmu; Jangan membohongi diri sendiri, hentikan semua pikiran yang salah; Buang semua ketakutanmu ke dalam laut).

Kemudian disambung dengan lagu-lagu seperti ‘Shut It Down’, ‘Here’s to the Life’, ‘Drowning’, ‘You’re on Fire’, dan ‘Never Better Than Now’. Selain dari album baru, MXPX membawakan lagu-lagu dari album sebelumnya, seperti Chick Magnet dan Responsibility. Sebagai lagu terakhir, mereka membawakan hit yang berasal dari album Teenage Politics, Punk Rock Show. Singkat cerita, semua penonton tersenyum puas setelah konser MxPx ini berakhir.

Band yang dibentuk tahun 1993 di Bremerton, Washington ini terdiri dari tiga orang punkers, Mike Herrera (bas, gitar, dan vokal), Yuri Ruley (drum dan vokal latar), Andy (gitaris pertama MxPx) yang waktu itu masih SMU.

MXPX dengan gayanya yang khas saat konser di Jakarta

Kesukaan Andy pada kaus bermotif kotak-kotak menjadi inspirasi nama band mereka, Magnified Plaid - sebenarnya mereka pun tidak menyukai nama ini hingga mereka singkat menjadi M.P. Tapi di tangan Yuri yang juga menjabat sebagai desainer dari poster/flyer konser awal mereka, nama ini berubah jadi MxPx yang bertahan sampai sekarang.

Waktu anak muda seusia mereka baru punya SIM, mereka sudah merilis debut album mereka, ‘Pokinatcha’ di bawah Tooth and Nail Records (disingkat T&N Records), yang dengan cepat menjadi album best-seller Tooth and Nail tahun 1995. Tapi setelah debut album mereka keluar, karena beberapa hal, posisi Andy digantikan oleh Tom Wisniewski. Formasi Tom dan Yuri ternyata klop banget dalam bermusik - mungkin salah satu alasannya karena Tom sempat menjadi drummer selama setahun, dalam band lain.

Lewat ‘Pokinatcha’, MxPx menjadi terkenal di komunitas skate/surf dan punk underground yang dengan cepat diikuti oleh ‘Teenage Politics’ dengan hit single-nya “Teenage Politics”. Tidak lama kemudian mereka diwisuda (SMU) dan hanya 2 hari setelahnya, MxPx pergi tur keliling AS pertama.

Jalan menuju sukses semakin terbuka ketika album ke-5 ‘Life In General’ dirilis tahun 1997, ketika label A&M Records tertarik dan kemudian bekerjasama dengan T&N Records merilis ulang album tersebut. Album ini menghasilkan klip “Chick Magnet” yang sering diputar di MTV dan membawa MxPx tur dengan band-band seperti Rancid, Bad Religion dan NOFX. Bahkan album ini juga dirilis oleh perusahaan rekaman Indonesia, setelah sebelumnya, hampir semua album mereka sudah beredar secara underground (penjual kaset bajakan di pinggir jalan) di Indonesia. Album terbaru mereka Secret Weapon dirilis tahun 2007 lalu. MLP (BI 55)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com