Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hiburan Walk The Talk : Asyik Belajar Bahasa Inggris
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Walk The Talk : Asyik Belajar Bahasa Inggris

E-mail Print PDF

RAMAH: Jason Daniels naik ojekSebagai sebuah tontonan, reality show ini berbeda dengan reality show kebanyakan yang semangatnya sekadar “mengerjai”, membuat malu, atau mengeksploitasi persoalan pribadi orang lain demi mengejar rating.

Dalam sebuah episode, Jason Daniels menghampiri tukang ojek, sopir angkot, dan penumpang angkutan umum. Satu adegan menggambarkan sopir angkot berusia 50an tahun yang mengaku sudah menjalani profesinya selama 60 tahun. Saat diminta mengucapkan bahasa Inggris, ternyata dia salah mengucapkan 16 menjadi 60 dalam bahasa Inggris. Dalam adegan lain, ada pula hal-hal lucu yang muncul seperti ada yang berbahasa Inggris patah-patah dengan logat daerah.

Semua yang diucapkan Jason dalam bahasa Inggris langsung dia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di layar kaca, muncul teks berbahasa Inggris dan terjemahannya sehingga memudahkan pemirsa mengikuti setiap ucapan Jason.

Selama perjalanan, dia menyapa sejumlah orang, mulai tukang ojek, sopir taksi, penumpang bus transjakarta, hingga petugas museum, dengan sapaan hangat, “How are you today, apa kabar?” ujar Jason kemudian mengajak bercakap dalam bahasa Inggris. Jika yang diajak bicara salah ucap, Jason membimbingnya untuk mengucapkan kata yang dimaksud dengan benar.

Jika struktur kalimat atau tata bahasa yang digunakan seseorang salah, muncul suara ting-tong di televisi. Kemudian, muncul kalimat dalam struktur dan tata bahasa yang benar. Begitulah, orang yang diajak berbicara oleh Jason tidak menyadari bahwa mereka sedang dilatih berbahasa Inggris. Sementara pemirsa di rumah mengetahui bagaimana bercakap bahasa Inggris dengan benar.

Perjalanan Jason ‘mengajarkan’ bahasa Inggris itu adalah adegan salah satu episode Walk The Talk, acara pelajaran bahasa Inggris terbaru yang ditayangkan Trans7 setiap Minggu pagi. Bentuk acaranya gabungan antara jalan-jalan dan reality show.

Sebagai sebuah tontonan, reality show ini juga menarik dan memiliki bobot edukasi. Setidaknya, Walk The Talk berbeda dengan reality show kebanyakan yang semangatnya sekadar “mengerjai”, membuat malu, atau mengeksploitasi persoalan pribadi orang lain demi mengejar rating.

Dalam Walk The Talk, orang gembira bercakap-cakap dengan Jason. Maklum, Jason mudah akrab, kocak, dan berusaha membesarkan hati orang yang diajaknya berbicara. Bila Anda belum sempat melihat Walk the Talk, bayangkan saja kelucuan Jason ketika menjadi presenter Bule Gila. Komunikasi dengan orang yang kemampuan bahasa Inggrisnya cetek pun bisa terjalin mengingat Jason fasih berbahasa Indonesia.

Walk The Talk adalah bagian dari program bantuan Pemerintah AS untuk Indonesia. Program edukasi ini mulai disiarkan di saluran televisi Trans-7 setiap hari Minggu pukul 10:00 pagi mulai tanggal 26 April 2009.
Program yang diproduksi oleh Paradigma Films ini dirancang untuk membantu mengajarkan bahasa Inggris dengan acara yang menghibur dan lain dari yang lain. Pembawa acara akan mengajak pemirsa ke berbagai tempat di Indonesia dan menggunakan kosa kata bahasa Inggris praktis dan kalimat yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Setiap episode memiliki tema khusus, seperti transportasi umum, kesenian, kewirausahaan sosial, arsitektur, pertanian, olahraga, yang akan membantu pemirsa mempelajari berbagai frasa dan kosa kata penting dalam bermacam-macam situasi.

Jason Daniels sendiri adalah aktor, presenter, dan pembawa acara “Walk the Talk”. Ia pernah tampil di beberapa acara komedi situasi, sinetron, dan FTV, termasuk Sinetron Upik Abu dan Laura, di mana ia berperan sebagai ayah Cinta Laura. Jason pindah ke Indonesia untuk mengajar Bahasa Inggris 12 tahun yang lalu, dan sangat fasih berbahasa Indonesia.

Sebelum Walk The Talk, Kedubes AS pernah memiliki program FUNtastic Squad yang ditayangkan di TVRI sejak awal tahun 2008. Kini program itu telah dihentikan.

Sebagaimana acara lainnya, pelajaran bahasa Inggris di televisi mengalami perubahan kemasan dari tahun ke tahun. Anda yang besar pada tahun 1980-an mungkin masih ingat dengan pelajaran bahasa Inggris yang dibawakan Nisrina Nur Ubay dan Anton Hilman di TVRI. Saat itu, kemasan acara pelajaran bahasa Inggris masih sangat sederhana. Nisrina dan Anton bertindak sebagai guru yang dengan sabar memaparkan pelajaran bahasa Inggris secara monolog kepada pemirsa di rumah. Tidak ada sesi tanya jawab.

Tahun 2000-an, pelajaran bahasa Inggris di televisi mulai berkembang, cair, sekaligus menghibur. Ada English for Fun yang berupa kuis, Battle of Wits berupa debat. Tahun 2008, muncul FUNtastic Squad yang menggabungkan antara kuis dan debat. Munculnya Walk The Talk membuat kemasan pelajaran bahasa Inggris di televisi makin beragam dan lebih kaya. RIE (Berita Indonesia 67)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com