Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Ekonomi Keluhan Penipuan Untuk Telkomsel
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Keluhan Penipuan Untuk Telkomsel

E-mail Print PDF

Puluhan pelanggan menyampaikan kecewa terhadap pelayanan Telkomsel. Nada kecewa tersebut tercermin dalam surat pembaca yang mereka kirimkan ke media cetak. Puluhan pelanggan menyampaikan kecewa terhadap pelayanan Telkomsel.Konyol dan sangat mengganggu. Keluhan ini datang dari pelanggan Kartu Halo Telkomsel sejak 1996, Diding Sukowiradi, warga Pejaten Barat, Jakarta, atas SMS yang dikirim oleh Newslink, sejak dua bulan terakhir. SMS tersebut dia terima dari bangun tidur sampai dinihari. “Berita-beritanya tidak bermanfaat, bahkan cenderung berita sampah,” tulis Diding kepada Kompas (22/7).

Diding pun sudah enam kali menyampaikan keluhan kepada customer service Telkomsel lewat layanan nomor 111, tidak ada penyelesaian. Kiriman SMS semakin gencar meskipun dia tidak pernah meminta, apalagi berlangganan dari Newslink. Tentu dia dibebani tarif pulsa atas SMS tersebut. “Apakah ini bukan penipuan?” keluhnya.

Tidak hanya Diding yang merasa tertipu oleh Telkomsel, tetapi juga Cicilia, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di dalam pengaduan tertulisnya ke harian Kompas (26/7-2006), Cicilia merasa ditipu Telkomsel Kartu Halo yang bekerjasama dengan pengelola Sun Parking di Mal Citraland, Jakarta Barat.

Dia pernah sekali mengirim SMS ke Sun Parking (7475). Sebaliknya, dia menerima SMS dari Telkomsel Kartu Halo dua kali setiap hari. Ini berlangsung tiga bulan lebih. Ketika membayar iuran bulanan (Juli), ternyata setiap SMS yang masuk ke HP-nya dibebani biaya sebanyak 103 kali Rp 1.000, sehingga jumlahnya Rp 103. 000.

Lantas Cicilia mengajukan mengajukan keberatan melalui surat ke Telkomsel Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat. Tetapi tidak ditanggapi, malah nomor HP-nya diblokir.

Cicilia menduga praktik tersebut kolusi terorganisir antara Telkomsel dan Sun Parking. Modus ini telah berlangsung lama, dan sebagai pelanggan, dia merasa telah dirugikan oleh oknum Telkomsel dan pengelola Sun Parking. Cicilia meminta pihak yang berwenang dapat membongkar modus tersebut.

Selain menciptakan berbagai produk untuk menangguk pemasukan dari SMS, Telkomsel juga menangguk keuntungan yang sangat besar dari selisih biaya dan penjualan SMS. Ongkos produksi SMS sekitar Rp 76, kebanyakan operator menjualnya Rp 300 sampai Rp 500 per SMS. Tarif percakapan termurah Rp 14 per menit, termahal Rp 1.500 per menit.

Rupanya, nasib pelanggan Kartu Halo Lukman Hakim, lebih sial dari Cicilia. Warga Bekasi ini, dalam pengaduannya ke Kompas (21/7), merasa terkejut ketika Februari lalu menerima tagihan Kartu Halonya, sebesar Rp 571.629. Dalam kuitansi tagihan terdapat rincian; biaya pemakaian GPRS (dari 24/1 sampai 18/2) sebesar Rp 410.790. Lukman merasa tidak pernah memakai GPRS, apalagi dari pukul 24.00 sampai pagi hari.

Lantas dia melapor langsung (4/3) ke Grapari Telkomsel di Bekasi (a/n Ica). Petugas tersebut menjelaskan bahwa kasus seperti itu tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga yang lain. Dia pun menjelaskan bahwa untuk proses dibutuhkan waktu tiga bulan dan pihak Telkomsel akan menghubunginya.

Lukman kecewa berat dan marah, karena setelah menunggu lebih dari tiga bulan, tidak ada pihak dari Telkomsel yang menghubunginya. Dia, akhirnya memutuskan untuk datang kembali ke Grapari Bekasi (26/5). Tetapi di situ dia tidak bisa menemui seorang pun untuk mengadukan permasalahannya. Lukman penasaran dan mendatangi bagian pelayanan pelanggan, bertemu dengan petugas bernama Putri yang menyarankannya agar membuat laporan baru.

Ditunggu-tunggu, Lukman bertambah kecewa karena dia tidak pernah dihubungi oleh Telkomsel. “Laporan saya didiamkan dan masuk tong sampah,” tulis Lukman. Dia hanya bisa mengeluh, “Beginikah Telkomsel mencari keuntungan dengan merugikan pelanggan?”

Dra. Annita Ap Sumogo, warga Jatiwaringin, Bekasi, sudah lima tahun berlangganan Kartu Halo Telkomsel, tetapi baru tiga bulan mengaktifkan layanan Halo Cek (HC) 888 di ponsel untuk mengetahui jumlah pemakaian berjalan. Kekecewaan Annita kepada Telkomsel bermula 21 Juli lalu.

Di Ponselnya tertera jumlah pemakaian Kartu Halo sebesar Rp 78.157, belum termasuk abonemen, PPn dan sebagainya. Tetapi pada surat tagihan (4/8) dia menerima rincian jumlah pemakaian Kartu Halo sebanyak Rp 80.883, belum termasuk abonemen, PPn dan sebagainya.

Lewat harian Indo Pos (12/8) dia mengajukan pertanyaan kepada pihak Telkomsel, “Mengapa data di dalam ponsel tidak sama dengan data yang tercantum di dalam tagihan?” Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi ada selisih. Annita penasaran, mencoba melakukan konfirmasi ke 111. Kemudian dia disarankan menghubungi gerai Halo terdekat. Tapi pihak gerai Halo pun tidak memberikan jawaban yang baik. Annita menganggap data tagihan dalam ponselnya paling akurat. Yang dia inginkan dari pihak Telkomsel, jujur kepada para pelanggan, terutama pelanggan Kartu Halo. “Jangan ada kesan Telkomsel berbuat curang,” tulis Annita.

Hardi, warga Kota Semarang, pelanggan kartu prabayar simPATI Telkomsel, tertarik dengan produk nada sambung pribadi (NSP) yang sedang gencar dipromosikan oleh Telkomsel. Hardi (24/5) mengajukan permintaan NSP ke kode 1210025 dan diteruskan ke nomor 1212, sehingga pulsanya berkurang Rp 9.900.

Ternyata permintaan NSP-nya ditunda oleh Telkomsel. Kemudian dia mengajukan permintaan ganti rugi pulsa ke nomor 116, biaya pulsa diganti. Dia kembali meminta NSP (26/5), ternyata gagal, tetapi pulsanya diganti oleh Telkomsel. Karena penasaran, Hardi mengulangi lagi permintaan NSP (2/6). Dia gagal lagi. Tetapi pulsanya tidak diganti.

Hardi mengadu ke harian Kompas bahwa dia merasa ditipu oleh Telkomsel. Dia berkali-kali menghubungi operator Telkomsel (116) agar pulsanya diganti. Semula dijanjikan untuk diganti satu kali 24 jam, kemudian dua kali 24 jam. Hari berikutnya dijanjikan tujuh kali 24 jam, dan akhirnya pulsa tersebut tidak diganti. Hardi menduga bukan dia saja yang tertipu, tetapi banyak orang lainnya. “Telkomsel tidak usah promosi NSP kalau tidak mampu, dan hanya merugikan pelanggan,” tulis Hardi.

Kecewa lantaran lambannya pelayanan Telkomsel, seorang anggota DPR menulis surat pengaduan ke Media Indonesia (7/7). Awalnya, Ir. Wahyudin Munawir kehilangan sebuah pesawat telepon seluler beserta Kartu Halo-nya, Minggu (2/7), kemudian mengajukan permintaan blokir. Hari berikutnya (3/7), dia meminta kartu baru bernomor sama dengan membayar biaya Rp 25.000.

Wahyudin, pelanggan Telkomsel sejak 1998, mengajukan permintaan pengaktifan nomor, tetapi berlarut-larut. Selaku anggota DPR, dia merasa sangat terganggu dan kecewa dengan lambannya pelayanan Telkomsel.AM-SH (Berita Indonesia 20)


Indonesia Koordinator Integrasi Otomotif ASEAN
Sesuai kesepakatan negara anggota, Indonesia ditunjuk menjadi koordinator integrasi ekonomi Asean 2015 sektor otomotif, serta sektor industri kayu. Integrasi dipercepat dari kesepakatan sebelumnya tahun 2020.

Sektor-sektor yang sudah disepakati untuk diintegrasikan di tahun 2015 adalah industri otomotif, produk berbasis agro, kayu, karet, elektronik, tekstil, kesehatan, teknologi informasi, perikanan, pariwisata, air travel, dan sektor logistik.

Edy Putra Irawady, Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan menyebutkan, sebagai koordinator Pemerintah sudah bertekad menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sedan kecil dan serba guna (multipurpose vehicle/MPV) untuk kawasan Asean.

Kata Edy, pertumbuhan industri otomotif nasional akan difokuskan pada dua jenis kendaraan ini. Fokus kebijakan akan diwujudkan melalui penguatan industri komponen nasional, memberikan insentif fiskal dan fasilitas perdagangan, mempercepat pembangunan pelabuhan khusus mobil (carport), serta memberikan berbagai insentif investasi.

Hingga tahun 2009, Pemerintah akan berupaya meningkatkan kandungan lokal industri otomotif hingga mencapai 80 persen. Tujuannya, supaya Indonesia bisa berkompetisi di kawasan perdagangan bebas Asean AFTA melalui kegiatan produksi penuh (full manufacturing). Saat ini kandungan lokal produksi mobil dalam negeri baru 4-50 persen.

Sebagai koordinator sektor industri berbasis kayu dan otomotif, pemerintah melakukan pembenahan meliputi berbagai fasilitasi mulai logistic cost, jembatan timbang, angkutan, pelabuhan, proses dokumen, national single window, sampai car port.

Pemerintah juga berencana menurunkan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sedan berkapasitas di bawah 1.800 cc, rata-rata 20 persen, untuk memacu ekspor dan memicu pemulihan penjualan mobil di pasar domestik. (Berita Indonesia 20)


ANGKA PENJUALAN MOBIL NASIONAL
Tahun         JumlahUnit
1997            387.000
1998             58.303
1999            93.843
2000           300.964
2001          299.634
2002          317.780
2003          354.355
2004         483.295
2005         530.000
2006-S1  149.634

Jenis                                2003         2004
Low MPV 4x2               49.101      110.227
Medium MPV 4x2       102.207     110.524
High MPV 4x2             18.649        21.024
Premium MPV 4x2      315            119
Kendaraan 4x4            1.192         1.193
Pickup                        64.67            87.649
Truk 2 Ton                 48.388          58.796
Truk 5 Ton                  6.017           7.896
Sedan                      35.693          37.194


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com