Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Daerah SMK YPK Purwakarta Capai Standar Nasional
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

SMK YPK Purwakarta Capai Standar Nasional

E-mail Print PDF

Pembukaan UUD 1945 dengan tegas menyatakan salah satu tujuan membentuk NKRI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

SMK YPK PurwakartaUpaya mencerdaskan bangsa bukan hanya dilakukan sekolah negeri sebab pada kenyataannya peran sekolah swasta sangatlah dominan. Pendidikan dasar hingga perguruan tinggi banyak dikelola oleh swasta yang kualitasnya setara dengan pendidikan negeri.

Oleh sebab itu, sangat tepat bila pemerintah memberi perhatian yang sama antara sekolah swasta dan sekolah negeri. Paradigma itu menurut Drs. Zainurrizal, MM, Kepsek SMK YPK Purwakarta ikut mendorong Yayasan yang dikelolanya memacu prestasi hingga sejajar dengan sekolah kejuruan negeri di sekitarnya. Perhatian pemerintah melalui bantuan pendanaan juga memacu SMK YPK Purwakarta mencapai standar nasional status terakreditasi A plus.

Ciri khas sekolah kejuruan seperti ruang praktek, bursa kerja, unit produksi dan jasa merupakan keunggulan tersendiri yang dimiliki YPK Purwakarta. Fasilitas ruang praktek dengan tenaga instruktur yang profesional yang mampu dalam perancangan dan pembuatan teralis, sablon, penjilidan, instal komputer dan teknik listrik, menjadi faktor yang membuat SMK ini ditetapkan sebagai Training Center untuk sekolah kejuruan di sekitar kabupaten Purwakarta. Drs. Zainurrizal, MM putra kelahiran Garut, yang mengawali karir PNS sejak 1984 ini bangga atas perkembangan SMK YPK Purwakarta yang kini sedang mengelola 2 bidang kejuruan dalam satu kampus yaitu bidang Teknologi Produksi (STM) dengan anak didik umumnya pria, dan bidang Bisnis Management dengan anak didik umumnya wanita. SMK YPK Purwakarta kini memiliki lebih dari 1.000 siswa/siswi dengan tenaga pendidik 67 orang.BS (Berita Indonesia 26)


Bersih-Bersih di Pangandaran
Pantai Pangandaran di Ciamis, Jawa Barat merupakan daerah pantai yang mengalami dampak kerusakan paling  parah saat terjadi bencana tsunami pada 17 Juli 2006 lalu.

Untuk memperbaiki kerusakan lingkungan pesisir pantai dibutuhkan sejumlah langkah taktis. Semangat masyarakat sekitar Pangandaran pun perlu dibangkitkan supaya aktif membangun kembali kehidupan yang lebih baru. Rasa cinta akan lingkungan wilayah pesisir dan laut harus ditanamkan agar pulih kembai seperti sedia kala.

Inisiatif-inisiatif perbaikan ini muncul dan dilakukan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), khususnya dari Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) berselang empat bulan pasca bencana. Instansi pemerintah ini melakukan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL), diikuti secara bahu-membahu oleh Pemda Ciamis serta sekitar 400 orang komponen masyarakat Pangandaran.

Titik berat gerakan antara lain pembersihan sampah pantai, penyebaran 393 ribu benih pada lahan seluas dua hektar untuk vegetasi, serta pemeliharaan dan penanaman terumbu karang buatan.

Juga dilaksanakan Sosialisasi Ekosistem Laut dan Mitigasi Bencana untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya tsunami, dan tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan untuk mengurangi dampak bencana di masyarakat pesisir.

Dirjen KP3K Syamsul Muarif, didampingi Bupati Ciamis  Jumat (16/11) melakukan kunjungan langsung ke Lokasi Pembangunan Rumah Nelayan Ramah Bencana, hasil bantuan DKP senilai Rp 2,4 miliar. Pembangunan rumah nelayan ini dilakukan di beberapa lokasi seperti Legokjawa dan Pangandaran yang masih dalam proses penyelesaian.

Syamsul Muarif berharap daerah yang dibangun nantinya akan mandiri dalam melaksanakan gerakan bersih pantai. Selanjutnya, masyarakat di lingkungan masing-masing akan aktif terlibat menjaga melestarikan wilayah pesisir dan laut sebagai wilayah yang bersih sehingga dapat memanfaatkannya secara maksimal. Demikian pula pemerintah daerah setempat diharapkan memiliki inisiatif untuk mengarahkan partisipasi masyarakat menjalankan setiap gerakan bersih pantai dan laut. HT (Berita Indonesia 26)


Menjelang Pilkada Jepara
Mungkin ini pertama kali dalam Pilkada, kekurangan calon. Biasanya kandidat calon Bupati membludak. Tapi di Jepara tidak demikian. Hingga batas akhir pengembalian berkas calon baru hanya satu calon yang mendaftar. Oleh karena itu Mendagri bisa mengambil kebijakan agar Pilkada Kabupaten Jepara tidak berlarut-larut dengan cara mengeluarkan Permendagri yang isinya, pasangan tunggal bisa melawan kotak kosong.

Seperti yang diberitakan, KPUD Jepara mengeluarkan SK No 15/2006 tentang perpanjangan masa pengembalian berkas pasangan calon bupati dan wakil bupati selama tujuh hari sejak 16 November, kebijakan itu diambil terkait sampai saat itu hanya koalisi PPP, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PDS, dan 10 parpol nonlegislatif yang menyerahkan berkas pasangan Hendro Martojo-Ahmad Marzuki (HAM). Padahal dalam ketentuan, Pilkada bisa digelar dengan minimal dua pasang calon.

Anggota KPUD Jateng Dr Ari Pradhanawati MS mengatakan, tidak bisa pasangan itu dirivalkan dengan kotak kosong karena UU No 32/2004 tidak mengatur hal itu. Dalam regulasi itu hanya disebutkan bahwa Pilkada minimal diikuti dua pasang calon.

‘’KPUD Jateng pernah mengungkapkan persoalan itu kepada pemerintah pusat pada 2005 lalu. Namun  kenyataannya, sampai sekarang tidak ada solusi. Kalau satu pasang calon dilawankan dengan kotak kosong, maka harus mengamandemen UU No 32/2004 dulu,’’ jelas dosen FISIP Undip itu.

‘’Prinsipnya, kalau pada masa perpanjangan tidak ada yang mendaftar lagi, kemungkinan besar Pilkada Kabupaten Jepara ditunda. Kalau itu yang terjadi bukan lagi wewenang KPU namun, pemerintah yakni Depdagri,’’ tegasnya. Demikan tulis Suara Merdeka Jumat (17/11).


15 Calon Gubernur Versi Unpad
Sebanyak 15 nama terjaring sebagai kandidat Gubernur Jabar pada Pilkada 2008. Nama-nama itu muncul dari hasil jajak pendapat Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Pengembangan Wilayah (Puslit KP2W) Lembaga Penelitian Unpad Bandung terhadap 900 responden pada kurun waktu 13 Oktober s/d 13 November 2006.

Kepala Puslit KP2W Lemlit Unpad Dede Mariana mengungkapkan di Bandung, Kamis (16/11), jumlah responden 900 orang yang dipilih secara random, dihubungi via telepon, dengan cakupan wilayah Bandung dan wilayah eks-Keresidenan/Pembantu Gubernur/Bakorwil yang mencakup Wilayah Bogor, Cirebon, Purwakarta, dan Priangan.

“Responden mewakili tiga unsur, yakni civil society (LSM, ormas, akademisi, dan kelompok-kelompok independen). Kedua, private sector atau pelaku usaha, dan ketiga, public sector yakni kalangan birokrasi dan politisi,” ungkapnya.

Sisi kritis dari hasil jajak pendapat itu adalah persepsi responden tentang “defisit” kepemimpinan di Jabar. Dalam persepsi responden, kepemimpinan di Jabar sebagai faktor paling menentukan dalam menjalankan roda pemerintahan atau politik formal, justru diberi nilai sangat rendah (minus 93 persen). Demikian tulis Pikiran Rakyat Jumat (17/11).


Puting Beliung Terjang Madiun
Puting Beliung menerjang kawasan perbatasan Madiun-Ponorogo dan Ngawi. Tiga warga terluka dan sedikitnya 500 rumah rusak. Peristiwa yang terjadi Rabu (15/11) petang itu menerjang kawasan Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Di Bojonegoro, angin jenis sama juga kembali bertiup di Desa/Kecamatan Baureno.

Di Madiun, tiga korban luka berat. Ratusan warga Sumberbendo, dan merupakan desa terpencil dan termiskin itu berduka. Sedikitnya 12 rumah mereka rata dengan tanah dan 500 lainnya kehilangan atap rumah.

“Angin berputar-putar ini berhembus tidak lama, tapi menyebabkan kerusakan luar biasa. Sekitar 99 persen rumah penduduk rusak diterjang angin,” ungkap Mifahuddin tokoh masyarakat setempat.

Wakil Bupati Madiun Muhtarom memprediksi kerugian hanya sekitar Rp 55 juta. Selain itu, Pemkab Madiun juga telah membantu warga yang rumahnya rusak berat. Bantuan berupa beras dan uang. Sedangkan Kepala Bakesbang Linmas Pemkab Madiun, Sumarto mengatakan kerugian mencapai sekitar Rp 114 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp 55 juta untuk rumah roboh.

Di Bojonegoro, puting beliung menyebabkan gudang tembakau milik H Muji di Desa/Kecamatan Baureno roboh. Akibatnya, tiga warga menderita luka-luka. Imam Sururi, warga Desa Blongsong, Baureno, yang sedang berteduh di sekitar gudang mengalami luka berat. Dua warga lainnya, yang juga sedang berteduh, terluka ringan. Demikian tulis Koran Surya, (17/10).


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com