Awalnya, masyarakat menolak mempercayai ada manusia dengan ukuran otak yang kecil bisa membuat alat-alat. Sejak ditemukan di gua batuan kapur Liang Bua, Flores, kerangka manusia berukuran
kerdil menuai kontroversi. Tadinya, ‘Manusia Flores’ ini diyakini para ahli sebagai jenis homo sapiens yang sama dengan jenis manusia sekarang ini. Sementara, paleoantropolog dari Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Teuku Jacob dan koleganya berpendapat bahwa ‘Manusia Flores’ itu memiliki kesamaan dengan manusia kerdil dan memiliki kelainan otak atau mikrosefalus.
Seperti dimuat di Republika, 31 Januari 2007, penemuan yang diterbitkan di jurnal ilmiah the National Academy of Sciences itu mengetengahkan bahwa meski ukuran otaknya sangat kecil, tapi terus berkembang, mempunyai cabang dan tersusun. Artinya, jenis manusia ini memiliki kecerdasan lebih tinggi dari yang selama ini diduga dan tidak layak dikategorikan sebagai manusia yang mengalami kelainan otak atau mikrosefalus.
Hal itu didukung dengan penemuan alat-alat dan juga bukti bekas penggunaan api di dekat lokasi ditemukannya ‘Manusia Flores’. Padahal, masyarakat menolak mempercayai ada manusia dengan ukuran otak yang kecil bisa membuat alat-alat.
LB1 atau Hobbit, demikian nama yang diberikan kepada ‘Manusia Flores’ tersebut, memiliki ukuran otak 400 sentimeter kubik, atau sama dengan kapasitas otak simpanse. Mereka memiliki lengan panjang, dagu yang miring dan penampilan manusia primitif lainnya.
Para ahli meyakini proses pengerdilan merupakan antisipasi mereka atas minimnya cadangan makanan di kawasan tersebut. Diperkirakan mereka bertahan hidup selama 12 ribu tahun sebelum akhirnya letusan gunung vulkanik menghancurkan kawasan itu. RH (Berita Indonesia 32)
Hajatan Buat Penggemar Jazz
Bagi para maniak musik jazz perhelatan yang paling ditunggu setiap tahun adalah Java Jazz Festival. Untuk tahun 2007 ini, festival akan diselenggarakan 2-4 Maret, diikuti oleh tak kurang dari 1.000 musisi asing dan lokal yang akan berpentas di Jakarta Convention Center, Jakarta.
Festival bertema “Share the World” ini, seperti diberitakan Koran Tempo, 1 Februari 2007, bakal menyajikan campuran aliran jazz yang dengan musik Afrika, Brazil, funk, soul, rock, hiphop, latin, R&B dan etnik Indonesia.
Sebagai ajang pemanasan, Java Jazz juga digelar di Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. Menurut Direktur Program dan Artistik Java Jazz Paul Dankmeyer, musisi yang akan tampil antara lain Jamie Cullum, Level 42, Sergio Mendez, Chaka Khan dan Jeffrey Orborne. Tiket seharga Rp 800.000 untuk penampilan Jamie Cullum bahkan sudah ludes.
Musisi lokal yang akan meramaikan festival ini antara lain Jopie Item, Dian Pramana Putra dan Emerald Band. Bahkan band-band yang sudah bubar kembali disatukan, misalnya Karimata dan Humania.
Musisi jazz asal Jepang, Sadao Watanabe juga akan datang bersama anak-anak didiknya. Mereka akan menggelar konser musik jazz untuk anak-anak di sela-sela festival dengan judul “Children are the Future.” RH (Berita Indonesia 32)
| < Prev | Next > |
|---|



