Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Ekonomi Warning bagi Penyelundup
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Warning bagi Penyelundup

E-mail Print PDF

Aksi penyelundupan di Indonesia semakin marak. Aparat Bea dan Cukai siapkan senjata pamungkas. Meski jajaran Bea dan Cukai menggagalkan berbagai jenis penyelundupan, perbuatan ilegal ini semakin berani dengan berbagai modus operandinya. Gejala apa ini? Rambu hukum perundangan sudah ada. Komitmen pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui delapan langkah pemberantasan korupsi pun telah dipancangkan. Malah poin kedelapan mengisyaratkan keterlibatan penuh institusi pajak dan Bea dan Cukai dalam pemberantasan korupsi. Semua itu agaknya  dianggap hanya angin lalu.

Terbersit satu pertanyaan: mungkinkah keberanian para penyelundup melakukan aksinya karena masih ada celah untuk ditembus? Sulit menjawabnya. Namun, meski sporadis aksi penyelundupan sampai saat ini terus berlangsung.

Misalnya, hari ini Bea dan Cukai berhasil menggagalkan aksi penyelundupan di Medan, beberapa hari kemudian ada lagi aksi penyelundupan –dengan barang berbeda dan perusahaan pelaku berbeda pula– yang digagalkan dan para pelakunya ditangkap di Jakarta.

Fenomena penyelundupan sangat abstrak sifatnya: datang tak diundang dan pergi tak diantar. Dewasa ini, berbagai sorotan terus menerpa institusi Bea dan Cukai, baik itu keberhasilan maupun kegagalan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Abdurrahman, mengakui sorotan berbagai pihak yang ditujukan kepada instansi yang dipimpinnya memang beragam. Tapi dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat luas memberikan penilaian.

“Kami selama ini secara konsisten melakukan tugas-tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, itu bisa dibuktikan dengan tindakan tegas dari jajaran Bea Cukai menangkap para pelaku penyelundupan sesuai aturan dan UU yang berlaku,” tandas Eddy Abdurrahman kepada Samsuri dari Berita Indonesia.

Dia juga mengakui ada pihak yang meragukan komitmen Bea dan Cukai dalam usaha penegakan hukum padahal, menurutnya, tanpa banyak publikasi instansinya terus melakukan penegakan hukum terhadap para penyelundup. Eddy juga mengingatkan, para pelaku aksi penyelundupan bisa dijerat dengan UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tndak Pidana Korupsi. Sayangnya, Eddy tidak menjelaskan sejauh mana statistik penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan di tanah air.

Sehingga sulit disimpulkan bahwa UU tersebut benar-benar ampuh sebagai  senjata pamungkas instansi Bea dan Cukai untuk membuat para penyelundup menjadi jera.

Yang penting, jelas orang pertama di Bea dan Cukai itu diplomatis, jajarannya melihat tingkat kesalahan dan urgensi penggunaan UU itu. Sesuai dengan instruksi Presiden SBY, melalui delapan langkah pemberantasan korupsi, khususnya dalam konteks pembayaran pajak dan cukai, maka semua instrumen yang ada dimungkinkan diberlakukan.

“Sebagai terapi jera bagi pelaku lainnya sekaligus warning bagi siapa pun yang ingin coba-coba melakukan aksi penyelundupan,” ujarnya.

Pada bagian lain, Eddy Abdurrahman mengatakan, hal terpenting yang menjadi prioriats kerja instansinya adalah bagaimana mengoptimalkan penerimaan negara agar sesui dengan target yang dicanangkan.

Untuk itu, tidak ada cara lain selain mengoptimalkan penerimaan dan mengopmalkan pelayanan. Sebagai pelayan publik, sambungnya, Bea dan Cukai berusaha memberikan yang terbaik meski untuk mewujudkan itu perlu waktu dan kerja keras.

Kepada jajarannya, Eddy menekankan tiga tugas utama Bea dan Cukai: memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya, memberantas aksi penyelundupan, dan memberikan kontribusi penerimaan bagi negara sebesar-besarnya seusai yang diprogramkan.

Secara terpisah, Direktur Pencegahan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea dan Cukai, Sofyan Permana, berkomentar bahwa salah satu kontribusi konkret Bea dan Cukai dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara, adalah dengan menindak tegas tanpa pandang bulu atas berbagai kasus pelanggaran, baik pemalsuan dokumen maupun penyelundupan barang. “Ini sudah komimen kami untuk mengimplementasikannya secara konsisten di lapangan,” imbuh Sofyan.

Meski dengan sarana yang serbaterbatas dalam memburu para penyelundup, baik dari segi armada kapal maupun dari aspek sarana penunjang lainnya, dibanding cakupan tanggung jawab yang diemban sangat berat karena menyangkut bentangan wilayah meliputi ribuan pulau dan bebagai pelabuan, alam maupun buatan, Bea dan Cukai menjadikan itu sebagai sebuah tantangan.
“Saya mengharapkan kalangan ekportir dan importir untuk taat dan patuh terhadap aturan untuk kepentingan bersama, dan jangan sekali-kali memberi peluang atau berkolusi dengan petugas untuk melakukan pelanggaran.” AF (Berita Indonesia 03)


Manfaatkan Kesempatan dalam Kesempitan
Keterpurukan nilai tukar rupiah dimanfaatkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)perdagangan, Departemen Perdagangan (Depdag), untuk mendorong eksportir meningkatkan volume ekspor guna memacu kenaikan perolehan devisa.

Kepala Balitbang Perdagangan Depdag, Erwidodo, mengatakan, apresiasi dolar AS terhadap rupiah merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan ekspor di semua komoditas andalan Indonesia. Momentum ini harus dicermati dan dimanfaatkan betul oleh kalangan eksportir karena terjadinya cuma sesaat.

Erwindodo menjelaskan, Depdag berupaya meningkatkan ekspor semua komoditas unggulan bukan hanya pada produk pertanian saja. Penambahan kapasitas ekspor semua komoditas perlu segera dilakukan, termasuk di dalamnya melakukan investasi  untuk menambah kapasitas, sebab jika tidak ditingkatkan apresiasi dolar AS akan sia-sia saja.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Depdag, DiahMaulida, menyebutkan pula hal yang sama bahwa Depdag akan meningkatkan   ekspor produk primer pertanian. “Natural base product itu kan tidak ada import contain-nya, jadi ya akan terus ditingkatkan ekspornya,” ujar Diah, kepada Investor Daily (3-4/9).

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan, Depdag, Agus Tjahjono, mengatakan Depdag akan berkoordinasi dengan Departemen Pertanian untuk meningkatkan mutu produk pertanian yang akan diekspor.

Kata Agus, selisih nilai tukar dollar AS terhadap rupiah pasti berpengaruh karena gain-nya akan lebih tinggi. Karena itu, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menggenjot ekspor.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ekspor nonmigas Juli 2005 mencapai 5,42 miliar dolar AS, naik 3,81% dibanding bulan sebelumnya. Total nilai ekspor Januari-Juli 2005 juga mengalami kenaikan, besarnya 27,69%   dibanding tahun sebelumnya.

Dilihat per komoditas, selama Juli itu ekspor lemak dan minyak hewan atau nabati naik menjadi 222,9 juta doilar AS, sedangkan karet dan barang dari karet turun menjadi 83,5 juta dolar AS.
Amerika Serikat adalah tujuan terbesr ekspor Indonesia Juli 2005, mencapai 796,8 juta dolar AS, disusul Jepang 780,2 juta dolar AS, dan Singapura 545,1 juta dolar AS. Ketiga negara menymbang kontribusi ekspor hingga 37,33%. HT (Berita Indonesia 03)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com