Majalah Berita Indonesia

Friday, Jul 30th

Last update04:15:44 PM GMT

Majalah Berita Indonesia RSS Feed
You are here Edisi Cetak Buku Legenda Senjakala

Legenda Senjakala

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 

Legenda Senjakala (serial) buku paling santer yang acap jadi tema perbincangan empuk di kalangan remaja di seluruh duniaNovel berkisahkan cinta terlarang ini menjadi incaran setelah fenomena Harry Potter.

Inilah (serial) buku paling santer yang acap jadi tema perbincangan empuk di kalangan remaja di seluruh dunia saat ini. Mendekati tutup tahun 2008 lalu, empat judul bukunya sudah melewati angka 6,4 juta eksemplar dan sudah diterjemahkan ke dalam 39 bahasa di seluruh dunia (Bisa dihitung jika koefisien 1 buku laris biasanya dibaca minimal 5 orang pembaca).

Serial karya penulis Stephenie Meyer ini berhasil membius pembaca remaja ke inti persoalan tanpa perlu berkhotbah dan membuat remaja merasa terasing. Terdiri dari Twilight (2005), New Moon (2006), Eclipse (2007), dan Breaking Dawn (2008).

Begitupun di Indonesia, buku yang diterjemahkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama ini mendapat sambutan yang hangat. Tak kurang dari seluruh karya terjemahan yang telah beredar menembus angka 90 ribu eksemplar. Jadi, sekarang Harry Potter tidak sendirian lagi.

Novel ini mengisahkan tentang dua remaja, Bella Swan dan Edward Cullen si vampir berkulit pualam. Dalam Twilight diceritakan Bella si anak kota harus pindah ke Forks, di pinggiran Washington. Dari sinilah ia berkenalan dengan Edward sang vampir yang menghisap darah hewan (tidak mengisap darah manusia seperti vampir kebanyakan).

Edward dan Bella memiliki perbedaan jenis “bangsa” dan harus menghadapi sejumlah ancaman yang ingin memisahkan cinta mereka. Meski Edward seorang vampir, Bella tetap merasa nyaman di sisinya.

Seperti kisah cinta remaja kebanyakan, keduanya seperti bulan dan matahari yang saling melengkapi. Seperti Romeo dan Juliet. Keduanya merasa nyaman kendati dalam dunia yang jauh berbeda. Namun, cinta terlarang mereka menyatu dalam temaram senjakala (twilight zone). Dan mulailah kisah haru-biru bagaimana Edward begitu melindungi Bella, termasuk ancaman dari James, si vampir dari klan lain yang begitu mencintai Bella.

Kisah cinta mereka jadi rumit dalam episode kedua, New Moon. Setelah mampu membasmi James, Edward tersadarkan bahwa kehadirannya justru akan membawa malapetaka bagi Bella. Meyer sang penulis mampu menggambarkan mekanika emosi yang labil dari sepasang remaja itu. Serba plin-plan, keras kepala, cenderung sensitif, labil dan serba mencari identitas. Dalam Bella terutama, semua ambiguitas remaja begitu kentara.

Lalu Edward dan keluarganya lengser menjauh untuk kebaikan hidup Bella. Di saat itulah Bella terantuk rasa sepi yang mendalam, merasa sendiri. Dalam kesepian itu pula Bella mendapat teman baru, Jacob Black. Sosok Jacob yang memancing plot cinta segi tiga itu tak lain adalah seorang werewolf (bangsa manusia adi-serigala) yang tentu saja di sini tidak akan memangsa Bella. Sosok Jacob cukup mengobati kesepian hati Bella, apalagi Jacob kini yang melindungi Bella dari serangan Victoria, kekasih James yang menuntut balas dendam pada Bella.

Dalam frame literasi, kisah cinta memang tidak akan pernah sempurna. Kehadiran Jacob membuat sumbing perasaan Bella. Kadang ia memberi harapan, kadang sikapnya bagai seorang “adik ketemu kakak”. Di penghujung kisah Edward muncul kembali. Sebelum segalanya runyam, Edward memutuskan untuk “mengakhiri” hidupnya sebab merasa tak kuat kehilangan Bella. Karena mengira Bella sudah meninggal akibat serangan depresi dan serangan Victoria si vampir pendendam. Bella akhirnya muncul. Edward urung bunuh diri. Mereka bersatu kembali. Dan mulailah kisah cinta yang berpilin-pilin itu.

Kisah cinta dan persahabatan jadi semakin rumit dalam seri ketiganya, Eclipse. Aksi balas dendam Victoria belum juga pupus. Bahkan ia membentuk pasukan untuk mengintai Bella dan Edward. Di sinilah muncul persahabatan antara Edward dari keluarga vampir dan Jacob yang werewolf. Dua jenis “mahluk” yang berbeda, tapi bisa menyatu dalam satu tujuan, memberantas serangan rezim vampir Victoria. Ketika segalanya berakhir dengan indah, tidak demikian ketika pada akhirnya Bella memilih Edward dan tetap menganggap Jacob sebagai sahabat sejati.

Sebagai penutup saga (cerita hikayat lengkap) ini termaktub dalam Breaking Dawn. Setelah Bella dan Edward menikah, kehidupan mereka jernih untuk sementara. Cerita cenderung datar, namun banyak simpul kisah yang tadinya berpilin-pilin itu mulai menemui jawabannya.

Diceritakan bagaimana kehamilan Bella yang terbilang istimewa ini membuat dirinya sangat lemah. Kelahiran putri tercinta yang diberi nama Renesmee (tentu saja blasteran setengah vampir setengah manusia) sempat membuat Bella nyaris meninggal.

Namun, setelah Edward menyuntikkan cairan racun ke tubuh Bella, inilah jawaban akhir sekaligus menjadi permulaan hidup baru bagi Bella yang akhirnya menjadi vampir. Setelah Saga karya Meyer ini berakhir, kita mengendus roma kelanjutan kisahnya yang entah akan beredar. Tentu dengan persoalan baru, dan pastinya kisah yang lebih “dewasa”.

Berbeda sedikit dengan serial Harry Potter, Saga Twilight memang sengaja menampilkan sisi remaja dan persoalan batin mereka. Meyer sang pengarang aslinya memang editor untuk penerbitan buku Teen Ink (2004), sebuah kumpulan kisah sejati remaja bermasalah di Amerika. Meyer paham betul apa yang terjadi dalam diri remaja. Namun, kehadiran karyanya diasumsikan banyak media di Inggris sebagai “gaya” Amerika dalam menangkis serangan British-Lit (literasi buatan Inggris Raya) dari Harry Potter. Layaknya sektor ekonomi dan hankam, literatur pun punya ambisi untuk dipolitisir.

Ketika menghabiskan empat judul dari dunia senjakala ini, pembaca tidak akan merasa asing dengan ceritanya. Washington Post menjuluki kisah ini sebagai karya klasik yang terbit di zaman mutakhir. Kisah cinta boleh jadi sudah mentok. Tapi Meyer menyodorkan dunia kemasan. Bahasanya yang legit, dan terutama tampilnya sosok remaja (baik yang manusia, vampir, werewolf) yang begitu natural. Persoalannya terlihat jernih menelusuri proses pencarian jati diri di kalangan remaja.

Di luar kecaman antipati dunia terhadap tema gotik (yang tertuang dalam sosok vampir dan werewolf) dan banyak kejanggalan logika dalam penceritaan, karya Meyer ini membuktikan ampuhnya makna literasi dalam kehidupan remaja. NAT (Berita Indonesia 63)

Add comment


Security code
Refresh

Berita Utama

utama_2_75.jpg
Ini berita hebat. Markus dan mafia hukum itu sungguh-sungguh nyata (terbukti), rakus dan jahat. Seorang jenderal polisi (bintang tiga)
utama_1_52.jpg
Peta Jalan Bali atau Bali Road Map disetujui setelah melewati lobi-lobi intensif dan menguras banyak energi. Amerika akhirnya turut ikut

Visi Berita

visi_47.jpg
Tidak ada seorangpun manusia di dunia ini yang ingin hidup dalam kemiskinan. Namun, karena berbagai hal, di
visi_23.jpg
Bangsa ini baru saja merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-61. Ironisnya, dalam usia senjanya, kantong-kantong

Lentera

lentera_1_39.jpg
Wawancara Syaykh Al-Zaytun dengan Tim Jurnalis EWC-ASSyaykh Al-Zaytun Drs Abdussalam Panji Gumilang, mengatakan
lentera_6_23.jpg
Dalam dunia kontemporer (kini) sudah sangat sering terjadi dunia kekerasan yang luar biasa. Karena itu, perlu dirancang
Share/Save/Bookmark