Nu’man Abdul Hakim menjadi satu-satunya kader PPP Jabar yang paling mengemuka untuk diandalkan dalam Pilkada Jabar tahun 2008.
Sedangkan Sekretaris Jendral DPP PPP, Irgan Chairul Mahfiz, kepada Berita Indonesia memberi komentar yang agak diplomatis bahwa DPP PPP sangat berkepentingan terhadap kepemimpinan Jabar. Karena bagaimanapun ujar Irgan, kantong besar PPP adalah Jabar sehingga PPP berkeinginan kadernya bisa tampil menjadi kepala daerah. Untuk itu, kata Irgan, PPP tidak akan subyektif, partai akan mendukung figur yang mampu memahami keinginan masyarakat Jabar seutuhnya, mampu memecahkan potensi daerahnya untuk memajukan masyarakatnya.
Pada dasarnya lanjut Irgan, PPP selalu menjaring aspirasi dan membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi para kader yang ingin menampilkan dirinya maupun terlibat dalam kepemimpinan Jabar. “Silahkan saja, memang peluang itu ada. Dan kita berikan kesempatan, baik kepada kader yang berada di dalam struktural maupun kader yang berada di luar struktural. Kesempatan itu ada, tentu saja dia harus menyampaikan apa visinya, apa sikap-sikap atau pandangan-pandangannya, apa pandangan politiknya dan apabila dia tampil sebagai Gubernur, apa kontribusinya,” tandas Irgan.
Nama Nu’man Abdul Hakim sejauh ini memang menjadi satu-satunya kader PPP Jabar yang paling mengemuka untuk diandalkan dalam Pilkada Jabar tahun 2008. Namun seperti yang dituturkan salah seorang Wakil Ketua DPW PPP Jabar Hidayat Zaini, bahwa secara pribadi, pilihan kepada sosok Nu’man bukanlah pilihan subyektif tapi lebih kepada reputasi Nu’man yang cerdas, berwawasan luas dan menonjol sosok kepemimpinannya. Di samping itu, Nu’man di matanya adalah sosok yang santun dan berakhlak bagus, tidak mempunyai cacat baik di partai maupun di pemerintahan selaku Wagub Jabar.
Sementara itu, Wakil ketua DPW PPP Jabar yang juga selaku Panitia Mukernas PPP Hasan Zainal Muttaqien, membenarkan bahwa DPP PPP telah memberi isyarat dukungan kepada Nu’man Abdul Hakim untuk diusung oleh PPP Jabar sebagai calon Gubernur atau Wakil Gubernur. Malah bukan sekadar dukungan, ujar Hasan, karena seluruh 25 cabang PPP yang ada di Jabar seluruhnya secara aklamasi mendukung Nu’man. Tinggal nanti penetapannya di mekanisme formal.
Namun anggota DPRD FPPP Jabar itu mengklarifikasi bahwa Mukernas bukan ajang spesifik membicarakan orang per orang terkait calon Pilkada Daerah. Mukernas ujar Hasan, membahas strategi dan taktis, konsolidasi dan rekonsilisasi ke dalam, dalam rangka mempersiapkan Pilkada di setiap daerah yang ada di Indonesia. Sedangkan mekanisme untuk penetapan calon Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati dan Walikota adalah lewat mekanisme Rapimwil. Di samping itu ujar Hasan, Mukernas lebih berfokus pada target perolehan suara Pemilu 2009 secara nasional, minimal dimana untuk Jabar harus 20% pada Pemilu legislatif atau 20 kursi DPRD. Ini artinya ada tambahan 7 kursi dari 13 kursi DPRD yang ada sekarang.
Sejauh ini, dengan modal 14 % suara, PPP Jabar yang pada Pemilu 2004 lalu berada di urutan ke empat harus berkoalisi untuk dapat mencalonkan kadernya pada pilkada agar syarat 15 % suara tercukupi. Setelah Rapim selesai, Hasan mengatakan akan dicari solusi-solusi dalam rangka target minimal atau maksimal. PPP akan membentuk tim dimana pengurus DPW PPP Jawa Barat mencari pendekatan-pendekatan kepada partai-partai lain. Sejauh ini partai Demokrat sendiri mau melamar untuk koalisi. Demokrat siap mencalonkan kadernya menjadi Wagub mendampingi kader PPP sebagai Cagub. “Jadi konsepnya begini, tergantung siapa yang melamar. Kalau yang melamar dari partai lebih kecil, ya saya kira kita juga harus legowo, kita yang dilamar berarti paketnya kita yang calon Gubernur,” Hasan mengandaikan. PC, MLP (Berita Indonesia 42)
| < Prev | Next > |
|---|



