Sekitar 100 penyair dari berbagai penjuru kawasan Nusantara, tidak hanya Indonesia, melainkan juga Malaysia, Brunei dan Thailand Selatan, unjuk kebolehan membaca sajak di atas panggung selama empat malam berturut-turut, 25-28 Mei 2007 di Medan. Tiga malam pertama berlangsung di Taman Budaya Sumatera Utara dan malam terakhir di Garuda Plaza Hotel.
Sejumlah penyair dari Indonesia hadir, antara lain Korrie Layun Rampan, Shantined, Idris Pasaribu, Hasan Bisri BFC, Khoirul Anwar, dan masih banyak lagi.Jika malam hari mereka membacakan sajak, pagi hari diadakan workshop dan siangnya diskusi sastra. Diskusi sastra membahas khasanah puisi Nusantara dan kesusteraan Indonesia mutakhir. Pembicaranya antara lain Ahmadun Yosi Herfanda.
Di hari terakhir, diadakan musyawarah untuk membahas kemungkinan dibentuknya forum bersama penyair Nusantara. Akhirnya disepakati event tahunan Pesta Penyair Nusantara Sempena The International Poetry Gathering sebagai forum bersama penyair Nusantara untuk bermusyawarah sambil berapresiasi dan mengekspresikan karya.
Event sastra ini terselenggara berkat gotong royong, dalam arti biaya peserta ditanggung bersama. Panitia hanya menyediakan akomodasi selama acara berlangsung. Sedangkan transport dari kota asal peserta, baik sebagai pembicara, pembaca puisi maupun penggembira ditanggung sendiri.
Karena itu sebelum acara biasanya calon peserta sibuk mencari sponsor. Beruntunglah selalu ada lembaga pemerintah dan swasta yang peduli pada sastra dengan membantu keberangkatan para peserta. RH (Berita Indonesia 41)
| < Prev | Next > |
|---|



