Majalah Berita Indonesia

Tuesday, May 31st

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Hankam Doktrin Baru TNI: Tri Dharma Eka Karma
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Doktrin Baru TNI: Tri Dharma Eka Karma

E-mail Print PDF

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki doktrin baru yang mulai berlaku tahun ini. Jika sebelumnya doktrin TNI adalah Catur Dharma Eka Karma, kini menjadi Tri Dharma Eka Karma.

Panglima TNI memberikan keterangan pers usai Rapim TNI didampingi para Kepala Staf.Doktrin baru Tri Dharma Eka Karma yang dihasilkan Rapim TNI 2007 ini semakin menguatkan posisi TNI yang tidak berpolitik. Hal ini sejalan dengan amanat UU No.34 Tahun 2004 tentang TNI.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto usai memimpin Rapim TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Rabu (24/1) lalu, menyatakan, doktrin baru ini dikeluarkan khususnya untuk menegaskan pemisahan Polri dan TNI yang sudah dilakukan sejak tujuh tahun lalu.

Perbedaan paling menonjol dalam doktrin terbaru TNI adalah tidak lagi dimasukkannya doktrin Polri yang dulu menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Doktrin TNI kini hanya gabungan doktrin tiga angkatan, Darat, Laut dan Udara.

Perubahan lain, keberadaan doktrin tentang fungsi dan tugas pokok ABRI (TNI) sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan (hankam) dan kekuatan sosial politik (sospol) juga dihapus. Diganti dengan fungsi pertahanan TNI sebagai kekuatan penangkal setiap ancaman kekuatan militer maupun nonmiliter, penindak setiap ancaman serta pemulihan pascakekacauan perang.

“Dalam doktrin baru, TNI hanya menjadi alat pertahanan, yang dalam menjalankan tugasnya didasari kebijakan dan politik negara sesuai amanat UU. Sedangkan tugas pokok TNI hanya untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” ujar Djoko yang saat itu didampingi Kepala Staf ketiga angkatan.

Dengan demikian, TNI tidak lagi melibatkan diri dalam aktivitas politik dan lebih menekankan pada pembinaan dalam institusi.

Mengenai hak pilih TNI, Djoko menyatakan Rapim TNI 2007 belum membuat keputusan. “Kami masih terus menunggu masukan dari masyarakat maupun lewat study yang dilakukan,” jelasnya. SB,SP (Berita Indonesia 31)


Bhakti TNI di Kongo
Satuan Tugas Kompi Zeni Kontingen Garuda XX-D yang tergabung dalam misi perdamaian PBB, United Nation Organisation Mission in Democratic Republic of Congo (MONUC), berhasil memperbaiki jalan sepanjang 40 km di Kongo selama tiga bulan penugasannya sejak tanggal 4 Oktober 2006.

Informasi yang diperoleh dari Puspen TNI menyebutkan, jalur jalan yang sudah diperbaiki meliputi jalan Beni - Kasindi sepanjang 11 km dari 40 km yang ditargetkan. Mulai dikerjakan sejak tanggal 8 Desember 2006 dengan mengerahkan 48 personel didukung peralatan berat seperti Excavator, dozer, dump truk, becho loader dan walas. Dipimpin Lettu Czi Yudhi dan dukungan pengamanan selama pekerjaan dari Batalyon Infanteri Afrika Selatan dengan kekuatan personel satu Peleton dan satu kendaraan taktis anti personel jenis APV (Anti Personel Vehicle).

Jalur jalan lainnya yang diperbaiki adalah ruas jalan Beni-Butembo dan Lubero sepanjang 30 km dari 110 km yang ditargetkan. Dikerjakan sejak 16 Oktober 2006, mengerahkan 56 personel. Dipimpin Kapten Czi Hendro dan didukung sejumlah alat berat. SB,SP (Berita Indonesia 31)


Kunjungan Kehormatan KSAL Belanda
Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, Senin (22/1) lalu di Mabes TNI Cilangkap, menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut Belanda,Vice Admiral J. W Kelder yang didampingi Cpt. (N) AHL Louter (ATHAN), Cpt. (N) Rjam Ramaekers (Koospri Kasal).

Pada pertemuan tersebut Vice Admiral J. W Kelder melaporkan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto, bahwa pemesanan 4 kapal perang Korvet dalam waktu dekat sudah siap dikirim ke Indonesia. Kasal Belanda juga mengatakan, Tentara Belanda siap untuk bekerja sama dengan TNI terutama bidang pelatihan untuk kapal perang tersebut.

Panglima TNI menyambut baik kunjungan Kasal Belanda dan mengucapkan terima kasih atas tawaran kerjasamanya di bidang pelatihan kapal perang Korvet yang sebentar lagi akan dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.

Dalam pertemuan tersebut Panglima TNI didampingi Wakasal Laksdya TNI Waldi Murad, Asintel Kasum TNI Mayjen Edy Budianto, Kapuspen TNI Laksda TNI Moh. Sunarto dan Perwira Pendamping (Laksma TNI Hardiwan).

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Belanda pada tanggal 20 s/d 21 Januari melakukan pelayaran bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Slamet Soebijanto dengan menggunakan kapal perang Tromps milik Tentara Belanda di Laut Jawa dan mengadakan upacara tabur bunga atas Pejuang Tentara Belanda yang gugur dalam perang melawan tentara Jepang. SB,SP (Berita Indonesia 31)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com