Majalah Berita Indonesia

Thursday, Sep 09th

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Hankam Putin Datang,TNI Segar

Putin Datang,TNI Segar

E-mail Print PDF
User Rating: / 0
PoorBest 

Memodernisasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) bagi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia bukan lagi menjadi impian, setelah Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin datang ke Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Vladimir PutinSebagian alutsista yang dimiliki TNI sudah usang termakan usia. Namun, tidak lama lagi alutsista itu secara bertahap segera dimodernisasi setelah Presiden Rusia, Vladimir Putin menandatangani MoU dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyatakan, pihak Rusia memberikan pinjaman senilai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 9,4 triliun, berupa soft loan sistem kredit dengan bunga 5,2 persen untuk jangka waktu selama 7-8 tahun mendatang. Dana segar itu rencananya dibelanjakan untuk memprioritaskan pengadaan alutsista TNI yang jauh tertinggal dengan negara maju. Pembelian alat militer milik Rusia ini kemungkinan dijajaki dengan pembayaran hasil tambang.

Namun, Panglima TNI menampik dana segar yang dipinjamkan oleh negara yang dijuluki “Beruang Merah” itu belum mampu mencukupi kebutuhan alat utama sistem persenjataan militer. Sebab paling tidak, basis integrasi trimatra dari masing-masing angkatan (TNI AD, AL dan AU) mendapatkan tambahan peralatan militer. TNI Angkatan Laut mendapatkan kapal selam Kilo Class dan 20 unit tank amfibi. TNI Angkatan Udara memperoleh perlengkapan pesawat sukhoi enam unit yang kini sudah satu kuadron (16 unit) yang dibeli sebelumnya serta paket peralatan aviotik. Sedangkan matra TNI Angkatan Darat memperoleh 10 unit helikopter jenis Mi-17 V5 dan lima helikopter Mi-35 P.

Atas terpenuhinya kebutuhan militer dengan alutsistanya, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengimbau Markas Besar TNI menyusun rencana strategis dan postur pertahanan sesuai dengan siklus anggaran lima tahunan.

Selain mengucurkan dana bersifat kredit di bidang alutsista, disepakati  juga kerjasama bidang militer lainnya dengan negara ‘beruang merah’ itu. Diantaranya pertukaran perwira, program pendidikan dan latihan antarkedua negara. Begitu juga dengan penggunaan fasilitas di Biak Numfor, Papua sebagai tempat peluncuran satelit Rusia.

Kerja sama RI dengan Negara Rusia di bidang pertahanan dirintis Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mengadakan kunjungan ke Moskow, Rusia, Januari tahun lalu. Pada pertemuan itu kedua kepala negara bersepakat mengikat kerja sama di beberapa bidang yang salah satunya adalah bidang pertahanan. Pihak Rusia berjanji kepada pemerintah Indonesia untuk mengucurkan dana pinjaman dalam kurun waktu 2006 s/d 2010 mendatang.

Salah satu pesawat Sukhoi milik TNI AU

Kedatangan Vladimir Putin ke Indonesia (6/9), merupakan kunjungan balasan. Presiden SBY menilai kehadiran Vladimir Putin ini merupakan kunjungan bersejarah. “Ini baru pertamakali Presiden Rusia melakukan kunjungan ke Indonesia,” kata SBY yang berharap kerjasama ini terus meningkat di masa mendatang antara Indonesia dengan Rusia.

Presiden SBY saat kembali dari menghadiri KTT APEC di Australia secara tegas menyatakan tidak perlu ada kehebohan dalam pembelian senjata dari Rusia. Apa yang dilakukan bukan untuk memacu perlombaan senjata, tetapi justru Indonesia ingin membenahai alutsistanya yang selama ini sudah jauh tertinggal.
Presiden meminta negara-negara lain untuk tidak terlalu mencurigai langkah yang ditempuh Indonesia dalam memperbaiki alutsistanya. Perbaikan itu bukan untuk kepentingan agresi, melainkan untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Embargo senjata yang pernah dilakukan negara-negara Barat membuat kemampuan TNI menjadi sangat terbatas. Bahkan untuk operasi kemanusiaan, seperti saat terjadi bencana alam, TNI tidak bisa menjalankan tugasnya secara optimal.

Mengenai pilihan membeli persenjataan Rusia, menurut Presiden, hal itu sebagai bagian dari langkah diversifikasi agar Indonesia tidak terlau bergantung pada satu negara. RON,SP (BI 47)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_1_55.jpg
Jakarta butuh langkah revolusioner untuk mengatasi masalah banjir. Sebab terbukti, setiap langkah tambal sulam tak cukup ampuh
utama_2_65.jpg
Persaingan antarparpol pada Pemilu 9 April 2009 diperkirakan semakin ketat dibanding Pemilu 2004 dan 1999. Sebanyak 38 partai nasional dan

Visi Berita

visi_19.jpg
Jangan-tangan para petinggi Israel yang berlumuran darah, menodai kawasan pengembaraan nenek moyang mereka sejak
visi_18.jpg
June shock boleh juga satu saat menggeser hebohnya April mop. Tanggal 29 Juni lalu, para pemirsa benar-benar tersentak

Lentera

lentera_3_39.jpg
Al-Zaytun, pusat pendidikan terpadu yang tak pernah tidur! Saban hari, siang dan malam, terus berkarya untuk membangun
lentera_1_34.jpg
Kampus Al-Zaytun dan Ditjen PLS DepdiknasKonsistensi dan tekad Al-Zaytun memajukan dunia pendidikan rupanya tiba pula
Share/Save/Bookmark