Majalah Berita Indonesia

Saturday, Apr 29th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Ekonomi Babak Baru Nasib Temasek
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Babak Baru Nasib Temasek

E-mail Print PDF

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memvonis Temasek yang lewat anak-anak usahanya menggurita di Indonesia, bersalahKPPU semakin strategis sebagai pengadil untuk memastikan iklim berusaha berlangsung secara sehat. Siapapun harus berhati-hati jika ingin memonopoli atau membentuk kartel. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memenuhi janjinya mengumumkan hasil pemeriksaan akhir terhadap tudingan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan oleh Temasek Holding, sebuah badan usaha milik pemerintah Singapura. KPPU Senin (19/11) memvonis Temasek yang lewat anak-anak usahanya menggurita di Indonesia, bersalah.

Vonis sontak membuat lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ) sempat bergetar. Para pemburu rente segera meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, memanfaatkan kepanikan investor usai pengumuman terpenting dalam peta perjalanan industri jasa telepon selular (ponsel) tersebut.

IHSG sempat terkoreksi oleh penurunan sesaat kapitalisasi saham PT Telkom dan PT Indosat, walau kemudian segera pulih kembali. Analis beralasan, pelaku pasar akan mengabaikan permasalahan yang membelit Telkom dan Indosat, sebab vonis tidak akan memengaruhi bisnis kedua perusahaan telekomunikasi papan atas tersebut.

Dengan demikian, vonis ditengarai bakal menghambat minat asing berinvestasi di Indonesia, terbantahkan. Jika kesimpulan KPPU benar adanya hingga berhasil memperoleh kekuatan hukum yang tetap, peta persaingan industri ponsel dipastikan akan semakin menarik, kondusif, dan tarif terjangkau oleh masyarakat luas. Sebab, tarif ponsel saat ini yang dikenal tertinggi di dunia, masih sangat berpeluang diturunkan hingga separuhnya.

Keputusan Yang Independen
Sebagai pengadil praktik persaingan usaha tidak sehat, KPPU pernah membuktikan kiprahnya dengan menghukum industri jasa penerbangan supaya menurunkan tarif, hingga kemudian dikenallah istilah maskapai berbiaya murah.

Kali ini, lewat pengumuman yang disampaikan oleh Ketua Majelis KPPU Syamsul Ma’arif, dinyatakan telah terjadi struktur kepemilikan silang (cross ownership) pangsa pasar ponsel secara bersama-sama yang terus meningkat antara Telkomsel dan Indosat. Sampai-sampai kedua operator menguasai 83 persen pangsa pasar.

KPPU menyatakan, Temasek Holdings mempunyai pengaruh yang kuat dalam setiap keputusan Telkomsel dan Indosat. Bahkan, “Temasek sengaja menghambat perkembangan Indosat, sehingga tidak efektif bersaing dengan Telkomsel. Akibatnya, pasar industri seluler di Indonesia menjadi tidak kompetitif,” ucap Syamsul.

Telkomsel yang menguasai 55 persen pangsa ponsel di Indonesia, sahamnya 35 persen dimiliki oleh Singtel (sisanya 65 persen dimiliki PT Telkom), dan Temasek memiliki 56 persen saham pada Singtel. Sedangkan Indosat yang menguasai 27 persen pangsa ponsel, sahamnya 41 persen dimiliki oleh ST Telemedia melalui ICL Mauritius, yang 100 persen sahamnya di miliki Temasek.

KPPU menyimpulkan, struktur kepemilikan silang Grup Temasek menjadikan perusahaan ini tampil sebagai penentu tarif industri ponsel, dan menempatkan Telkomsel sebagai pemimpin pasar yang menetapkan tarif sesukanya hingga merugikan konsumen. “Perhitungan KPPU, konsumen mengalami kerugian Rp 14,7 triliun hingga Rp 30,8 triliun dalam rentang periode 2003-2006,” kata Syamsul.

Indikasi pengerdilan terlihat dari terhambatnya perluasan cakupan Indosat, padahal industri seluler adalah bisnis jaringan. “Empat Direksi Indosat telah melapor tentang keterlambatan pembangunan BTS ke STT tapi tidak ada action sama sekali,” tambah anggota KPPU lain, Erwin Syahrial.
KPPU menyimpulkan Temasek bersalah karena terbukti melanggar pasal 27 huruf a UU No. 5/1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. KPPU lalu memerintahkan Temasek dan sembilan anak usahanya membayar denda kepada negara masing-masing Rp 25 miliar. Temasek juga diperintahkan melepaskan kepemilikan saham pada salah satu dari keduanya, paling lambat dua tahun sejak vonis.

Kuasa hukum Temasek Holdings Company, Todung Mulya Lubis menanggapi vonis dengan berencana melakukan banding. Keputusan itu menurutnya menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak nyaman untuk berbisnis. “Padahal, pemerintah inginnya penanaman modal masuk ke Indonesia,” kata Todung.

“Kami tidak bersalah. Keputusan tidak dapat dimengerti dan mengabaikan fakta,” kata Simon Israel, Direktur Eksekutif Temasek di Singapura. 
Menanggapi vonis, Menkominfo Muhammad Nuh meminta semua pihak yang terkait harus saling menghargai berbagai pendapat serta langkah-langkah hukum yang dilakukan masing-masing.

“Tentunya hasil putusan ini akan menimbulkan pro kontra di masyarakat. Namun yang lebih penting, bagaimana semua pihak menghasilkan suatu bentuk putusan yang dapat memperjuangkan rakyat,” kata Nuh.

Nuh berharap KPPU tetap menjaga independensi dan objektivitasnya dalam membuat keputusan. Kata dia, KPPU juga harus konsisten dengan payung hukum guna menghindari intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Senada dengannya, Menneg BUMN Sofyan A. Djalil menegaskan instansinya tidak campur tangan atas keputusan yang diambil KPPU. “Itu bukan sesuatu yang final, karena Temasek masih memiliki kesempatan untuk melakukan banding,” ucap Sofyan, yang mantan Menkoinfo ini. RON, HT (BI 51)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com