Majalah Berita Indonesia

Sunday, May 28th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Budaya Menyelamatkan Syiwa dan Buddha
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Menyelamatkan Syiwa dan Buddha

E-mail Print PDF

Candi PrambananSejumlah candi harus dipoles pasca bencana alam yang baru-baru ini terjadi di wilayah Jawa Tengah. Tindakan itu dianggap sangat penting.

Datanglah ke Candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta dan Klaten setelah hari-hari gempa berlalu. Kompleks candi itu kacau balau. Guguran batu dan pecahan arca berserak dimana-mana. Gempa telah merusak salah satu candi terbesar di Asia Tenggara itu.

Koran Tempo, 8 Juni 2006, melaporkan bahwa Candi Prambanan mau tidak mau harus dibongkar. Pasalnya, menurut penelitian Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala DIY, candi Hindu itu amblas sedalam 10 cm. Jika perbaikan hanya dengan memasang kembali arca-arca yang runtuh, kerusakan akan semakin parah.

Seperti dijelaskan guru besar arkeologi Universitas Gajah Mada, Timbul Haryono, idealnya semua batuannya harus diturunkan. Fondasinya harus diperkuat, setelah itu disusun lagi seperti semula.

Candi setinggi 47 meter itu jika dibiarkan miring dan amblas semakin dalam, suatu saat akan runtuh.

Sebenarnya, bukan cuma Prambanan yang harus dibongkar. Candi Plaosan, Sojiwan dan Sewu juga bernasib sama pasca gempa. Bahkan Candi Siwa yang ada kompleks Prambanan sudah lama tidak direnovasi. Proses pemugaran nantinya harus melibatkan berbagai disiplin ilmu, diantaranya arkeologi dan teknik sipil.

Identifikasi juga diperlukan terhadap batuan dan arca yang jatuh agar tidak dicuri untuk diperjualbelikan.

Sementara itu, Kompas, 21 Juni 2006, melaporkan bahwa Candi Borobudur di Magelang mulai dibersihkan.Candi tersebut selama sebulan belakangan dihujani abu vulkanik dari Gunung Merapi. Beberapa petugas menyemprot batuan candi dengan penyemprot air ber-tekanan tinggi.

Untungnya setelah dilakukan penelitian, kadar asam yang terdapat dalam abu vulkanik itu tidak terlalu tinggi untuk bisa merusak batuan candi. Kalaupun terjadi pelapukan atau kerusakan bantuan candi akibat abu, waktunya cukup lama.

Abu Merapi banyak menyelimuti bagian timur, utara dan selatan Candi Borobudur. Soalnya hembusan abu Merapi datang dari arah timur. Gunung Merapi berada sekitar 30 km di timur Candi Borobudur.RH (Berita Indonesia 17)


Melacak Batas Naga Raja
Perkumpulan peduli Majapahit berhasil membuat peta ibukota Majapahit.
Di tengah sawah, batu berbentuk yoni teronggok. Sejak lama keberadaannya dianggap biasa saja oleh penduduk sekitar. Namun belakangan setelah para arkeolog memeriksa kawasan itu, keberadaan yoni yang dihiasi ukiran Naga Raja itu menjadi titik penting menemukan pusat ibukota kerajaan Majapahit.Kebesaran nama Majapahit menimbulkan rasa penasaran para arkeolog sejak lama. Kerajaan yang pernah menguasai Nusantara sampai ke negeri jiran itu nyaris tidak diketahui dengan tepat petilasannya. Sejak ditemukannya situs di Trowulan, penelitian tentang batas-batas ibukotanya belum dipetakan dengan pasti.

Majalah Tempo, 14 Juni 2006, memberitakan bahwa perkumpulan peduli Majapahit, Gotrah Wilwatikta, berhasil membuat peta ibukota Majapahit setelah melakukan penelitian selama dua tahun lebih. Ternyata ibukota kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara itu berada di Kabupaten Mojokerto dan Jombang.

Sebelumnya, ibukota Majapahit diperkirakan berada di Trowulan. Menurut Anam Anis, ketua perkumpulan, penelitian itu melanjutkan sketsa rekonstruksi Henry Maclaine Pont, seorang insinyur Belanda, 1924-1926. Pont berhasil menentukan tata ruang, namun belum menemukan batas wilayah.

Berdasarkan penelitian, batas-batas ibukota itu ditandai dengan yoni Naga Raja. Namun ada juga yoni polos saja. Ditemukan empat yoni, yang jika ditarik garis antara empat titik itu diperoleh segi empat. Melingkupi 51 desa di tiga kecamatan di Mojokerto dan tiga di Jombang.

Dalam peta terbaru diketahui di pusat kota ada lapangan bulat, tempat tinggal pejabat, rumah Maha Patih Gajah Mada, balai prajurit, kediaman para menteri dan kediaman pemimpin keagamaan. Ada juga kediaman Bre Wengker, Bre Matahun, kerabat kerajaan dan para ksatria.

Melalui foto udara, di situs Trowulan dan sekitarnya terlihat kanal-kanal kuno dengan lebar 35-45 meter. Berfungsi sebagai pengairan, transportasi dan pertahanan.

Pertengahan Juli, Gotrah Wilwatikta akan mengadakan pertemuan nasional mengenai penetapan situs Majapahit sebagai kawasan cagar budaya nasional.RH (Berita Indonesia 17)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com