Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Ekonomi Properti Berkibar Tahun 2007
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Properti Berkibar Tahun 2007

E-mail Print PDF

Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) pimpinan Panangian Simanungkalit mengumumkan dua hasil analisis terbarunya tentang masa depan sektor properti selama tahun 2007.

Jakarta masih memiliki lahan luas yang siap dikembangkan.Dua hasil studi yang diungkapkan Panangian di penghujung tahun 2006 itu, pertama, nilai kapitalisasi lahan seluas 25 ribu hektar yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek) mencapai Rp 250 riliun. Kedua, nilai kapitalisasi pembangunan 222.832 unit rumah mulai tipe rumah sederhana hingga rumah mewah selama tahun 2007 tersebar di 14 provinsi mencapai Rp 18 triliun.

PSPI menghitung terdapat cadangan lahan atau landbank seluas 25 ribu hektar di Jadebotabek yang siap dibangun proyek properti. Estimasi kapitalisasi landbank-nya sendiri, tersebar di 800 lokasi, itu mencapai Rp 100 triliun. Jika semua lahan tersebut dibangun proyek properti maka estimasi nilai kapitalisasinya akan mencapai Rp 250 triliun.

Estimasi kapitalisasi landbank diperoleh berdasarkan harga rata-rata tanah matang secara keseluruhan, yaitu Rp 400 ribu per meter persegi. Harga lahan termahal terdapat di wilayah Lippo Karawaci Rp 5 juta per meter persegi, disusul BSD (2,5 juta per meter persegi), dan di Cikarang (Rp 500 ribu per meter persegi).

Landbank terluas terdapat di Bumi Serpong Damai (BSD) seluas 4.700 hektar (milik pengembang PT Bumi Serpong Damai), disusul Lippo Karawaci Tangerang 2.100 hektar (PT Lippo Karawaci Tbk), Kota Deltamas Bekasi 2.000 hektar (PT Pembangunan Deltamas), Citra Raya Tangerang 1.760 hektar (PT Ciputra Residence), dan di Jababeka Bekasi seluas 1.000 hektar (PT Jababeka Tbk).

Kata Panangian, 85% dari luas total lahan itu akan dikembangkan untuk subsektor residensial (landed house), 10% untuk area komersial seperti pusat perdagangan, pusat perbelanjaan, dan rumah toko, sisanya 5% akan digunakan untuk pembangunan kondominium. Rasio hunian antara kondominium dengan landed house sangat besar, satu berbanding delapan (1:8).

“Apabila pengembang membangun apartemen di lahan seluas satu hektar, pengembang dapat membuat sekitar 400 hunian, sedangkan landed houses cuma 50 unit,” jelas Panangian.

Properti di 14 Provinsi
PSPI menghitung pula selama tahun 2007 akan ada tambahan pembangunan rumah sebanyak 36.906 unit di 14 provinsi di tanah air, naik dari 185.926 unit rumah selama tahun 2006 menjadi 222.832 unit rumah di tahun 2007. Nilai kapitalisasinya juga mengalami kenaikan, dari Rp 15 triliun (2006) menjadi Rp 18 triliun (2007).

“Dari 222.832 unit rumah yang akan dibangun tahun depan, sekitar 60% adalah rumah sederhana sehat (RSH),” kata Panangian kepada Investor Daily di Jakarta, Sabtu (9/12).

Panangian menjelaskan sejumlah penyebab kenaikan. Seperti, perkiraan penurunan tingkat inflasi dari rata-rata 6,7% (2006) menjadi 6% (2007), perkiraan kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 5,7% (2006) menjadi 6,1% (2007), perkiraan BI Rate yang bertengger di kisaran 8,75%, perkiraan penurunan tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) dari rata-rata 13,5% (2006) menjadi 12,5% (2007), serta perkiraan penurunan tingkat suku bunga konstruksi dari 15,5% (2006) menjadi 15% (2007).

“Bisa dikatakan tahun depan adalah tahunnya industri perumahan. Kami memperkirakan banyak pengembang yang tadinya tidak membangun perumahan akan beralih ke subsektor tersebut,” ujar Panangian.

Berdasarkan riset PSPI tersebut selama tahun 2007 Jawa Barat akan menduduki peringkat pertama dengan potensi pasar perumahan sebanyak 71.137 unit rumah, disusul Jawa Timur (33.915 unit), Banten (30.487 unit), Riau dan Batam (18.041 unit), dan Jawa Tengah (17.819 unit). Di nomor buncit terdapat provinsi Kalimantan Timur dengan potensi pasar perumahan sebanyak 3.642 unit rumah. HT (Berita Indonesia 28)

Tabel Perkiraan Pembangunan Rumah 2006-2007
 

No.  Provinsi   2006     2007
1.  Jawa Barat    59.355    71.137
2.  Jawa Timur    28.298    33.915
3.  Banten          25.438      30.487
4.  Riau dan Batam    15.053    18.041
5.  Jawa Tengah    14.838    17.819
6.  Sulawesi Selatan   8.035     9.630
7.  Sumatera Selatan   5.027          7.489
8.  DKI Jakarta      5.189      6.219
9.  Sumatera Utara      5.027      6.025
10.  Kalimantan Selatan   4.762      5.707
11.  Sumatera Barat      4.184      5.015
12.  Lampung      3.230              3.907
13.  Sulawesi Utara    3.170       3.799
14.  Kalimantan Timur     3.039      3.642
   Total      185.926        222.832

Sumber: Pusat Studi Properti Indonesia, Desember 2006


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com