Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Ekonomi Purwakarta Menuju “The Real City”
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Purwakarta Menuju “The Real City”

E-mail Print PDF

Pembangunan Sadang Terminal Square (STS) PurwakartaSistem pembangunan nasional harus memiliki kejelasan jenis,  jangka waktu, dan substansi perencanaan untuk memberi wujud kesejahteraan rakyat. Konsep dasar pembangunan adalah menuju ke perubahan yang lebih baik, maka tidak akan ada pembangunan atau pembaruan tanpa perubahan. Hasil (output) dan manfaat (outcomes) perencanaan pembangunan daerah harus jelas dan kuat, sehingga setiap program tidak menciptakan polemik di masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purwakarta, Wahyu  Subroto, SH, M.Sc mengemukan hal tersebut kepada Benhard Sihite dari Majalah Berita Indonesia.

 

Kata Wahyu, Bappeda yang bertugas memutakhirkan program pembangunan harus memiliki analisis yang tepat dalam merencanakan pembangunan daerah. Perancangan itu mengacu kepada kekuatan sumber daya daerah, tata ruang, lingkungan hidup, serta menyikapi isu strategis yang berkembang seperti kemiskinan,  pengangguran dan lain-lain.

Wahyu menambahkan, setiap kerangka keputusan strategis harus memberi konsistensi dan sinkronisasi antara kebijakan, dengan program dan kegiatan. Keputusan juga harus mampu menghasilkan kesepahaman di antara semua stake holder.

Wahyu Subroto menilai sudah tepat kiat jitu Bupati Purwakarta, Drs Lily Hambali Hasan, M.Sc di setiap pengambilan keputusan pembangunan Purwakarta. Yakni, dengan melibatkan semua stake holder  seperti aparat pemerintahan,  perguruan tinggi,  masyarakat dan dunia usaha sehingga efektif mendapatkan dukungan.

Kiat melibatkan stake holder dalam pengambilan keputusan terlihat benar saat pembangunan Sadang Terminal Square (STS). Pembangunan STS mampu mendatangkan investasi swasta sebesar Rp 60 milyar.

STS inilah yang telah mengubahkan wajah Purwakarta, menuju kota yang sesungguhnya atau The Real City. Kiat yang sama juga ditempuh dalam pemindahan Pasar Rebo, yang hingga kini masih terus berproses.

Pembangunan Melalui Tiga Tahap
Ke depan sejumlah program sejenis masih akan terus berlanjut. Sebab berdasarkan kajian Bappeda, demikian Wahyu, program pembangunan terbukti mampu menunjukkan keberpihakan kepada rakyat Purwakarta.

Kata Wahyu, sesuai UU No. 17/2003 setiap program pembangunan daerah harus melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan dan pengawasan.

Dalam tahap perencanaan input yang masuk digodok dan dijabarkan ke dalam bentuk program supaya menjadi kegiatan di setiap unit kerja daerah. Di sinilah Bappeda, yang berperan sebagai pemikir pembangunan daerah, memberikan roh pembangunan supaya dapat memakmurkan rakyat.

Selaku Kepala Bappeda, Wahyu menyebut dirinya wajib untuk tetap proaktif mengolah dan mengembangkan pesan memakmurkan rakyat, dengan menuangkannya ke dalam produk rancangan pembangunan daerah.

Sementara, dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan harus pula memiliki visi dan misi yang terukur. Pengukuran Standar Analisa Belanja (SAB) dan Satuan Biaya (SB) harus mengandung nilai kewajaran, dan memberi rasa keadilan di masyarakat.

Keteguhan untuk melewati tiga tahapan pembangunan membuat setiap program yang diputuskan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta selalu didukung seutuhnya oleh warga. Sebab setiap pengambilan keputusan strategis selalu terlebih dahulu dikaji dan dianalisa, dengan melibatkan para pakar, tokoh dan unsur masyarakat sesuai dengan undang-undang dan ketentuan yang berlaku.BS, HT (Berita Indonesia 13)***


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com