Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Budaya Alicia Djohar: Ratu Bogor Berjiwa Sosial
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com

Alicia Djohar: Ratu Bogor Berjiwa Sosial

E-mail Print PDF

Alicia DjoharNamanya dikenal sebagai penggagas dan koordinator kegiatan sosial selebriti. Meski sibuk di dunia akting, ia tak pernah lupa pada kaum dhuafa. Wajahnya yang ayu dan anggun wara-wiri di layar kaca dalam puluhan sinetron yang dia bintangi. Nama Alicia Djohar bukan baru lagi di dunia akting. Mengawali karirnya di layar perak sejak tahun 1977 dalam usia 24 tahun, kini terhitung 28 tahun sudah ia berkarya.

Meski sibuk di dunia peran, Alicia yang kerap disapa Ice oleh teman-temannya, masih sempat meluangkan waktunya untuk aktifitas sosial.

Ditemui Berita Indonesia di lokasi syuting “Titipan Illahi” di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Alicia mengisahkan awal mula dirinya terjun membantu kaum dhuafa. Menurutnya, saat ia masih aktif di Parfi (Persatuan Artis Film Indonesia) sebagai bendahara lantas Ketua III, ia sering mengikuti bakti sosial yang diadakan Parfi. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menyenangkan hati orang-orang miskin dan penghuni panti-panti jompo yang mereka kunjungi.

Tahun 2002, ia dan beberapa kawannya sesama artis senior mendirikan perkumpulan arisan untuk saling bersilaturahmi. Tak disangka, perkumpulan itu terus berkembang dan anggotanya bertambah banyak. Perkumpulan itu kemudian diberi nama Selebriti Club (SC) dengan jumlah anggota saat ini 600 orang. SC kemudian mengutamakan kegiatannya untuk sosial dan amal. Saat ini, anggotanya terdiri dari senior dan yunior aktor/aktris, senior dan yunior penyanyi, sutradara, produser, pengusaha dan pejabat.

Banyak yang sudah dilakukan SC, diantaranya kampanye anti Narkoba, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Bahkan di bulan ramadhan ini, SC yang kini juga membentuk Selebriti Lions Club Jakarta menggelar acara sahur bareng selebriti bersama anak-anak jalanan.

‘Kebersamaan’ merupakan motto SC. Kala ditanya soal dana untuk kegiatan sosial mereka, dengan tangkas Alicia mengatakan, mereka bergotong royong menyumbang apa saja yang mereka bisa sumbangkan. Mereka bahkan kerap melakukan lelang amal. Menjual pakaian show atau benda-benda milik selebriti, dan uang yang terkumpul disalurkan ke dompet-dompet amal atau langsung kepada sasaran.

Puteri gunung
Alicia mengawali karirnya di dunia film setelah memenangkan kontes Ratu Kebaya Bogor, disusul kontes Ratu Bogor tahun 1972. Ketika itu ia masih SMA kelas tiga. Waktu itu seorang produser yang akan menggarap film “Perkawinan Remaja” sedang mencari bintang tamu. Alicia ditawari peran sebagai gadis dari keluarga kaya yang akan dijodohkan dengan Sophan Sopiaan. Sejak itu, ia mulai dikenal dan sering diajak main film.

Alicia lahir di Bogor, 51 tahun yang lalu. Sambil berkelakar, ia menyebut dirinya”‘puteri gunung.’ Sebab, sejak kecil ia dibesarkan di sebuah perkebunan teh milik pemerintah bernama Gunung Mas, di kawasan Puncak. Ayahnya adalah administratur perkebunan tersebut.

Selama 25 tahun ia tinggal di kawasan yang sejuk dan damai itu. Hal itu membentuk kepribadiannya menjadi anti kekerasan. Sampai saat ini, ia selalu menolak peran-peran antagonis yang mengharuskan dirinya marah, kasar dan keji.

Orangtuanya tidak pernah melarangnya main film, namun ayahnya menekankan agar ia menyelesaikan sekolahnya dulu. Setelah lulus dari SMA 1 Bogor, ia sempat main dua film, lantas selama dua tahun kuliah di Singapura, di sebuah akademi ketrampilan, dimana ia belajar tata busana, tata rias wajah dan rambut, bahasa Inggris dan menjahit. Ia juga sempat belajar mode dan kecantikan di London, Inggris.

Ibu tiga orang anak ini (dua putera dan satu puteri) bahkan sempat membuka salon dan menjadi perancang pakaian bagi kalangan terdekatnya. Kegiatan itu dihentikannya ketika tawaran main film semakin banyak dengan sistem kejar tayang. Belum lagi kegiatan sosialnya di Selebriti Club.

Meski tak lagi berkiprah di layar lebar, Alicia bersyukur karena saat ini dunia perfilman Indonesia telah bangkit dari mati surinya. Banyak film layar lebar ternyata sukses dan menguntungkan.
Akting para aktor dan aktris saat ini lebih natural, apa adanya dan rileks. Saat ini, karena sistem suara langsung (direct sound) sehingga lebih memudahkan dan praktis, tidak perlu lagi proses dubbing.

Alicia mungkin salah satu perempuan yang tidak mau berhenti berkarya selagi ia bisa. Menjadi produser pun dilakoninya. Beberapa produksi sinetron pernah lahir dari rumah produksinya, PT Djohar Mandiri Jaya. Ia duduk sebagai presiden direktur.RH (Berita Indonesia 05)


Related Articles:

Beri Komentar


Kode keamanan Refresh

Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com