| Article Index |
|---|
| Tendangan Tanpa Bayangan |
| Kutu Loncat yang Slebor |
| Andy's Corner |
| All Pages |
Kini Kick Andy bukan sekadar tayangan talkshow yang disukai pemirsa. Ibarat tendangan tanpa bayangan ala Jet-Li, Kick Andy kini 'menendang' dengan beruntun ke arah satu tujuan, membantu mereka yang terpuruk dan terpinggirkan lewat Kick Andy Foundation (KAF).
Mereka yang merasa diri tidak berguna, paling malang sedunia, atau terkena musibah yang tak terperikan, bangkit setelah menyaksikan kisah-kisah kehidupan para narasumber yang 'menyedihkan' namun tetap bertahan dan optimis menyongsong fajar kehidupan.
Kisah yang dialami seorang pria cacat bernama Sugeng Siswoyudhono bisa dijadikan panutan. Pemuda yang tinggal di sebuah desa kecil di Mojokerto, Jawa Timur, ini terpaksa diamputasi kaki kanannya akibat kecelakaan sepeda motor. Tak lama setelah ia meratapi penderitaannya, ia bangkit menjalani hidup nyata dengan menggunakan kaki palsu. Saat kaki palsunya rusak, ia tak ingin meminta bantuan pada orang tuanya. Sugeng kemudian mulai merancang pembuatan kaki palsu dari fiber. Produk buatan tangannya, ternyata nyaman dan ringan dibandingkan kaki palsu yang umum dipakai. Apalagi harganya murah. Alhasil, kaki palsu buatannya banyak dipesan orang. Sugeng tampil sebagai penolong orang-orang tak mampu.
Kisah lainnya yang juga menggugah datang dari kesaksian pimpinan Jawa Pos Group, Dahlan Iskan. Dalam episode "Bertarung Dengan Maut" yang ditayangkan bulan April lalu, Dahlan Iskan yang menderita kanker hati dan sudah divonis meninggal enam bulan lagi, mengisahkan perjuangan hidupnya dalam menjalani transplantasi hati. Sebuah tindakan yang penuh risiko. Bukan hanya risiko tindakan operasi transplantasi, namun juga bahaya terinfeksi virus pasca operasi yang sangat mematikan. Dahlan pun menjalaninya di sebuah rumah sakit di Tianjin, China. Ia mengaku mendapat dukungan dari keluarga dan para sahabatnya. Kini Dahlan kembali sehat walafiat dan lincah melanglang buana ke berbagai negara.
Apresiasi pemirsa terhadap tayangan Kick Andy juga tergambar dari ribuan komentar dan e-mail kesaksian yang tayang di website KickAndy.com. Dalam sebuah kesaksian, seorang penonton setianya, Harry, yang bekerja di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, rela menempuh jarak 40 km menggunakan sepeda motor untuk menyaksikan acara ini. Harry pun rela menginap di pom bensin setelah selesai nonton, dan menjelang pagi melanjutkan perjalanan pulang.
Demi meningkatkan kualitas isi dan merek, sejak awal Agustus lalu Kick Andy melakukan re-branding. Berbagai perubahan dilakukan. Mulai dari perubahan logo yang kini terkesan lebih santai. Dapat dilihat dari bentuk rangkaian huruf 'Andy' yang tertulis dengan huruf sambung berwarna putih, yang di atasnya terdapat rangkaian huruf 'kick' berwarna kuning yang ukurannya lebih kecil. Dan tapak sepatu berwarna merah yang terletak di samping kedua kata 'Kick Andy' menggantikan lambang telapak kaki yang dulu dipakai.
Kemudian, hari dan jam tayang acara juga diubah, yang tadinya Kamis pukul 22.00 Wib menjadi Jumat pukul 21.30-23.00. Perubahan waktu penayangan ini lebih dikarenakan permintaan pemirsa setia Kick Andy agar memperpanjang jam tayang. Perubahan tampilan juga terjadi, set panggung diperbaharui tapi latar belakang gedung bertingkat yang mencerminkan Jakarta sebagai 'kampung halaman' tetap dipertahankan. Situs kickandy.com juga diperbaharui agar citra Kick Andy semakin solid.
Selain itu, diluncurkan pula, Kick Andy Foundation (KAF) yang nantinya menjadi media penyalur sumbangan bagi orang-orang yang tergerak hatinya setelah melihat tayangan dalam Kick Andy. "Orang sebenarnya banyak yang mau membantu hanya tidak tahu ke mana menyalurkan. Kalaupun tahu, ada yang khawatir diselewengkan," tukas Andy. Meskipun baru diresmikan, KAF telah melakukan berbagai macam kegiatan, antara lain gerakan 1000 kaki palsu yang sudah disokong dana 1 miliar. Tim Kick Andy bersama para donatur menggandeng Sugeng Siswoyudono, si pemilik Bengkel Kaki Palsu menyediakan kaki palsu bagi mereka yang memerlukan. "Semoga memberi arti dan membuat kita makin tahu bersyukur atas hidup ini," tegas Andy. CID (BI 59)
| < Prev |
|---|



