Negeri ini seolah tak pernah henti ditimpa bencana alam. Belum hilang trauma warga DIY dan Jawa.
Tengah akibat gempa bulan lalu, kini giliran pesisir pantai selatan diterjang gempa yang diikuti gelombang tsunami. Ratusan nyawa melayang di berbagai daerah mulai dari Pantai Pangandaran, Garut, Kebumen hingga Cilacap Jawa Tengah. Ratusan rumah dan ribuan hektar lahan pertanian luluhlantak di goncang gempa dan terjang tsunami.
Berbagai musibah tersebut tentunya mengudang simpati dari berbagai pihak dalam upaya menyelamatkan dan membantu korban. Salah satu komponen terdepan yang cepat tanggap dan peka terhadap nasib para korban gempa adalah para prajurit Sapta Marga TNI. Sesaat setelah terjadi gempa Panglima TNI Masekal TNI Djoko Suyanto, langsung memerintahkan Pangdan III/Siliwangi Mayjen TNI Sriyanto dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Agus S untuk segera mengerahkan personilnya yang berada di sekitar daerah bencana guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah.
Pangdam dan Asintel Kasdam III/Siliwangi, langsung berada di daerah bencana di Pangandaran untuk mengendalikan proses pemberian bantuan kepada korban yang tertimpa musibah.
Selain mengerahkan 1.392 personil, TNI juga mengerahkan 5 unit ambulance, 3 unit dump truk, 5 unit truk, 2 tenda kesehatan, 1 unit becho, 1 unit loader, 2 dapur lapangan, 200 bual velbet, 3 buah jenset dan 8 boks obat-obatan sebagai bantuan awal.
Sementara itu TNI AU dengan menggunakan pesawat Foker 27, segera melakukan foto udara di sekitar daerah bencana, termasuk mengajak serta beberapa wartawan untuk mengambil gambar pada daerah bencana. Selain itu TNI AU juga menyiagakan 1 Colibri dan 1 Puma di Linud Wiryadinata Tasikmalaya dan satu tim SAR Paskhas yang berkekuatan 22 orang personil.
TNI bertekad akan selalu siap dan bergerak cepat membantu para korban gempa, karena itu merupakan tugas pokok TNI yang diamanatkan oleh UU selain perang.SB (Berita Indonesia 18)
Bila Anak Berlibur Bersama Tentara
Siapa kita? “Army!” Teriakan bersahutan tersebut terdengar berkali-kali, memecah kebisingan suara pengunjung di Taman Rekreasi Air Water Boom, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, akhir pekan lalu.
Saat dicari tahu, teriakan tersebut ternyata berasal dari suara anak-anak peserta Camp Army Holiday yang sedang berlatih layaknya seorang tentara.
Tidak tanggung-tanggung. Acara yang ditujukan untuk mengisi liburan sekolah itu diarahkan langsung oleh perwira dan bintara anggota Ajudan Jenderal Kesatuan Komando Strategi dan Cadangan TNI Angkatan Darat (AJ Kostrad), Jakarta.
“Meskipun dipimpin langsung oleh anggota TNI, kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk mendidik anak secara keras saja. Kegiatan ini justru kita rancang untuk meningkatkan kedisiplinan dan kemandirian mereka,” ujar Managing Director PT Lintas Agung Wisata, Apriyansyah, selaku penyelenggara, di sela-sela kegiatan tersebut.
Kegiatan yang melibatkan personel TNI tersebut diharapkan dapat berdampak positif terhadap sikap dan kepribadian anak-anak. Kegiatan itu merupakan hasil kerja sama dengan Kostrad dan Water Boom Lippo Cikarang, dan rencananya akan diselenggarakan secara rutin di masa mendatang. “Bisa sebulan sekali, atau dua bulan sekali,” kata Agung, yang dalam kegiatan tersebut melibatkan 34 anak berusia 7-15 tahun. SB (Berita Indonesia 18)
| < Prev | Next > |
|---|



