Kasus Bank Century yang sudah diaudit BPK dan tengah ramai dibahas oleh Pansus Angket DPR serta tengah diusut KPK, mengindikasikan korupsi semakin canggih dan tamak.
Berita Utama
Rapor Merah Pemberantasan Korupsi
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan segenap lingkaran kekuasaannya menilai sendiri kinerjanya, terutama dalam pemberantasan korupsi, sangat berhasil. Presiden juga menyatakan puas atas pencapaian program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu 2 (KIB 2). Namun, banyak pihak, di luar pemerintahan, justru menilai sebaliknya, gagal, rapor merah, yang antara lain tereksperesikan dalam demonstrasi 28 Januari 2010, bertepatan 100 hari KIB 2. Api semangat pemberantasan korupsi pun kini memudar.
Century Sudah Jadi Mutiara
Misteri Kasus Century
Benarkah ada konspirasi dalam upaya penyelamatan Bank Century? Walaupun isu bau busuk adanya dugaan konspirasi itu kini tengah menyebar ke mana-mana, namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan lingkaran kekuasaan-politiknya selalu menepis berbagai data dan rumor tentang aliran dana talangan Bank Century tersebut. Bahkan mereka menyebut itu fitnah!
Menanti Gebrakan 100 Hari KIB II
Anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua telah dilantik. Komitmen disatukan, agenda dan target juga telah dibuat. Kini masyarakat menunggu realisasinya.
Kriminalisasi KPK Versus Politisasi Hukum
Kekisruhan penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi amat memusingkan publik dalam bulan-bulan terakhir ini. Kontroversi berpuncak tatkala dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Bibit dan Chandra) ditahan Polri (Kamis 29/10/2009) terkait sangkaan terlibat kasus pidana korupsi (pemerasan/penyuapan) dan penyalahgunaan wewenang. Hal ini dianggap sebagai upaya mengkriminalisasi KPK.
Negeri Seribu Bencana
Kita Tak Mau Belajar
Balada Pilu dari Padang
SBY-Boediono Siapkan Kabinet Presidensial
Indonesia, Intel vs Teroris
Indonesia tampaknya masih merupakan sasaran empuk bagi teroris. Lantaran keberadaan mereka di Indonesia masih sangat nyaman. Masyarakat Indonesia masih permisif dalam menyikapi aksi-aksi terorisme. Bahkan negara ini masih merupakan fertile ground bagi gerakan-gerakan radikal. Selain itu, institusi intelijen di Indonesia dinilai masih memiliki kelemahan.
Page 1 of 6
Berita Utama


