Belum ada penjelasan ilmiah tentang darimana bocah perempuan ini memperoleh kemampuannya.
Tubuh boleh kecil, umur boleh muda, tapi kemampuan Annisa Rania Putri tidak bisa dianggap kecil. Bocah berusia 9 tahun yang baru meluncurkan buku pertamanya Hope is on the Way : Kumpulan Pesan Alam yangSejumlah pertanyaan mengemuka. Bagaimana mungkin seseorang bisa berbahasa Inggris tanpa mempelajarinya terlebih dahulu? Menurut kesaksian sang ibu, Yenni Handojo (45), Annisa yang saat itu berusia sekitar satu tahun sudah fasih berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan dialeg Amerika. Tidak hanya itu, seiring dengan pertambahan usianya, Anissa juga menguasai bahasa Arab, Belanda, dan Korea tanpa melalui pendidikan formal.
Lalu dari mana Annissa cilik bisa begitu bijaksana menyampaikan petuah-petuah yang umumnya dimiliki oleh para orang tua bijak? Pasalnya, penggemar karya-karya klasik Kahlil Gibran, William Shakespeare, hingga Immanuel Kant ini sudah diundang berbicara ke berbagai komunitas pengajian, lingkungan kampus maupun kantor pejabat negeri ini, salah satunya wakil Presiden Jusuf Kalla.
Dalam sebuah pengajian Padepokan Toha di Jakarta misalnya, Annisa menjelaskan tentang makna puasa. “Puasa itu penting bagi semua orang sebab puasa dapat menimbulkan energi cinta. Dengan puasa kita juga bisa membuang energi negatif dan menimbulkan energi positif yakni energi cinta,” jelas Annisa dengan bahasa Inggris yang fasih. Annisa memang selalu memberikan ceramah dalam bahasa internasional itu karena ia tidak dapat berbahasa Indonesia seperti kedua orang tuanya.
Yang membuat publik semakin bertanya-tanya, Annisa mendapat petuah itu (pesan alam) dari bisikan atau melihat ‘tulisan’. “Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’ tangan Annisa bergerak mencoret-coret atau bibirnya bergerak seperti mengucapkan sesuatu,” jelas ibunya. Namun lebih sering “pesan alam” itu diterima Annisa pada tengah malam hingga menjelang pagi, pada saat itu biasanya Annisa terjaga, ia mendengar semacam “bisikan” atau melihat “tulisan” yang harus cepat ditulisnya.
Tulisan hasil ‘pesan alam’ itu bukan berupa huruf abjad seperti umumnya, sehingga hanya Annisa sendiri yang mampu untuk mengerti dan membacanya. Kemudian, Annisa mengucapkan lagi “pesan-pesan alam” yang ia terima itu, lalu direkam dalam sebuah pita rekaman oleh ibu maupun saudaranya. Baru kemudian, pesan yang banyak berisi tentang berbagai rahasia kehidupan itu diketik sang ibu atau saudaranya pada sebuah komputer. Kumpulan ‘pesan alam’ inilah yang dikompilasi menjadi sebuah buku.
Kemampuan Annisa tidak cuma itu. Ia disebut-sebut sudah bisa menginstal komputer sendiri saat usia dua tahun. Kemudian saat berusia 6 tahun, Annisa mampu merancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di Jalan Janur Kelapa Gading, Jakarta Utara. Annisa yang bercita-cita ingin menjadi lawyer ini disebut pula memiliki indra keenam (supranatural). Putri dari dr Arwin SpKj (spesialis ahli Jiwa) berpangkat Kolonel yang berdinas di angkatan Darat ini juga melatih meditasi orang-orang dewasa atau menjadi tempat konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di ibu kota.
Yenni mengaku tak pernah ada tanda-tanda kelainan pada diri Annisa, semuanya berjalan biasa-bisa saja. Hanya saja ia melahirkan putrinya itu sewaktu usianya menginjak 35 tahun. Annisa di mata Yenni bukan anak manja. Ia juga tidak suka dipanggil dengan sebutan masih bocah. Dalam sehari ia kadang mulai tidur antara pukul 20.00-22.00 hingga pukul 04.00 WIB. Hobby Annisa minum kopi dan makan makanan mentah. Ia penggemar berat sushi, sashimi, dan octopus (gurita ala Korea yang dimakan hidup-hidup).
Hingga kini Annisa belum bersekolah, Yenni mengaku pernah menyekolahkan Annisa, tapi akhirnya Annisa tak mau sekolah lagi, karena justru guru yang belajar dari Annisa, bukan sebaliknya. Segala kepopulerannya itu ternyata membuat Annisa merasa tak nyaman. Sering ia mengungkapkan hal itu pada ibunya, “Saya bagai orang yang terjebak pada badan anak kecil, “katanya.
Sejumlah pertanyaan yang muncul tentang Annisa seolah tidak tuntas terjawab dengan pernyataan ‘sederhana’ bahwa Annisa tergolong anak indigo. Menurut para psikolog, anak indigo suka melakukan sesuatu yang tidak biasa atau sering dianggap “aneh”, memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau mampu melakukan sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya, suka berbicara sendiri, dapat melihat masa lalu dan masa depan serta cenderung lebih tua dari usianya. Namun bagi mereka yang skeptis, Annisa memperoleh kemampuannya dari kekuatan di luar dirinya. Bahkan ada yang mengatakan, ada ‘sosok’ yang tinggal dalam diri Annisa. Entah mana yang benar, namun penjelasan ilmiah tentang kemampuan Annisa belum terang. Banyak orang lebih memilih terkesima dan tidak ambil pusing dari mana Annisa beroleh kemampuannya itu. (Berita Indonesia 61)
| < Prev | Next > |
|---|



