Di usianya yang ke-53, Jambi sudah menoreh banyak prestasi. Sejak 2008, Provinsi Jambi berkembang menjadi 9 Kabupaten yaitu Kabupaten Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Tebo, Bungo, Merangin , dan Kerinci serta 2 Kota, yaitu Kota Jambi dan Sungai Penuh. Perkembangan ini tidak luput dari berbagai upaya Provinsi Jambi mengelola sumber daya yang dimiliki agar bemanfaat bagi masyarakatnya.
Selama tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan 5,89% (2006), 6,82% (2007), dan 7,16% (2008), tertinggi di Sumatera. Pertumbuhan ekonomi riil mengalami kenaikan bisa dilihat dari kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per-kapita Rp. 9.520.000 (2006), Rp. 10.810.000 (2007) dan Rp.14.750.000 (2008).
Pertumbuhan ekonomi yang meningkat ini ditopang oleh kekayaan ekonomi seperti budidaya karet, gaharu terpadu, bulian, jelutung, jernang, duku kumpeh, durian tembago, manggis. Perikanan dengan budidaya patin, udang galah,ikan hias khas Jambi. Peternakan dengan pemuliaan sapi, kambing hutan, kerbau liar, Itik, angso, ruso sambar, harimau, gajah, tapir, badak, lebah pantai & sialang. Selain itu ada pula potensi ekonomi berasal dari sumber daya alam seperti batubara 383,20 juta ton, gas bumi 5,073 triliun M3, minyak bumi 1.270,96 juta barel, panas bumi 115 MW.
Selain sektor ekonomi, sektor pendidikan terus dibenahi sambil terus berpegang pada visi "Menjadikan Peserta Didik/Warga Belajar Yang Cerdas dan Kompentitif " dan misi "Memperluas dan meratakan kesempatan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan, meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, meningkatkan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan."
Sejauh ini, alokasi pendidikan (2009) APBD sebesar Rp.282.400.321.052. Terdapat tenaga guru sebanyak 52.138 dengan pendidikan: D1,D2,D3 sebanyak 35.878 orang (69%), S1/D4 sebanyak 16.100 orang (31%), S2/S3 sebanyak 160 orang (0,30%). Jumlah sekolah TK hingga SLTA, 3791 dengan siswa sebanyak 840.875. Sekolah-sekolah yang ada sedang dikembangkan agar menjadi Sekolah Standar Nasional dan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sebuah sekolah seperti SMK Negeri 1 Sarolangun bahkan sudah dijadikan tempat pengembangan Unit Produksi untuk Pabrik Mini Pengolahan Kelapa Sawit menjadi CPO, Minyak Goreng dan Sabun.
Sementara dukungan bagi Perguruan Tinggi di Provinsi Jambi juga terus dilakukan di antaranya dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 4.000.000.000. Anggaran pendidikan yang mencapai porsi 20% dari APBD akan terus diupayakan demi meningkatkan kualifikasi, kompetensi guru, serta mutu lulusan. Sehingga kelak, Jambi jadi pelopor Indonesia kuat sejahtera, mampu, maju dan mandiri. AQH (Berita Indonesia 73)
Investment Award 2009 untuk Purwakarta
Di akhir tahun 2009, Kabupaten Purwakarta mendapat kado yang indah. Daerah yang dipimpin Bupati H Dedi Mulyadi SH ini meraih penghargaan sebagai juara pertama, daerah dengan pelayanan penanaman modal terbaik se-Kabupaten/Kota di Indonesia.
Proses pengurusan perizinan yang mudah, murah dan cepat melalui Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Purwakarta selama ini, telah mendorong meningkatnya pemohon hingga naik 350% setiap tahunnya sejak tahun 2008 dan pada tahun 2009 sekaligus mengangkat kontribusi peningkatan PAD. Terhitung sejak tahun 2008, Rp 6 milyar lebih PAD setiap tahun disumbang sektor ini.
Di samping proses perizinan yang cepat, daerah ini juga memiliki sistem informasi publik yang cukup baik melalui situs www.purwakarta.go.id. Selain itu, Pemda juga memberi pelayanan gratis bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang nilai investasinya kurang Rp200 juta.
Penghargaan Investment Award 2009 berupa piala itu diterima langsung oleh Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH dari Menko Perekonomian Ir. Hatta Radjasa, awal Desember 2009 lalu.
Kabupaten Purwakarta merupakan yang terbaik di antara lima daerah yang menjadi nominator pada kategori ‘Kabupaten dengan Pelayanan Investasi Terbaik di Indonesia’. Kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Sidoarjo, Sragen Jembrana, Bangka, dan Kudus.
Menanggapi perolehan penghargaan ini, Dedi Mulyadi seusai acara penganugerahan menyatakan, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan investasi dan mengefisienkan proses perizinan serta membuka seluas-luasnya jaringan informasi publik yang didukung data dan potensi daerah yang lengkap dan menarik investasi.BND (Berita Indonesia 73)
| < Prev | Next > |
|---|



