Reformasi di tubuh TNI terus bergulir. Pekan lalu Mabes TNI memutasi sejumlah perwira tingginya.
Sejumlah perwira tinggi (Pati) mengalami mutasi jabatan yang dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep 393/XI/2006, tanggal 8 November. Beberapa di antaranya termasuk mereka yang memegang tongkat komando.
Pangdam Jaya Mayjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo dipromosi menjadi Sekretaris Menko Polhukam Laksamana (Pur) Widodo AS. Agustadi, lulusan AKABRI 1974, memang sudah menjabat Pangdam Jaya tiga tahun. Dalam kurun waktu tersebut boleh dibilang situasi keamanan Ibukota Jakarta relatif terkendali. Sosok pria yang dekat dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama ini, mampu memberi rasa aman bagi warga ibukota.
Mayjen Agustadi mengganti Laksdya Djoko Sumaryono yang dipromosi menjadi Kepala Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla). Posisi yang ditinggalkan Agustadi diisi oleh Mayjen TNI Lilik AS Sumaryo yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam Bukit Barisan.
Brigjen TNI J. Suryo Prabowo yang tadinya menjabat Kasdam Siliwangi, mendapat promosi menjadi Panglima Kodam Bukit Barisan. Sementara jabatan Kodam Siliwangi yang ditinggalkan Brigjen Suryo ditempati oleh Brigjen TNI Markus Kusnowo yang sebelumnya menjabat Kasgartap I, Jakarta. Posisi Kasgartap I diserahkan kepada Brigjen Nanang Djuana yang tadinya menjabat Wadan Paspampres. Dan jabatan yang ditinggalkan Nanang diisi oleh Kolonel Marinir Muhammad Alfan Baharuddin, yang tadinya menjabat Kaspasmar II Kormar.
Kapendam Jaya Letkol Asep Sapari, memberi konfirmasi bahwa serah terima jabatan Pangdam Jaya dilaksanakan akhir bulan November. Artinya, tatkala Kodam Jaya memperingati ulang tahunnya, 24 Desember nanti sudah dipimpin oleh Pangdam baru, Mayjen TNI Lilik AS Sumaryono.
Pengamat militer MT. Arifin menduga mutasi kali ini diwarnai oleh pertimbangan politik dan keamanan yang cenderung mengarah ke kawasan timur, seperti semakin memanasnya situasi di Poso. Ini merupakan salah satu alasan memilih Agustadi mendampingi Menko Polhukam.
Menurut Arifin, indikasi ini sangat kuat karena jenderal bintang dua kelahiran Surabaya tersebut adalah salah seorang perwira cerdas yang sarat dengan prestasi. “Dia itu lulusan terbaik, penerima Adhi Makayasa 1974,” kata Arifin. SB,SH (Berita Indonesia 26)
Kepedulian Koperasi TNI
Puskop Mabes TNI berencana membangun rumah untuk prajurit dan PNS. Sebuan langkah nyata menuju pemenuhan kebutuhan prajurit.
Pusat Koperasi (Puskop) Markas Besar TNI dalam waktu dekat akan membangun kembali perumahan bagi para anggotanya. Ketua Puskop Mabes TNI, Kolonel CKU M. Afip Zakki, SE, MM, menyampaikan informasi tersebut di sela-sela Rapim Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Hotel Sahid, belum lama ini.
Kata Afip Zakki, koperasi merupakan sarana yang tepat untuk membangun sarana perumahan yang terjangkau, karena koperasi membawa misi khusus bagi anggotanya. Sedangkan para pengembang komersial biasanya lebih condong memikirkan keuntungan bisnis semata.
Afip Zakki juga mengharapkan agar koperasi dapat bangkit kembali, karena koperasi yang dikelola dengan baik memberi faedah besar bagi para anggotanya, juga umumnya perekonomian bangsa. Para anggota mendapat berbagai kemudahan dan SHU dari koperasinya. Afip Zakki menambahkan, Puskop TNI telah banyak berbuat bagi anggotanya, termasuk membangun perumahan bagi prajurit TNI dan PNS, namun karena permintaan terhadap perumahan terus meningkat, maka pembangunannya pun disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada.
Dalam waktu dekat Puskop Mabes TNI akan membangun Komplek Perumahan Mabes TNI Graha Asri Cimanggis, Kota Depok. Lokasinya sekitar 17 KM dari Markas Besar TNI, Cilangkap. Puskop akan membangun sebanyak 2.502 unit rumah dengan berbagai type, mulai dari type 30/72 hingga type 80/135 serta Ruko, type 150/100.
Kebutuhan rumah bagi prajurit dan PNS saat ini mencapai sekitar 10.000 unit. Puskop akan menggandeng Bank Mandiri untuk mendanai pembangunan perumahan tersebut.SB,SH (Berita Indonesia 26)
| < Prev | Next > |
|---|



