Majalah Berita Indonesia

Tuesday, Sep 07th

Last update06:39:43 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Daerah DPRD Tergelincir Narkoba

DPRD Tergelincir Narkoba

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Polisi meringkus seorang anggota DPRD ketika mengonsumsi ekstasi di sebuah kamar hotel di Tarakan. Penangkapan itu sendiri, tidak ada kaitannya dengan masalah politik.

Yahya. T, SH, ketika menandatangani surat pernyataan saat dilantik menjadi anggota DPRD TarakanSeperti dua sahabat yang sudah cukup lama berpisah, suasana di rumah tahanan Polisi Resor Tarakan yang terletak di Jalan Yos Sudarso Kota Tarakan, Kalimantan Timur, menunjukkan rasa haru yang mendalam.

Paling tidak, kedatangan Ketua DPRD Tarakan, H Udin Hianggio, menunjukkan simpati dan dukungan moral buat Yahya. T, SH anggota DPRD Tarakan, yang tertangkap tangan ketika mengonsumsi narkoba jenis ekstasi di sebuah kamar VVIP Hotel Bahtera, Tarakan bersama enam orang rekannya.

Kesedihan, terpancar dari kedua wajah laiknya seorang ayah dengan anak ini, membuat siapa pun yang melihatnya turut terharu. Apalagi ketika Udin Hianggio memeluk erat tubuh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bintang Reformasi (PBR) Tarakan, nampak terguncang keras sesunggukan. “Sebagai teman dan pribadi saya – hal yang menimpa Pak Yahya saat ini merupakan musibah. Hal ini, juga merupakan suatu peringatan, baik sebagai seorang pemimpin, maupun anggota Dewan, untuk dapat diambil hikmahnya,” kata Udin Hianggio, kepada wartawan, seperti dilansir harian Radar Tarakan, Rabu (11/4) lalu.

Dalam pertemuan pada acara yang tidak mengenakkan itu, selain Udin Hianggio yang juga Ketua Partai Golkar Tarakan, ikut serta Ketua DPC Partai Patriot Pancasila Tarakan, HM Yusuf Ramlan, SH rekan Yahya di Komisi I DPRD Tarakan. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Drs Ibrahim MAP juga datang menjenguk. Tentu, kedatangannya hanya sebagai teman–untuk memberi dukungan kepada Yahya agar tabah menghadapi masalah yang menimpanya. Sebagai sahabat, kata mantan Camat Lumbis, Kabupaten Bulungan (sekarang, masuk Kabupaten Nunukan, Red.) merasa sangat prihatin. “Hal yang menimpa Yahya bisa terjadi pada semua orang, kalau tidak hati-hati, waspada dan tidak beriman,” katanya.

Nasi sudah menjadi bubur–sesal kemudian tak ada guna. Tentu, bukan salah bunda mengandung. Memang, tidak ada yang mengatakan bahwa anggota dewan terhormat ini bersalah sebab vonis hakim pengadilan belum dijatuhkan. Ia bersama Salim Arifin, pegawai Dinas Pendidikan Kota Tarakan, dan Basri, serta empat rekan wanitanya; Dede, Lia Agustina, Harni Serli, dan Yuliana, ditangkap karena diduga mengonsumsi narkoba jenis ineks (ekstasi) di kamar VVIP No.7 Hotel Bahtera Tarakan, Minggu (8/4) sekitar pukul 17.30 WITA.

Apakah penangkapan itu bermuatan politik? Kapolres Tarakan, Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Hariyanto, menolak tudingan itu. Karena, menurutnya, Polisi tidak pernah melibatkan diri dalam politik. “Mereka ditangkap bukan karena jabatan ini atau itu, tetapi karena mengonsumsi narkoba. Sementara untuk tidak diberikannya penangguhan tahanan, didasarkan pada perintah Kapolri yang menegaskan, kasus narkoba, illegal logging, dan korupsi, tersangkanya tidak ada penangguhan tahanan.

Toh, DPC PBR Tarakan, nampaknya tidak membiarkan Yahya sendirian. Upaya bantuan hukum pun dilakukan partai politik yang memiliki dua kursi di DPRD Tarakan ini. Dua orang pengacara, Mansur, SH dan Rabsaudi, SH sudah dipersiapkan yang nantinya mendampingi Yahya di persidangan. “Sebelum melangkah, kami terlebih dahulu melakukan konsolidasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PBR Kaltim,” kata Achzami Masrie Sekretaris DPC PBR Tarakan kepada Asmuddin dari Berita Indonesia. Alasannya, selain karena Yahya duduk sebagai Ketua DPC PBR Tarakan, juga mengingat jasa beliau berangkat ke Jakarta dan kemudian, mendeklarasikan partai berlambang Ka’bah dengan bintang ini di Tarakan tahun 2002 lalu.

Apa saja petunjuk dari Ketua DPW Kaltim, partai yang didirikan Zainuddin MZ ini? Achzami Masrie, menolak merinci lebih jauh. Namun, yang jelas katanya, masalah Yahya, yang tersandung kasus barang terlarang itu, tidak melibatkan institusi partai, tapi kasus orang per orang. Namun, karena dia (Yahya, Red) sebagai Ketua DPC PBR Tarakan, tentu akan berimbas juga ke partai. Itu sebabnya, DPC PBR Tarakan, mendesak Kapolres Tarakan untuk mempercepat prosesnya. “Supaya ada kepastian hukumnya,” katanya.

Yahya sendiri tampak terpukul berat dengan kasus yang menjeratnya masuk sel tahanan polisi bersama dua rekan lelaki dan empat wanita ini. “Ia sama sekali sulit dan menolak untuk ditemui. Sebagai teman, saya hanya mampu berdoa, mudah-mudahan ia di dalam sel sana selalu sehat-sehat,” kata seorang yang mengaku sahabat dekatnya, dan meminta namanya tidak ditulis. SLP, ASM (Berita Indonesia 39)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_2_50.jpg
Perlindungan terhadap berbagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) bangsa Indonesia sangat diperlukan agar tak satupun dicaplok oleh
utama_1_35.jpg
Di semua negara terdapat korupsi. Tetapi di Indonesia korupsi berkembang dan berakar sangat dalam, sehingga membudaya. Korupsi dilakukan

Visi Berita

visi_21.jpg
Sudah waktunya bangsa ini berhenti berpolemik tentang “negara ini mau dibawa ke mana?” Sebenarnya
visi_70.jpg
Pemilu Presiden telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, setelah

Lentera

lentera_2_30.jpg
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, seorang negarawan yang relijius. Karir politik pengusaha sukses ini semakin
lentera_1_53.jpg
Kampus Al-Zaytun selalu menempatkan dirinya sebagai bagian dari komunitas global. Hal ini juga terlihat dari semangat
Share/Save/Bookmark