Majalah Berita Indonesia

Thursday, Apr 27th

Last update01:43:53 AM GMT

You are here Berita Indonesia Edisi 37 (27 Apr 2007)
Jual Buku Al-Zaytun Sumber Inspirasi
Kuis Tokoh Indonesia - TokohIndonesia.com
Berita Indonesia
default horizontal zone
Visi Berita
Budaya KorupsiBudaya KorupsiRedaksi2007-04-27 03:23Benarkah perilaku korup sudah jadi budaya bangsa? Sejumlah fakta empiris...Read More >>
Edisi 37 (27 Apr 2007)
Edisi 37 (27 Apr 2007)
default vertical zone
Lentera
Al-Zaytun-Ditjen PLS Lakukan Pelatihan Sertifikasi ICDLRedaksi2007-04-27 07:15
Diikuti Pegawai UPT Ditjen PLS Se-Indonesia.Kerjasama yang sinergis antara Al-Zaytun dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Ditjen PLS), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), semakin erat untuk mencerdaskan bangsa. Syaykh Abdussalam Panji Gumilang pimpinan Kampus Al-Zaytun, sebagai pelopor pendidikan sistem satu pipa, ingin sekali mendarmabaktikan seluruh aset dan sumberdaya manusia yang dimiliki dipersembahkan kepada bangsa dan negara, serta masyarakat luas secara keseluruhan. Demikian pula Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Depdiknas, Ace Suryadi, yang dikenal berhasil dalam mengangkat citra pendidikan nonformal di jagad pendidikan nasional, ingin pula melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Keduanya sepakat untuk membangun kerjasama yang sinergis dalam berbagai hal. Salah satunya, Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan terpadu, terletak di Kampung Sandrem, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada 12-18 Maret 2007 lalu dipercaya melaksanakan pelatihan sertifikasi ICDL (International Computer Driving License), kepada 39 pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daerah, Pendidikan Luar Sekolah. Peserta berasal dari 17 daerah di seluruh Indonesia. Acaranya disebut “Pelatihan Sertifikasi ICDL Bagi Para Pegawai Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Luar Sekolah Se-Indonesia”. Dengan mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki sertifikat untuk melatih orang lain supaya dapat menguasai (literasi) penggunaan komputer. Materi pelatihan ICDL terdiri tujuh modul, yaitu: Module 1 Concepts of Information Technology (IT); Module 2 Using the Computer and Managing Files; Module 3 Word Processing; Module 4 Spreadsheets; Module 5 Database; Module 6 Presentation; dan Module 7 Information and Communication. Peserta terdiri 28 laki-laki dan 11 perempuan. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Enam orang lulusan setingkat SLTA, 27 orang lulusan setingkat sarjana atau S-1, dan enam orang lulusan setingkat master atau S-2. Mereka mewakili sejumlah UPT Daerah, seperti Sanggar Kegiatan Bersama (SKB), Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM), Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP), Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BPPPLS), serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Pengembangan Kegiatan Belajar (BTKPPKB). Untuk setiap modul, materi pelatihan diberikan oleh dua orang instruktur, dibantu empat orang asisten, sehingga total terdapat 14 orang instruktur dan 28 orang asisten. Di akhir pelatihan, pada tanggal 17-18 Maret diadakan ujian dan 38 orang dinyatakan lulus menyelesaikan pelatihan dengan hasil baik. Sedangkan seorang peserta, berasal dari BPKB Daerah Instimewa Yogyakarta yakni Nugroho Tyas, dinyatakan belum menyelesaikan seluruh modul. Rekapitulasi hasil ujian menunjukkan, nilai rata-rata Module 1 adalah 90,32, Module 2 91,66, Module 3 92,58, Module 4 93,92, Module 5 92,66, Module 6 89,87, dan Module 7 93,13. Tentang ICDL...Read More >>
 
Khas
Prahara di IPDN Pasca Kematian CliffRedaksi2007-04-27 04:20
Kematian Wahyu Hidayat, praja yunior STPDN, tidak memberi pelajaran bagi sekolah tinggi ilmu pemerintahan itu. Kisah yang hampir sama, kematian Cliff Muntu akibat penganiayaan berat, menimbulkan kemarahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga membekukan IPDN Jatinangor selama satu tahun. Dalam usia belia, 20 tahun, maut menjemput Cliff Muntu, praja tingkat II Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Manado, pada menit-menit lewat tengah malam 2 April 2007. Malam itu, Cliff bersama 12 praja yunior lainnya, dipanggil mendadak oleh para praja senior (tingkat III), anggota kelompok Pembawa Tanda Kehormatan (Pataka). Ke 12 praja tersebut harus menghadap anggota Pataka—pembawa panji-panji IPDN—di Barak DKI Jakarta, pukul 22.30 WIB. Dari 12 praja yang dipanggil, 4 orang, termasuk Cliff, datang lewat jam yang ditentukan. Soalnya, mereka kelelahan lantaran baru saja selesai latihan drum band. Namun panggilan para “algojo” itu tidak boleh diabaikan sedikit pun. Datang melewati jam yang sudah ditentukan sama artinya menyepelekan “kegiatan pembinaan” yang dikeramatkan di kampus pencetak pelayan publik tersebut. “Sebab di situ diberikan doktrin dan pembentukan fisik,” kata Nur Kholim, pengacara para terdakwa, kepada Tempo (22/4). Prosesi penyiksaan dimulai dengan penutupan mata Cliff dan ketiga rekannya, kemudian perut mereka dipukul dan ditendang. Pada keheningan malam, para algojo itu melakukan upacara penyiksaan di pojok barak tersebut. Cliff yang menyandang jabatan “polisi kampus” ambruk, namun para algojo itu masih menendang dan menginjak perutnya. Cliff pingsan, tidak bergerak, detik-detik kemudian menghembuskan nafas terakhir. Para algojonya panik, memanggil ambulan klinik. Tetapi karena sedang digunakan, ambulan itu baru datang pukul 2.00 dinihari. Jenazah Cliff dibawa ke RS Al-Islam, Sumedang, Jawa Barat. Dini hari itu, kampus IPDN geger. Kekerasan kembali menelan jiwa praja seperti yang terjadi pada Wahyu Hidayat, 9 September 2003. Menurut hasil otopsi yang dilakukan oleh Kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah RS Hasan Sadikin, Bandung, Noorman Heriyadi, Cliff mengalami perdarahan di jantung, limpa, ginjal, otak dan daerah alat vital. Koran Tempo (8/4) melaporkan, polisi sudah menahan tujuh tersangka penganiaya Cliff, yaitu M. Amrullah, A. Bustanil, Fendi Tobuo, Jaka Anugrah Putra, Frans Albert Yoku, Hikmat Faisal dan Ahmad Harahap. Mereka juga dipecat dari IPDN. Selain itu, Depdagri memberhentikan Dekan IPDN, Prof. Lexy Dirot yang diduga memerintahkan penyuntikan formalin pada mayat Cliff. Ketika Wahyu tewas tahun 2003, kampus itu masih bernama STPDN. Kematian Wahyu memaksa Departemen Dalam Negeri melebur STPDN dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Pasar Minggu, Jakarta. Namanya berubah menjadi IPDN. Rupanya penggantian nama tidak mengubah watak kekerasan warisan STPDN yang pembentukannya digagas tahun 1989, sebelum gedungnya di Jatinangor selesai...Read More >>
Nasional
Suara dari YogyaRedaksi2007-04-27 07:07
Tidak bersedianya Sultan Hamengku Buwono X menjadi gubernur lagi punya dua makna. Yakni perlu adanya UU Keistimewaan Yogyakarta dan tekadnya untuk berkiprah di kancah nasional. Tidak ada yang menduga akan ada pernyataan itu. Yakni soal ketidaksediaan Sri Sultan Hamengku Buwono X menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah berakhir masa jabatannya pada Oktober 2008 nanti. Apalagi pernyataan itu disampaikan dalam orasi budaya pada peringatan Wiyosan Dalem (Hari Ulang Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X) ke-61.   “Setelah saya pertimbangkan secara mendalam dengan laku spiritual, saya menyatakan tidak bersedia lagi menjabat sebagai gubernur. Selanjutnya saya titipkan masyarakat DIY kepada gubernur yang akan datang,” ujarnya pada acara yang diselenggarakan di Pagelaran Keraton Kesultanan Yogyakarta, 7 April 2007 lalu seperti diberitakan Kompas (8/4). Tak pelak, pernyataan Ngarso Dalem (sebutan untuk Sultan) itu membuat warga masyarakat Yogya tersentak. Karena sebagai daerah istimewa, masyarakat di bekas Kerajaan Mataram itu, mengenal pakem bahwa Sultan tetap menjadi gubernur karena di situlah letak keistimewaan DIY. Apalagi pengakuan tentang keistimewaan DIY secara tegas dinyatakan dalam pasal 18 UUD 45 beserta amandemennya. Ketua DPRD DIY H.Djuwarto mengaku sangat terkejut dengan pernyataaan Sri Sultan yang mendadak itu. Dia menyatakan DPRD akan melihat reaksi masyarakat dulu untuk kemudian menentukan langkah. “Kita harus tetap menghargai keputusan Sultan, apa lagi UU Keistimewaan DIY yang menjadi dasar pemilihan kepala daerah di DIY memang belum final,” ujarnya. Mengacu pada UU Pemilu, Sri Sultan yang sudah dua periode menjadi gubernur memang tidak mungkin mencalonkan diri lagi. “Tetapi itu kan yang terjadi di provinsi lain, sedang DIY yang punya keistimewaan, punya tata cara lain. Namun, sayangnya, ini belum dinaungi hukum,” kata Djuwarto. Pernyataan Sultan itu memunculkan persoalan mendasar dalam pilkada di DIY. Hal itu merupakan perkara mendesak yang harus segera disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk sistem pemilihan suara jika pemerintah pusat punya aturan main baru. “Depdagri harus menyosialisasikan aturan Pilkada Gubernur DIY secepatnya. Jika pemerintah pusat punya aturan baru dalam pemilihan Gubernur DIY dalam RUU Keistimewaan,” kata Ketua KPU DIY Suparman Marzuki. Belakangan, soal ketidaksediaan itu kembali diungkapkan Sultan pada acara pesowanan ageng (pertemuan akbar) yang digelar di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Rabu (18/4). Di hadapan puluhan ribu warga masyarakat yang memenuhi bangsal keraton, Sultan yang didampingi permaisuri Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan putri-putrinya berharap mereka ikhlas menerima apa yang telah diputuskannya itu. Ada dua esensi penting dari pernyataan sikap yang disuarakan Sultan Yogya. Pertama, terkait dengan persoalan keistimewaan Yogyakarta yang memerlukan adanya payung hukum berupa UU. Karena bagi masyarakat, keistimewaan...Read More >>
 
Politik
Isu Reshuffle di Kebun DurianRedaksi2007-04-27 07:10
Kalau pun ada reshuffle, SBY menyatakan akan membicarakannya dengan parpol dan berkonsultasi dengan Wapres. Kalangan pengamat menilai hal itu sebagai bukti SBY ‘disandera’ parpol. Menikmati buah durian seraya bicara soal reshuffle. Itulah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Minggu (15/4) lalu di areal perkebunan durian Warso Farm di Desa Cihideung, kecamatan Cijeruk, Bogor. Sambil duduk di kursi bambu di halaman terbuka, SBY berdialog dengan puluhan wartawan yang sehari-hari meliput di Istana Kepresidenan. Suasana begitu santai dan jauh dari protokoler kenegaraan. SBY membuka pembicaraan dengan mengutarakan soal isu reshuffle yang belakangan ini semakin mengemuka. Sementara para wartawan, yang duduk di rerumputan dan sebagian berdiri, serius mendengarkan, mencatat dan merekam apa yang dikemukakan SBY. Isu perombakan kabinet belakangan ini kembali menjadi wacana, menyusul pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang mengisyaratkan tentang perombakan kabinet. “Reshuffle demi kinerja saja, bukan alasan politik,” kata Jusuf Kalla. Presiden SBY mengatakan, bahwa susunan baru kabinet diumumkan awal Mei. Sebelumnya, sejumlah parpol mendesak dilakukan reshuffle. PKB misalnya, menilai ada 10 menteri yang perlu diganti karena kiprahnya kurang dirasakan masyarakat. Demikian pula Partai Golkar dan PAN mendesak para menteri bidang ekonomi diganti karena tak mampu menggerakkan sektor riil. Presiden SBY sendiri mengaku banyak menerima nama calon yang disodorkan parpol. “Saya gunakan bahasa terang, (telah) masuk usul 10 atau 11 nama untuk mengganti menteri-menteri yang ada. Usul itu dari pihak partai politik dan pihak lain,” ujarnya. Namun dia tidak menjelaskan dari parpol mana yang mengusulkan itu. SBY juga menolak membeberkan nama calon menteri maupun menteri yang bakal diganti. Isu yang berkembang menyebutkan sejumlah nama dari Partai Golkar seperti Muladi, Andi Matallata, Theo L Sambuaga, Burhanuddin Napitupulu dicalonkan sebagai menteri. Namun salah seorang Ketua Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, membantah jika partainya merekomendasikan nama-nama itu kepada Presiden. Tak saja menerima sodoran sejumlah nama, SBY juga menerima surat dan SMS serta curiculum vitae (CV) dari parpol atau pihak-pihak tertentu yang sepertinya harus ada pergantian menteri kabinet yang konsepnya menjadi giliran atau gantian. “Itu tidak kena,” kata SBY. “Jadi kalau pun ada reshuffle, itu karena ada kebutuhannya. Itu hasil evaluasi dan upaya kita untuk meningkatkan sinergi, kinerja, efektivitas dan teamwork kabinet,” paparnya. Penjelasan SBY menyiratkan tidak akan ada perombakan atau bongkar pasang kabinet secara besar-besaran. Karena hal itu dianggap tidak sejalan dengan kesinambungan kabinet. “Karena itu dengan segala hormat saya, saya kurang sependapat. Tidak begitu konsep memelihara keberlanjutan pemerintahan” jelasnya seperti ditulis Kompas (16/4). Kalau pun nantinya akan dilakukan perombakan kabinet, Presiden SBY menyatakan...Read More >>
Hukum
Menunggu Nyanyian BaruRedaksi2007-04-27 08:43
Perubahan lokasi pembunuhan menjadi bukti baru bagi polisi. Dua mantan petinggi Garuda ditangkap. Di ketinggian langit di atas wilayah Rumania, Munir, sang aktivis itu menghembuskan napasnya yang terakhir. Sebelumnya, dia mengalami diare hebat dan harus mondar-mandir ke toilet pesawat.Setelah Pollycarpus Budi Hari Priyanto, pilot maskapai Garuda, dibebaskan dari tuduhan sebagai pembunuh Munir, ketidakpuasan merebak dari pihak keluarga Munir dan rekan-rekannya sesama aktivis. Ada mata rantai yang terputus dalam kasus itu. Polisi pun kemudian memperbarui tim penyelidiknya dan mulai mencari fakta-fakta baru. Kemudian terungkaplah sejumlah bukti baru setelah hasil sampel organ mendiang Munir selesai diperiksa lebih intesif di laboratorium kepolisian di Seattle, Amerika Serikat. Hasilnya, Munir bukan diracun di pesawat seperti selama ini diduga. Melainkan di saat transit di Bandara Changi, Singapura. Seperti dilaporkan media-media di Indonesia, dua orang mantan petinggi Garuda ditangkap dari kediaman mereka. Kedua tersangka baru tersebut adalah mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Indra Setiawan dan Sekretaris Kepala Pilot Airbus 330 Garuda, Rohainil Aini. Keduanya ditangkap penyidik Mabes Polri di tempat berbeda pada Sabtu pagi (14/4). Indra ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dan Rohainil ditangkap di wilayah Curug, Tangerang. Indra Setiawan tiba di ruang pemeriksaan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada sekitar pukul 04.00 WIB, sedang Rohainil tiba 4,5 jam sesudahnya. Kuasa hukum PT Garuda, M Assegaf, menyesalkan penangkapan kedua tersangka tersebut. “Cara menangkapnya seperti teroris saja,” katanya. Ia mengatakan, seharusnya, Polri tidak perlu menangkap tersangka, namun cukup melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan. Sebelumnya, sudah ada indikasi tersangka baru dalam kasus Munir. Penyidikan Bareskrim Polri dalam kasus tewasnya Munir mulai mengarah kepada empat tersangka baru. Dua tersangka merupakan purnawirawan pejabat tinggi negara dan dua lagi masyarakat sipil. Saksi KunciSaat ditanya tentang saksi kunci, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri menolak menyebutkan saksi kunci dan motif kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir kendati ada kemajuan berarti dalam penyidikan. Saksi itu adalah orang yang melihat Pollycarpus dan Munir bersama di Bandara Changi, Singapura, 6 September 2004, katanya di Jakarta. “Kami harus melindungi saksi ini sehingga tidak akan saya sebutkan sekarang,” katanya. Selain saksi, Bambang juga menolak menyebutkan motif pembunuhan Munir sebab bila disebutkan malah bisa memicu polemik. “Kami tidak ingin ada polemik soal motif pembunuhan Munir,” katanya. Direncanakan, alat bukti baru itu akan diserahkan Jumat (13/4). Polri sebelumnya menyatakan siap  menyerahkan alat bukti baru (novum) kepada Kajagung sebagai syarat untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasus Munir. PK itu dilakukan karena hakim kasasi Mahkamah Agung membatalkan...Read More >>
 
Hukum
Keluarga Ikut TerseretRedaksi2007-04-27 08:32
Kasus korupsi mantan Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo ikut membelit keluarga dekatnya. Badai yang menerpa Widjan, demikian sang mantan Dirut Bulog biasa disapa,belum berlalu. Dia bahkan harus siap dihadang perkara anyar selain soal korupsi pengadaan sapi impor yang lebih dulu diarahkan kepadanya. Perkara-perkara anyar yang dihadapi Widjan yang kini mendekam di LP Cipinang itu, meliputi gratifikasi (penerimaan hadiah/fee) dalam pelaksanaan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam’s Southern Food Corporation (VSFC) dan pengadaan 109 unit alat pengering dan penggiling gabah yang merugikan negara Rp 294,5 miliar. Kasus gratifikasi sendiri memberikan keuntungan kepada Widjan sebesar 1,5 juta dolar AS. Perkara gratifikasi itu diketahui tidak sengaja saat penyidik Kejakgung dan KPK menggeledah kantor Widjanarko dan rumah pribadinya. Di tempat-tempat tersebut ditemukan sejumlah dokumen terkait pengadaan impor beras Vietnam. Sementara itu, kasus alat pengering dan penggiling gabah ditemukan oleh BPK. Terungkap pengadaan tiga komponen utama pabrik mengalami penggelembungan harga. Untuk mengurangi kerugian negara yang lebih besar, Kejakgung melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset termasuk tanah dan bangunan di Solo, serta memblokir beberapa rekening pribadi Widjanarko. Kasus dugaan korupsi impor beras dari Vietnam yang melibatkan Widjanarko Puspoyo ternyata ikut membelit adiknya, Widjokongko Puspoyo. Keduanya ditetapkan sebagai  tersangka Kamis (25/4). Widjokongko dinilai menerima dan mendistribusikan dana gratifikasi lewat PT Arden miliknya. Sebelumnya, Senin (9/4), isteri Widjanarko, Endang Ernawati, juga diperiksa di Gedung Bundar, Kejakgung. Sebab, dana sebesar 109.470 dolar AS dikirim ke rekening Endang dari PT ABI. Aliran dana juga diterima anak-anak dan menantu Widjanarko. Anaknya Rinaldy Puspoyo menerima Rp 3,809 miliar. Puterinya, Winda dan menantunya Andre Juanda juga kebagian. Sedangkan ke rekening pribadi Widjan mengalir dana 30.000 dolar AS. Dari pemeriksaan Rinaldy, diketahui dia pernah menandatangani akta pembelian rumah lebih dari Rp 9 miliar di Jalan Darmawangsa VIII No.75, Jakarta Selatan. Akta dan uang pembelian disediakan Winda. Tim penyidik, tengah menelusuri penggunaan uang pinjaman dari PT ABI terkait dengan pembelian rumah. Demi kelancaran penyidikan, penyitaan aset dan pemblokiran rekening keluarga Widjanarko dipandang perlu oleh Kejaksaan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak dipindahtangankan. Kejaksaan juga meminta data kepada semua pihak, termasuk Bank Indonesia, berkaitan dengan aliran dana dari VSFC ke PT Tugu Dana Utama, yang mengalirkannya ke PT ABI. Sementara itu, Kejakgung mengirim lima penyidik ke Ho Chi Minh City, Vietnam. Mereka ditugasi mengumpulkan alat bukti kasus impor beras. Tim yang dipimpin jaksa Sugianto itu, selain menemui pejabat VSFC, juga mendatangi kantor HSBC di kota tersebut. Sebab bank tersebut menjadi perantara pengiriman uang ke...Read More >>
Hukum
Menyoal Surat Pemulus JalanRedaksi2007-04-27 08:38
Pencairan dana Tommy Soeharto melalui rekening pemerintah senilai Rp 90 miliar, harus segera diusut. Hamid Awaluddin kena tuduhan baru. Sepuluh juta dolar bukanlah jumlah sedikit. Uang sebanyak itu adalah milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Pencairannya dari BNP Paribas London, Inggris, menyeret nama dua pejabat negara, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin. Apa yang bisa lebih heboh lagi? Kasus ini masih bergulir di berbagai media massa, apalagi terkait perkembangan baru adanya tuduhan bahwa Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin memanipulasi surat Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) agar bisa memuluskan pencairan dana tersebut. Tuduhan itu dilontarkan Ketua PPATK Yunus Husein. Menurutnya, Hamid telah memasukkan data tambahan ke surat PPATK. Lembaga ini pada 17 Mei 2004 membalas surat Dirjen Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan Perundangan yang menanyakan soal uang milik Tommy. Dalam jawabannya, PPATK hanya menuliskan bahwa uang milik Tommy Soeharto belum pernah dilaporkan oleh perusahaan jasa keuangan ke PPATK. Belakangan, menurut Yunus, dia melihat surat standar jawaban dari instansinya disertai surat lain yang ada penambahan data. Menurutnya, hal itu bukan saja salah tafsir, tetapi juga disalahgunakan. Akibatnya, PPATK kemudian menerbitkan surat klarifikasi kepada instansi-instansi yang berwenang, terutama Bank Indonesia, penyelidik Kejaksaan Agung dan keimigrasian. Surat klarifikasi juga dikirimkan kepada Menteri Hamid dan mantan Menteri Kehakiman Yusril. Kompas, 19 April 2007 memberitakan, Jaksa Agung masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dengan pencairan uang Tommy Soeharto di rekening Menteri Hukum dan HAM tersebut. Audit diperlukan untuk menentukan ada tidaknya kerugian negara dengan penerimaan uang Tommy di rekening pemerintah. Namun demikian Kejaksaan Agung belum meminta BPK untuk mengaudit, karena kewenangannya belum jelas, apakah ditangani kejaksaan, kepolisian, KPK atau Timtas Tipikor. Pelanggaran Konvensi PBBSebelumnya, Kompas, 14 April 2007, mengutip pendapat guru besar hukum keuangan negara Arifin P. Soeria Atmadja dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Menurut Arifin, Presiden selaku penguasa keuangan negara harus bertindak tegas. Pelanggaran ini bisa menjadi preseden yang menyebabkan kekacauan keuangan negara karena tidak ada tertib anggaran. Menurut Koordinator ICW Teten Masduki, para pejabat yang membantu pencairan dana Tommy itu, dipersalahkan atas tidak dilaporkannya pemasukan dana tunai sejumlah lebih dari Rp 100 juta. Pasal 16 ayat 1 UU 15/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo. UU 25/2003, mengatakan setiap orang yang membawa uang tunai berupa rupiah sejumlah Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) atau lebih, atau mata uang asing yang nilainya setara dengan itu ke dalam atau ke luar wilayah Negara Republik Indonesia, harus melaporkan kepada...Read More >>
 
Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi 2007: Harapan Semakin TipisRedaksi2007-04-27 07:31
Pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 300 triliun dari Rp 989 triliun investasi yang dibutuhkan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6,3%. Namun, pemerintah diperkirakan tidak dapat menyediakan dana tersebut karena membengkaknya sisi pengeluaran APBN. Memasuki Triwulan ke-II Tahun 2007, perekonomian nasional akan mulai memperlihatkan signal-signal keberhasilan atau kegagalan perekonomian, khususnya dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% tahun 2007. Bagi banyak pengamat, sejak awal sudah menyatakan pandangannya bahwa target itu terlalu optimis. Mereka memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya akan mendekati 6%. Pemerintah sendiri masih tetap optimis akan dapat mencapai target yang ditetapkannya. Sementara Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi hanya 6%. Bank Dunia yang memberi perkiraan paling akurat untuk pertumbuhan ekonomi tahun lalu, belum memberikan perkiraannya untuk tahun 2007. Memanfaatkan Stabilitas Ekonomi MakroDari sisi kelemahan, perekonomian 2007 harus diakui tidak mendapat dorongan yang kuat dari perekonomian tahun sebelumnya. Sebagai proses berkelanjutan, kinerja perekonomian tahun berjalan sangat dipengaruhi kinerja perekonomian tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan ekonomi 5,5% pada tahun 2006, terasa tidak memiliki daya dorong apa-apa untuk menciptakan lompatan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada tahun 2007. Untuk itulah Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya sudah mengungkapkan bahwa dalam mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%, dibutuhkan investasi sebesar Rp 989 triliun. Pertanyaannya, mampukah pemerintah dan para pelaku ekonomi menyediakan investasi sebesar itu? Seandainya, perekonomian 2006 mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9%, maka tidaklah terlalu sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tahun 2007 sebesar 6,3%. Melorotnya pertumbuhan ekonomi 2006, dari target semula sebesar 6,2% hingga terjun bebas hingga 5,5%, harus dipahami sebagai pertanda dari gagalnya perekonomian membentuk akumulasi investasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang melalui pembentukan modal tetap. Inefisiensi Kinerja APBNDalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3%, pemerintah diharapkan mampu menyediakan investasi sebesar Rp 300 triliun dari Rp 988 triliun yang dibutuhkan. Dana ini diharapkan menjadi sebagai Optimisme-optimisme yang dirancang pemerintah pada RAPBN tahun 2007 dengan pertumbuhan ekonomi 6,3%, tampaknya juga akan sirna. Jika dibandingkan dengan tahun 2006, persoalan yang dihadapi perekonomian tahun 2007 semakin berat. Perlemahan kinerja investasi pemerintah dapat dilihat dari kinerja APBN, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran yang belum jauh beranjak dari tahun 2006 maupun 2005. Dari sisi penerimaan, perolehan pajak akan tetap terkoreksi sebagai akibat langsung dari melemahnya aktivitas dunia usaha sepanjang tahun 2006. Dalam hal ini harus dimaklumi, perolehan pajak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi, baik tahun-tahun sebelumnya maupun tahun berjalan. Dengan berkuranganya perolehan pajak akan berakibat langsung pada kapasitas pemerintah dalam berinvestasi. Hal ini akan memperkecil...Read More >>
Tokoh
Muladi: Mengembalikan Loyalitas PemimpinRedaksi2007-04-27 08:26
Kuat dugaan, para pemimpin mengalami kepribadian ganda, antara mengabdi kepada partai yang menyediakan kendaraan politik baginya, atau kepada pemimpin struktural di atasnya. Loyalitas ganda itulah yang hendak diperbaiki oleh Muladi, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).Mantan calon kuat Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2001-2006, tapi karena tak dipilih oleh Presiden Abdurrahman Wahid akhirnya mengundurkan diri sebagai hakim agung, ini menyampaikan pemikirannya tersebut kepada pers usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4). “Demokrasi dengan sistem multipartai penuh dengan dinamika. Ada kepala daerah yang karena berasal dari partai tertentu lebih loyal kepada partai daripada presiden atau gubernur. Dalam pembangunan nasional harus satu kesatuan sistem. Loyalitas tidak sempit kepada partai,” ujar Muladi. Pernyataan Muladi agar para pemimpin loyal ke pemerintah, bisa ditafsirkan secara beragam. Seperti, menganggapnya sulit untuk dicapai, mengingat kekuasaan politik saat ini berada di tangan partai. Partai adalah tonggak baru demokrasi. Tak terhindarkan apabila partai politik sangat dominan mempengaruhi warna kepemimpinan di daerah. Seperti disebutkan Saldi Isra, pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Padang, loyalitas ganda sejumlah kepala daerah dalam sistem politik sekarang ini tidak terhindarkan. Muladi sepertinya ingin sekali mengembalikan ‘roh’ Lemhannas sebagai lembaga pemikir, pengkaji, dan pemberi masukan kepada presiden. Peran-peran tersebut pernah begitu kuat dimainkan Lemhannas pada masa era Orde Baru. Usai menerima tongkat kepemimpinan dari Ermaya Suradinata  30 Agustus 2005, Muladi dalam pernyataan pertama kepada pers berjanji akan menyusun konsep restrukturisasi Lemhannas. Tujuannya, Lemhannas harus efektif dan efisien, agar fungsinya sebagai pemberi masukan kepada presiden menyangkut masalah-masalah strategis bisa berjalan baik. Ia juga ingin Lemhannas tetap kritis, netral dan berwibawa. Ermaya selaku mantan Gubernur Lemhannas pun, saat itu mengatakan kerja keras presiden harus dibantu, bukan hanya dengan yes man. Kata Ermaya, para menteri harus menunjukkan loyalitasnya kepada bangsa dan negara, bukan semata kepada kekuasaan. Dia berharap Lemhannas tetap berada di atas semua partai dan golongan. Bila Ermaya meminta loyalitas ditujukan kepada bangsa dan negara, Muladi justru meminta ditujukan kepada pemerintah. Untuk menumbuhkan loyalitas pada sistem nasional, dan mengaplikasikan program pemerintah, Lemhannas menyiapkan kursus bagi seluruh gubernur dan ketua DPRD selama empat minggu, serta kepada bupati/walikota dan ketua DPRD selama delapan minggu. Suka KontroversialLahir di Solo 26 Mei 1943, Muladi menyelesaikan pendidikan S1 sarjana hukum di FH-Undip tahun 1968, dan S3 Ilmu Hukum Program Pascasarjana FH-Unpad tahun 1984 dengan predikat cum laude. Semasa kuliah Muladi aktif di ormas mahasiswa ekstra universiter Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menjadi Komandan Menwa, bahkan menjadi...Read More >>
 
Tokoh
Inu Kencana Syafiie: Membuka Kebusukan IPDNRedaksi2007-04-27 07:01
Penyakit di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat rupanya kambuh lagi. Di sana telah lama berlangsung aksi kekerasan secara sistematis yang ironisnya ditutupi oleh orang dalam. Fisik setiap mahasiswa IPDN dalam penampilannya di muka umum selalu terlihat gagah dan sehat.Masa depan akan berkarir menjadi pejabat pemerintahan dalam negeri terpancar dari sunggingan senyum manis mereka, terlebih apabila sedang pulang kampung ke daerah asal pengirimnya. Namun siapa nyana, tanpa sebab dan alasan yang jelas, hampir saban tahun ada saja diantara mereka yang meninggal dunia secara tiba-tiba. Jagat nasional kembali tersentak manakala mengetahui aksi brutalisme yang dicoba untuk ditutupi kembali menelan korban, praja Cliff Muntu. Misteri kematian Cliff Muntu semakin terkuak setelah seorang lektor IPDN bernama Inu Kencana Syafiie dengan berani mengungkapkan kenyataan sebenarnya. Sesungguhnya hal yang sama sudah pernah dilakukan oleh Inu pada tahun 2003 lalu, terkait dengan kematian Wahyu Hidayat. Saat itu ia menyuarakan kesaksian, yang didorong nurani seorang guru pamong untuk mengubah pola pendidikan IPDN supaya lebih humanis, dengan mengungkap kekerasan-kekerasan yang terjadi di kampus pencetak calon pamong praja itu. Karena masih tak bergaung, kesaksian itu kemudian dituangkannya menjadi produk akademis, dalam disertasi ilmiah untuk meraih gelar doktor yang diberinya judul, “Pengawasan Kinerja STPDN terhadap Masyarakat Kabupaten Sumedang”. Inu menulis, selama tahun 1990-2005 sudah 35 orang praja yang tewas akibat aksi kekerasan. Di kampus juga terdapat fenomena seks bebas, aborsi di lingkungan asrama, hingga penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Data kasus kekerasan, arogansi praja, dan penyiksaan yang rutin dilakukan oleh setiap senior kepada juniornya, itu terdokumentasikan secara apik dalam foto-foto, sampai ke rekaman kamera televisi. Tetapi semua pihak kecuali Inu tetap saja diam membisu, hingga kasus yang sama terulang kembali dan meneteskan air mata duka bagi keluarga korban. Ada persamaan risiko yang diterima pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat 15 Juni 1952, ini di kedua peristiwa yang hanya berselang tiga tahun. Pada tahun 2003 suami dari Indah Praseyati ini menerima ancaman pembunuhan lewat pesan singkat SMS, sampai-sampai Mabes Polri turun tangan untuk mengusut siapa pengancamnya. Kali ini tahun 2007 ancamannya lebih hebat lagi. Selain diintimidasi lewat SMS, yang salah satu bunyinya menyebutkan, “Guruku sayang, kenapa kau tega memfitnah kami?”, Inu juga diberi sanksi larangan mengajar sementara dari pihak Rektorat dan dari Depdagri. Inu kemudian diperiksa oleh tim investigasi Depdagri. Bahkan, pada 5 April, dari ruang kuliah ia sempat diusir oleh temannya sesama pengajar saat hendak mengajarkan mata kuliah Ilmu Pemerintahan. Inu ayah tiga orang anak Raka Manggala, Nagara...Read More >>
Lintas Media
Misteri Ongen Dalam Kasus MunirRedaksi2007-04-27 07:57
Ada bukti baru tentang “pembunuhan” aktivis HAM, Munir. Dua tersangka baru juga ditetapkan kepolisian, namun keterlibatan Pollycarpus masih terbuka. Kasus Munir, kongkalikong di pelabuhan, kerugian PT Jamsostek akibat jatuhnya saham PGAS tahun 2006, kiprah bisnis Chairul Tanjung, serta perebutan petinggi perusahan ternama, menjadi fokus liputan lima majalah terbitan ibu kota, pekan terakhir April. Kasus terbunuhnya Munir diangkat Majalah Tempo (16-22/4) sebagai laporan sampul. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik atas sampel toksin dari CCL Tequika di Seattle AS menyatakan, bahwa arsenik di tubuh aktivis pembela HAM itu adalah jenis S-3 yang bereaksi 30 menit hingga 1,5 jam setelah masuk tubuh manusia. Dengan hasil itu, keyakinan sebelumnya bahwa Munir diracun di atas pesawat dalam penerbangan Jakarta–Singapura terpatahkan. Tapi ketika transit di Singapura. Pernyataan seorang saksi dalam BAP sebelumnya, pada saat transit di Bandara Changi Singapura, Munir berdiri dengan dua pria, seorang berkaca mata dan satunya lagi berambut gondrong. Belakangan diketahui, kedua pria itu, Pollycarpus dan Ongen Latuihamalo, penyanyi asal Maluku. Menurut saksi tersebut, ketiganya hanya mengobrol, tidak makan atau minum. Dan setelah transit, yang berkaca mata tidak ikut penerbangan ke Amsterdam, tapi pria gondrong ikut. Mantan Dirut Garuda Indra Setiawan dan mantan Pejabat Pendukung Operasional Penerbangan Garuda, Rohainil Aini, telah ditetapkan polisi sebagai tersangka baru. Namun demikian, tulis Tempo, polisi tampaknya tetap menganggap adanya keterlibatan Pollycarpus dalam pembunuhan Munir. Sedangkan mengenai perubahan lokasi pembunuhan, polisi kini memiliki bukti baru. Sayangnya, Ongen sebagai saksi kunci, tidak diketahui rimbanya. Sedangkan Gatra (12-18/4) memfokuskan liputannya tentang kongkalikong di pelabuhan yang melibatkan ekspor-importir, broker, terutama pihak Bea Cukai. Menurut pengakuan sejumlah broker kepada Gatra, penjualan barang selundupan yang disita pihak Bea Cukai, hampir saban hari terjadi di pelabuhan. Barang ilegal dibikinkan dokumen bodong-nya agar bisa keluar pelabuhan, tentu setelah main mata dengan oknum Bea Cukai. Barang-barang selundupan yang mencolok, seperti mobil mewah dan motor gede, juga kerap ditukangi dokumennya agar bisa keluar dari pelabuhan seperti membuat dokumennya menjadi dokumen mebel, peralatan rumah tangga, bahkan sajadah. Sementara untuk barang-barang impor elektronik, terutama ponsel, biasanya dilakukan dengan cara “agak halus” yakni menurunkan harganya di dokumen secara mencolok. Tujuannya, menekan pajak. Akal-akalan lain, menurut Gatra, menekan pajak impor lewat main mata oknum Bea Cukai dan pengurus jasa kepabeanan guna merundingkan nilai bea masuk yang harus dibayar. Biasanya, bea resmi diturunkan sampai 12% dan dibagi rata di antara mereka. Dan akal-akalan yang lebih ekstrim, mengeluarkan barang impor tanpa dikenai pajak sama sekali. Caranya, importir sengaja dibiarkan tidak membuat pemberitahuan impor barang. Biasanya,...Read More >>
 
Hankam
Dharma Pertiwi Peduli SosialRedaksi2007-04-27 08:20
Gedung pertemuan Balai Sudirman, Jakarta Selasa (17/4) lalu semarak. Sekitar seribu isteri prajurit hadir di sana dalam rangka syukuran memperingati Hari Jadi ke-43 organisasi mereka, Dharma Pertiwi. Sebenarnya HUT Dharma Pertiwi jatuh pada 14 April. Namun karena hari libur, acara peringatan dan syukuran itu baru diadakan pada 17 April 2007. Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny Ratna Djoko Suyanto menyebutkan, peringatan HUT Dharma Pertiwi kali ini mengangkat tema “Dengan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial, Dharma Pertiwi bertekad mewujudkan keluarga besar TNI yang harmonis, sejahtera dan terampil”. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan istri prajurit TNI, anak serta warga masyarakat sekitar. Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto dan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso serta sejumlah perwira tinggi lainnya hadir pada acara syukuran tersebut. Djoko Suyanto dalam sambutannya menyebutkan tema yang diambil itu sangat menyentuh semangat kebersamaan dengan kata kunci kepedulian sosial. Menurutnya, dua nilai itulah (kebersamaan dan kepedulian sosial) yang sekarang ini menjadi pusat perhatian organisasi Dharma Pertiwi serta unsur lainnya. “Dengan didasari semangat kebersamaan, saya yakin Dharma Pertiwi akan melaksanakan kegiatannya dalam membantu teman-teman kita, sahabat dan juga warga masyarakat yang tertimpa musibah,” ujarnya. Panglima TNI berharap, ke depan kiprah Dharma Pertiwi dan organisasi di jajaran TNI lebih dititik beratkan pada upaya membangun kebersamaan, menunjukkan rasa kepedulian sosial pada masyarakat yang memang masih kurang beruntung. Berkaitan dengan peringatan HUT Dharma Pertiwi sejumlah kegiatan sosial telah dilakukan sejak Februari lalu. Diantaranya membuka dapur umum serta menyiapkan kebutuhan untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir berupa pakaian, selimut, mie instan, obat-obatan dan sebagainya. Pengurus Dharma Pertiwi juga melakukan peninjauan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Pondok Bambu. Memberikan penyuluhan dan pendidikan keterampilan gratis kepada penghuninya. Agar sekembalinya ke masyarakat nanti mereka memiliki bekal ilmu dan keterampilan untuk menopang kehidupannya. Selain itu juga diadakan gerak jalan santai yang diikuti sekitar 2.000 peserta dengan mengambil tempat start dan finish di depan gedung olahraga Ahmad Yani di Mabes TNI Cilangkap.Ron,SP (Berita Indonesia 37) Sosialisasi Gratifikasi di Mabes TNISekitar 500 perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Mabes TNI Cilangkap Rabu (18/4) terlihat begitu antusias mengikuti pemaparan dan penjelasan soal gratifikasi yang disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Acara yang digelar di Gedung Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap itu pun semakin hangat dengan dialog dan tanya jawab yang berkembang. Pasalnya, soal memberi dan menerima hadiah di Indonesia selama ini seakan sudah menjadi hal yang biasa. Direktur Gratifikasi KPK Lambok H Hutauruk menyebutkan, tradisi memberi dan menerima hadiah yang selama...Read More >>
Hankam
Kopassus Terus Berlatih dan BelajarRedaksi2007-04-27 08:17
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD merayakan Hari Jadi ke-55 secara sederhana. Pasukan elit ini senantiasa diasah keandalannya dengan terus berlatih dan belajar. Suasana khidmat dan kebersamaan menyelimuti lapangan upacara di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Cijantung, Jakarta, Senin (16/4) lalu. Hari itu pasukan elit Korps Baret Merah dengan seragam loreng “darah mengalir” merayakan hari kelahirannya yang ke-55. Kesederhanaan terpancar pada upacara yang dipimpin Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI Rasyid Qurnaen Aquari. Sejumlah petinggi TNI dan sesepuh Kopassus hadir dalam acara tersebut. Selama kurun waktu usianya, pasukan yang kelahirannya digagas Brigjen Slamet Riyadi dan diwujudkan Kolonel A.E. Kawilarang dibantu Mayor R.B.Visser yang lebih dikenal dengan nama Mohamad Idjon Djanbi pada 16 April 1952, telah melaksanakan berbagai tugas khusus dalam menjaga integritas serta kedaulatan negara dan bangsa. Diantaranya menumpas berbagai pemberontakan di tanah air seperti pemberontakan DI/TII di Jabar, PRRI/Permesta di Sumatera, perjuangan merebut Irian Barat (Trikora), Operasi Dwikora, penumpasan pemberotakan G.30.S/PKI, penumpasan PGRS/Paraku di Kalimantan, Operasi Seroja, pembebasan pesawat Garuda “Woyla” yang dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, pembebasan “Tim Lorenz” yang disandera di Mapanduma, Papua dan memerangi aksi-aksi teror lainnya. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Djoko Santoso menilai, pada perayaan HUT ke-55 Kopassus ini yang penting dilakukan adalah mawas diri, melakukan evaluasi agar Kopassus ke depan lebih solid dan lebih profesional, serta mempertinggi semangat kejuangannya. Sehingga Kopassus senantiasa mampu diandalkan untuk menyelesaikan tugas-tugas negara dan bangsa. KSAD menilai alat utama sistem senjata (Alutsista) bukan merupakan satu-satunya kekuatan. “Yang utama adalah manusianya, pemimpinnya, prajuritnya, dukungan rakyat, doktrinnya, kekuatan non fisiknya, moral, moril, disiplin yang tinggi, semangat, militansi serta yang terakhir adalah alutsistanya,” tegas Djoko Santoso. Dia memperjelas bahwa Alutsista itu akan dipenuhi oleh pemerintah dan negara secara bertahap. Dengan kondisi saat ini, KSAD menilai pasukan elit ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Itu disebabkan prajurit-prajurit Kopassus mempunyai militansi yang tinggi. Kopassus dari tahun ke tahun melakukan latihan yang terkoordinir dan terencana serta terus belajar, sehingga semakin hari semakin meningkat kemampuan, disiplin dan daya juangnya. Jenderal Djoko yang saat itu mengenakan seragam loreng lengkap dengan baret merah Kopassus menekankan perlunya pasukan elit ini meningkatkan kebersamaan dan keterpaduan dengan satuan elit lainnya, aparat pemda, kepolisian dan segenap komponen masyarakat dalam menyelesaikan setiap pelaksanaan tugas. Kopassus juga dituntut senantiasa bekerja keras dan pantang menyerah dalam meraih prestasi dan cita-cita memajukan korps dengan mengamalkan sesanti : “Tribuana Chandraca Setia Dharma”. Yang bermakna Kopassus sebagai pasukan elit yang memiliki jiwa patriotik dan mampu bergerak secara...Read More >>
 
Daerah
Geliat Jawa Barat Merajut Asa Menuju Provinsi TermajuRedaksi2007-04-27 07:44
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja keras untuk mewujudkan visi: “Dengan Iman dan Taqwa, Jawa Barat sebagai Provinsi Termaju di Indonesia dan Mitra Terdepan Ibukota Negara Tahun 2010”. Visi ini terus diinterpretasikan dan diterjemahkan ke dalam perencanaan pembangunan daerah, berupa rencana tahunan, kurun 5 tahun maupun dalam dokumen Poldas 2003-2007, Propeda Jawa Barat 2003-2007, Renstra Jabar 2003-2008 serta Arah Kebijakan Umum APBD Jawa Barat dan Strategi maupun Prioritas APBD. Dalam kerangka visi inilah Pemprov Jabar periode 2003-2008 menetapkan lima misinya meliputi: peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia Jabar, pengembangan struktur perekonomian regional yang tangguh, pemantapan kinerja pemerintah daerah, peningkatan implementasi pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kualitas kehidupan sosial berlandaskan agama dan budaya daerah. Visi ini pulalah yang mendorong Pemprov Jabar untuk terus meningkatkan kualitas masyarakat di segala bidang kehidupan. Di bidang pendidikan, capaian kinerjanya diawali dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs Jabar, sebagai indikator kemampuan pendidikan SLTP dalam menyerap penduduk usia 13-15 tahun, dimana pada tahun 2006 telah mencapai 77,34 %, atau mengalami peningkatan sebesar 0,15 % apabila dibandingkan dengan tahun 2005 sebelumnya yang baru mencapai 77,19 %. Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs pada tahun 2006 mencapai 61,97 %,atau mengalami kenaikan sebesar 0,23 % dibandingkan dengan tahun 2005 yang baru 61,74 %. Angka Partisipasi Sekolah (APS) SLTP/MTs pada tahun 2006 mencapai 79,38 %, atau mengalami kenaikan sebesar 1,22 % dibandingkan tahun 2005 yang baru mencapai 78,16 %. Selanjutnya dalam rangka meningkatkan partisipasi sekolah pada tahun 2006 telah dilakukan upaya-upaya, antara lain akselerasi penuntasan Wajar Dikdas 9 Tahun dengan memberikan bantuan beasiswa kepada 150.000 siswa dari keluarga tidak mampu untuk tetap melanjutkan sekolahnya atau belajar di SMP/MTs dan PKBM untuk Paket B dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 75 milyar. Dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru PNS dan guru bantu sementara (GBS), terkait upaya penuntasan Wajar Dikdas 9 tahun, pada tahun 2006 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 17,9 milyar untuk 2.721 guru PNS dan 1.600 guru bantu sementara SD/MI di daerah terpencil. Dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, Pemprov Jabar telah melakukan kesepakatan role sharing pendanaan rehabilitasi dan ruang kelas baru (RKB) SD/MI dan SMP/MTs antara pemerintah pusat yang berkontribusi 50%, Pemprov 30% serta Pemda Kabupaten/ Kota berkontribusi 20%. Pendanaan tersebut untuk merehabilitasi 44.695 ruang kelas SD/MI dan 1.102 ruang kelas SMP/MTs dengan target pada tahun 2008 dapat diselesaikan. Kesepakatan role sharing di alokasikan sebesar Rp. 172.007 milyar dari APBD Jabar tahun 2006 untuk merehabilitasi SD/MI sebanyak 2.223 ruang kelas dan SMP/MTs sebanyak 350...Read More >>
Daerah
DPRD Kabupaten Malinau Prioritaskan Desa-Desa TerpencilRedaksi2007-04-27 07:39
DPRD Malinau mengusulkan penggabungan sejumlah desa untuk memudahkan pelayanan masyarakat. Warga setuju, jika kebijakan itu benar-benar meningkatkan taraf hidup mereka. Ada yang patut dicatat dari sepakterjang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur. Jika anggota DPRD di banyak daerah justru lebih sering melakukan studi banding dan kunjungan kerja ke luar daerah bahkan ke LN, para wakil rakyat di bumi Intimung ini justru lebih suka mengunjungi masyarakat/konstituennya di pedesaan. Ini misalnya dibuktikan oleh kunjungan Komisi Anggota DPRD Malinau ke Desa Long Pada, Sungai Tubu, Kecamatan Mentarang akhir Maret lalu. Mereka tetap bersemangat melakukan kunjungan walau hampir semua desa yang terletak di hulu Sungai Mentarang hanya mampu dikunjungi melalui transportasi air. Itu pun, hanya dapat dijangkau dengan perahu kecil yang oleh penduduk setempat disebut “ketinting”. Selain arus sungai yang deras, curam dan berbatu-batu, medannya pun sangat berbahaya. “Kita sangat prihatin. Sarana dan prasarana masih sangat terbatas dan kehidupan penduduknya pun pada umumnya masih bergantung dari alam hutan sekitar,” kata Ketua DPRD Kabupaten Malinau, Drs Jhonny Laing Impang MSi, belum lama ini. Menurut Jhonny yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malinau itu, kunjungan tersebut sebagai kelanjutan dari “Safari Natal 2006” lalu. Semua desa dikunjungi di wilayah rencana pemekaran Kecamatan Mentarang, menjadi Kecamatan Mentarang Hulu, Desa Sungai Tubu, Desa Long Pada, Long Titi, Long Nyau, Long Ranau, dan Desa Rian Tubu. Perjalanan cukup melelahkan karena dari satu desa ke desa lain hanya terdapat jalan setapak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki melintasi hutan, bahkan ada desa yang ditempuh berjalan kaki selama satu hari. Menyikapi kenyataan masih banyaknya anak-anak tidak sekolah dan pelayanan kesehatan yang belum memadai, DPRD Malinau akan memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau. Mereka mengusulkan untuk merelokasi warga, dengan menggabung beberapa desa dalam satu lokasi. Sebab dengan cara ini, Pemkab Malinau akan lebih mudah memberi pelayanan kesehatan, dan pendidikan, serta pelayanan sosial. “Bukan berarti, karena hidup masyarakat di sana tidak layak. Ini hanya usul, soal setuju atau tidaknya nanti akan dikembalikan kepada masyarakat desa itu sendiri,” kata Jhonny. Lantas, apa tanggapan Bupati Malinau DR. Drs. Marthin Billa, MM terhadap kondisi masyarakatnya itu? Menurutnya, Pemkab Malinau, lewat Program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri, yang disingkat menjadi “Gerbang Dema” diharapkan mampu menjadikan seluruh desa di Malinau menjadi desa mandiri sejati pada tahun 2011 mendatang. “Diharapkan, melalui tiga pilar utama pembangunan, yakni: Pembangunan Infrastruktur, Peningkatan Sumber Daya Manusia, dan Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan (Pertanian, dalam arti luas) dapat membawa perubahan bagi 106 desa...Read More >>
 
Daerah
Tiga Kapolres di Jajaran Polwil Purwakarta DigantiRedaksi2007-04-27 07:49
Tiga Kapolres di jajaran Kepolisian Wilayah (Polwil) Purwakarta secara serentak diganti. Polisi kini dituntut lebih profesional dan proaktif dalam mengantisipasi setiap gejolak dan kerawanan sosial. Wilayah kerja Polwil Purwakarta sangat strategis khususnya dari aspek ekonomis dan politis. Wilayah ini merupakan kawasan penyangga ibukota negara dan wilayah Prov. Jawa Barat yang penuh dinamika politik dan pembangunan. Untuk itu, seluruh jajaran kepolisian di daerah ini harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan gejolak dan tantangan. Kepala Polwil Purwakarta, Kombes Pol Drs. Pudjianto SH juga mengingatkan, sebagai daerah transit, Jawa Barat memiliki potensi besar di bidang investasi, perdagangan, pariwisata. Karena itu, penanganan lalu lintas harus dilakukan secara profesional, serta proaktif mengantisipasi kerawanan kriminal. Untuk itu polisi dituntut untuk meningkatkan kualitas kinerja secara sadar dan bertanggung jawab. Penegasan ini disampaikan Pujianto saat melantik dan memimpin acara serah terima jabatan 3 kapolres di jajaran Polwil Purwakarta baru-baru ini. Mereka yang terkena mutasi kali ini adalah Kapolres Purwakarta dari AKBP Drs. Joko Hartanto Msi, kepada AKBP Drs. Sufyan Syarif, Kapolres Karawang dari AKBP Andap Budhi Revianto, Sik kepada AKBP Drs. Bambang Kristyono MH, serta Kapolres Subang dari AKBP Heri Subiansauri SH, MH Msi kepada pejabat baru AKBP Drs. Sugiono SH. Menurut Kapolwil, paradigma kepolisian sekarang ini dititikberatkan pada pengayoman, perlindungan, pelayanan kepada rakyat, penegakan hukum yang terintegasikan dengan pencegahan tindak kriminal. Polisi juga harus mampu membangun kemitraan, karena polisi kini dituntut melakukan penggeseran kebijakan dari kepolisian klasik menjadi polisi modern. Selanjutnya diingatkan bahwa kepolisian sekarang harus mampu mencegah tindakan kriminal. Ini bisa ditempuh melalui langkah profesional misalnya dengan membangun polisi rakyat (community police) yang terkoordinasi sesuai dengan fungsi dan tugas pokok kepolisian. Namun ini harus tetap dalam koridor hukum yang berlaku. Dengan demikian, polisi dan rakyat bahu-membahu untuk mencegah tindak kriminal sedini mungkin. Sejalan dengan itu, menurut Kapowil, polisi harus tetap taat pada garis komando dan bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya. Pada kesempatan itu, Kapolwil menyampaikan selamat bertugas dan berkarya bagi Kapolres di jajaran Polwil Purwakarta.BND/SBR (Berita Indonesia 37) Perayaan Maulid Nabi di TenggarongPerangi terus Kebatilan dan KemaksyatanKeteladanan Nabi Muhammad SAW begitu berkesan di hati banyak orang termasuk bagi Saiful Aduar,S.Pd, anggota DPRD Kab. Kutai Kartanegara. Masyarakat Tenggarong baru-baru ini menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Al Isra, Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong. Bagi Saiful Aduar, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan kecintaan kepada keteladanan Nabi. Karena itu, Aduar secara khusus mendatangkan Ustaz dari Pondok Pesantren Pemangkih Kalimantan Selatan. Saiful Aduar, S.Pd dalam...Read More >>
Humaniora
Menjemput Maut atau “Pulang Tinggal Tulang”Redaksi2007-04-27 09:29
Penyebab utama kematian narapidana di Indonesia adalah virus HIV/AIDS. Ironisnya, penyakit itu diderita setelah mereka menjadi penghuni LP. Pemuda bertubuh kurus dan berwajah cekung itu duduk termenung dengan tatapan kosong. Dedi, penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Pemuda Tangerang sudah lama jadi langganan RS Umum Daerah Tangerang. Bukan sembarangan penyakit, tapi yang diidapnya adalah HIV/AIDS. Penyakit ini tertular ke tubuh Dedi lewat jarum suntik. Maklum, sebelum jadi penghuni LP, pemuda berumur 22 tahun ini termasuk pecandu berat narkoba, khususnya putaw. “Tak ada lagi yang bisa diharapkan dari saya. Saya kini hanya bisa pasrah,” ujarnya datar seperti dikutip oleh Warta Kota, Jumat, (13/4). LP di Indonesia sejak maraknya penyalahgunaan narkotik mulai tahun 90-an, tambah menyeramkan. Bukan hanya penjahat, koruptor, pembunuh, dan sebagainya, tapi LP alias “hotel prodeo” itu juga dihuni oleh para penderita penyakit AIDS, pesakitan yang nota bene hanya tinggal menunggu “waktu”. Tak mengherankan jika dalam urusan kematian, LP kini termasuk deretan atas setelah rumah sakit. Biang keladinya adalah akibat praktik penyimpangan dalam pemenuhan kebutuhan biologis napi. Hukum di Indonesia sama sekali belum mentolerir—paling tidak sampai saat ini—seorang napi yang sudah berkeluarga, misalnya, mendapat kesempatan untuk sewaktu-waktu “tidur” bersama isterinya sekalipun. Boleh tidaknya para napi menyalurkan hasrat seksual selama di penjara, pernah jadi bahan perdebatan di tahun 70-an. Tapi akhirnya perdebatan ini meredup dan tampaknya mengerucut pada kesimpulan “yang samar-samar” bahwa pengekakangan pemenuhan hasrat biogis merupakan bagian dari sanksi/hukuman badan yang harus diterima seorang sebagai narapidana. Tapi, sudah barang tentu, efek negatifnya tidaklah sulit diprediksi. Homoseksual dan aneka perilaku penyimpangan seksual lainnya otomatis menjamur di lingkungan LP. Baik atas dasar “mau sama mau” atau pun karena terpaksa memenuhi keinginan “si penguasa” di lingkungan penjara. Sudah menjadi rahasia umum bahwa seorang napi yang baru masuk ke balik jeruji besi terpaksa menjadi “lelaki piaraan” seorang jagoan agar ia terhindar dari “keroyokan” penghuni sel lainnya. Penjahat sekelas Kusni Kasdut, dulu pernah membeberkan kehidupan seksualnya di penjara, dan dimuat secara bersambung di sebuah media cetak ibukota. Para pembaca pun disuguhi memoar menyeramkan bahwa sebagai “pembunuh yang amat ditakuti” Kusni Kasdut ternyata memiliki banyak “lelaki piaraan” di dalam penjara. Karena itu, jauh sebelum merebaknya kasus penyakit HIV dan AIDS yang banyak merenggut nyawa para napi, praktik homoseks, oralseks dan sodomi sudah tak asing lagi bagi para penghuni penjara di Indonesia. Akibatnya, kasus kematian akibat penyakit kotor seperti GO, sebenarnya tidak terbilang jumlahnya. Namun, berbagai informasi miring di seputar kehidupan napi itu relatif sulit diendus oleh pers...Read More >>
 
Mancanegara
Senin Berdarah di VTURedaksi2007-04-27 09:10
Seung-Hui Cho (23) menambah panjang daftar siswa sekolah yang melakukan penembakan di sekolah dan membunuh orang-orang di dalamnya. Kebanyakan siswa pembantai ini mengalami depresi akut dan menyalahkan orang di sekitarnya atas apa yang terjadi dalam hidup mereka. Senin pagi di kampus Virginia Tech University mendadak berubah kelabu. Pertengahan April itu mahasiswa dan dosen sedang sibuk mempersiapkan diri menghadapi musim ujian. Tidak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi hari yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup mereka. Jam menunjukkan pukul 7 lewat 15 menit. Seorang pria berusia 23 tahun melangkah menuju asrama kampus yang dihuni lebih dari 800 orang. Kedua tangannya mengacungkan pistol 9 mm dan 22 mm lalu mencabut dua nyawa di situ. Ia kemudian menghilang. Setelah insiden itu, petugas keamanan sibuk mengamankan kampus dan melakukan investigasi atas insiden penembakan itu. Setelah membunuh, pria itu bergegas ke kantor pos Blacksburg yang berdekatan dengan kampus Virginia Tech. Ia membawa sebuah paket besar yang isinya setumpuk surat berisi kecaman tajam, 43 foto dimana 11 foto diantaranya tertampang posenya sedang menodong pistol, dan 23 potongan rekaman video yang dibuatnya beberapa hari yang lalu. Jam menunjukkan pukul sembilan lewat satu menit saat ia mengirimkan paket yang ditujukan ke alamat stasiun TV NBC News di New York. Ia juga menyempatkan diri mengirimkan e-mail ke Presiden NBC News Steve Capus dengan nama pengirim “Ismail Ax”. Sebuah nama yang juga tertulis dengan tinta merah di lengannya. Menyadari waktu sudah berlalu kurang lebih dua jam, pria itu segera bergegas kembali ke kampus. Baginya hari itu adalah hari yang sudah lama ditunggu-tunggu. Hari ‘kemenangan’ dimana orang-orang ‘kaya’ dan ‘bejat’ harus mati. Langkahnya kemudian terhenti di sebuah gedung kuliah jurusan teknik, Norris Hall. Ia masuk ke dalam lalu menggembok pintunya. Dengan mimik marah penuh dendam, pria itu menembakkan kedua senjatanya ke arah mahasiswa-mahasiswa yang berteriak histeris lalu lari berhamburan. Dalam waktu singkat, 30 orang tewas terbunuh dan kurang lebih 26 orang luka-luka. Melihat polisi makin mendekat dan mulai berhasil mendobrak masuk gedung kuliah, pria itu menaruh pistol ke kepalanya lalu bunuh diri. Begitu polisi mendekat, pria itu sudah sudah terbujur kaku. Tiga hari kemudian, stasiun TV NBC News menerima paket itu. Tanpa pikir panjang, mereka segera menayangkan berita tentang adanya paket itu dan menampilkan isinya termasuk rekaman video dalam program NBC Nightly News. Dalam rekaman video itu tampak pria yang belakangan diketahui bernama Seung-Hui Cho itu menodongkan senjata ke kamera sambil mengeluarkan kata-kata kasar penuh marah. “Apa kalian...Read More >>
Mancanegara
Otoritas Moral Bank Dunia TerguncangRedaksi2007-04-27 09:19
Penyelesaian skandal Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz masih belum jelas. Di satu pihak, kesalahan Wolfowitz bisa dimaafkan. Di lain pihak, skandal itu merusak kredibilitas Bank Dunia sebagai organisasi yang mengedepankan integritas dalam kampanye pemberantasan korupsi. Selum genap dua tahun menjabat Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz (64) digoyang isu skandal awal April lalu. Jalinan asmara antara Wolfowitz dan Shaha Ali Riza, pejabat komunikasi Bank Dunia di Biro Timur Tengah dan Afrika Utara yang kemudian dimutasikan ke Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, membuahkan tuduhan tidak mengenakkan bagi reputasi mantan duta besar Paman Sam di Indonesia itu. Wolfowitz dituduh telah menggunakan pengaruhnya terhadap keputusan kenaikan gaji Shaha Riza. Wolfowitz secara langsung merekomendasikan kenaikan spektakuler gaji Shaha Riza, yang menjadi hampir US$200.000 atau setara dengan Rp1,8 miliar setahun sebagai kompensasi terhadap pemindahannya ke Departemen Luar Negeri AS untuk menghindari konflik kepentingan sejak Wolfowitz menjadi Presiden Bank Dunia bulan Juni 2005. Peraturan Bank Dunia memang melarang karyawan yang memiliki hubungan supervisi menjalin asmara. Disebutkan, bila Riza tidak dipindahkan dari Bank Dunia maka akan selalu ada kemungkinan terjadi konflik kepentingan. Mantan Wakil Menteri Pertahanan AS itu, yang pada awalnya tidak mengakui isu itu akhirnya meminta maaf, “Saya telah berbuat salah, dan saya minta maaf karenanya. Seandainya saja saya bisa menuruti insting saya untuk tidak ikut campur menyangkut negosiasi soal gaji (Riza),“ lanjut Wolfowitz duda beranak tiga itu. Presiden Amerika Serikat George W Bush menyatakan akan tetap mendukung Paul Wolfowitz, dan menyebut tokoh ini telah mengemban misinya dengan sangat baik di badan dunia tersebut. Washington juga meminta Eropa untuk berhenti menghakimi Wolfowitz sampai ke 24 dewan Bank Dunia membuat keputusan. Sebelumnya, skandal Wolfowitz mencuatkan kembali persaingan AS-Eropa untuk menduduki kursi prestisius di Bank Dunia. Eropa sejak awal “keberatan” dengan penunjukan Wolfowitz yang arsitek perang Irak karena khawatir ia akan menggunakan Bank Dunia untuk membantu negara-negara sekutunya dan menghukum musuh-musuhnya. Inggris mengatakan skandal tersebut telah merusak citra Bank Dunia, sementara Jerman mempertanyakan apakah Wolfowitz masih pantas menduduki jabatan itu. Sebagai negara donor terbesar di Bank Dunia, yaitu sekitar 25 miliar dollar AS per tahun, Jerman mendesak Wolfowitz untuk tidak membahayakan otoritas moral Bank Dunia. Karyawan Bank Dunia dan aktivis pembangunan juga mengecam langkah Wolfowitz yang ngotot untuk bertahan. Yang membuat marah karyawan Bank Dunia, menurut The New York Times, adalah “ketidakjujuran” Wolfowitz dalam kasus ini. Awalnya ia menyangkal terlibat dalam kenaikan gaji Riza, namun dokumen membuktikan ia terlibat langsung. Keputusan menyangkut nasib Wolfowitz yang mendapat banyak simpati dari negara-negara...Read More >>
 
Iptek
Satu Ponsel Dua NomorRedaksi2007-04-27 09:23
Belakangan ini kita disuguhkan sebuah iklan ponsel terbaru yang bisa beroperasi di jaringan GSM dan CDMA sekaligus. Jangan takjub duluan sebab ponsel seperti itu bukanlah barang baru. Yunus, karyawan swasta yang berkantor di Kuningan membungkuklalu mengeluarkan sesuatu yang berdering dari dalam kaus kakinya yang berwarna hitam. Rupanya, Yunus suka menaruh salah satu ponselnya di situ. Mungkin dia takut dengan ulah penodong yang kian ganas di Jakarta sehingga ‘menyembunyikan’ ponselnya di sana. Bisa juga buat gaya-gayaan meniru penjahat yang suka menyembunyikan pistol atau pisau dalam kaus kakinya. Dua ponsel lagi ditaruhnya di saku celana sebelah kiri dan saku kemejanya. Yunus, pria ‘multiponsel’ ini mempunyai tiga nomor ponsel dari operator berbeda, baik operator jaringan GSM (global system for mobile communication) maupun CDMA (code division multiple access). Sama seperti Yunus, banyak orang yang memilih menggunakan CDMA karena tarif yang lebih murah daripada tarif GSM. Namun, banyak pula yang tak rela menanggalkan nomor GSM-nya secara total karena relasinya sudah telanjur menyimpan nomor itu. Akhirnya mereka rela menenteng beberapa ponsel kemanapun kaki mereka melangkah. Namun, orang seperti Yunus bisa saja melonjak kegirangan begitu melihat sebuah iklan ponsel terbaru yang bisa menampung dua nomor sekaligus. Mereka tidak perlu lagi repot membawa beberapa ponsel. Iklan ponsel Samsung seri SCH-W579 itu terpampang satu halaman penuh di sebuah surat kabar terbesar di Indonesia, bahkan iklan versi outdoor-nya sudah berdiri tegak di pinggir jalan raya Ibukota. Ponsel yang dapat digunakan di jaringan CDMA dan GSM ini bebas dipadukan dengan kartu GSM keluaran operator mana saja. Karena cikal bakal SCH-W579 adalah ponsel CDMA, lalu ditambahkan fungsi GSM, kemampuan CDMA ponsel ini lebih optimal. Ponsel dual mode keluaran Samsung ini bukanlah barang baru. Samsung juga pernah mengeluarkan ponsel dual mode, seperti SCH A790, W109, A795, i819, dan SCH W379/399. Namun ponsel Samsung ini tidak dijual secara resmi alias hanya bisa ditemui di pasar gelap. Tahun 2005 lalu, Motorola juga sempat memasarkan ponsel sejenis, yaitu A840/A860 secara resmi di Indonesia. Ponsel itu digaransi oleh Motorola Indonesia selama setahun. Ketika diluncurkan harga jualnya lebih dari Rp 5 juta. Sayangnya ponsel ini kurang laku di pasaran. Sebenarnya ada tiga versi ponsel dual mode yang kita jumpai di pasaran. Versi pertama adalah ponsel dual mode, dual slot, dan single online. Contohnya Motorola A860. Disebut dual mode atau dual system karena bisa digunakan di dua sistem yang berbeda, GSM dan CDMA. Dual slot karena dibekali dua slot untuk kartu SIM dan RUIM. Sedangkan single online artinya dua kartu...Read More >>
Publik
Bangun Prasarana, Optimalkan PelayananRedaksi2007-04-27 09:40
Pembangunan jalur ganda KA Tanah Abang-Serpong secara fisik maupun waktu pekerjaannya sesuai standar internasional. Mulai beroperasinya jalur ganda Tanah Abang - Serpong (21/4) sepanjang 23 Km  dan menelan biaya Rp. 314 miliar ini  memiliki arti penting terhadap kemampuan bangsa sendiri.  Bila anak bangsa diberi kesempatan, mereka mampu melakukan pekerjaan yang tidak kalah dengan pemain luar dalam membangun prasarana KA di Indonesia. Selama ini pembangunan prasarana KA cenderung mendapat pinjaman atau hibah dari negara donor, misalnya pembangunan double track Manggarai-Cikarang yang mendapat bantuan dari Jepang. Secara bertahap pembangunan jalur KA yang selama ini bergantung dari luar negeri, semakin berkurang. Menurut Soemino Eko Saputro, Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan, pembangunan jalur ganda berskala besar merupakan yang pertama. “Lintas Serpong Line sebagai bukti bahwa di era kompetisi dewasa ini, kita telah menunjukan kemampuan yang tidak kalah dengan negara maju dalam membangun infrastruktur KA,” tutur Soemino kepada Berita Indonesia di kantornya. Dengan adanya revisi UU 13/92 yang disahkan oleh DPR, kalangan swasta maupun pemerintah daerah mendapat kesempatan untuk membangun prasarana KA. ”Sumber daya manusia untuk melakukan pembangunan prasarana maupun sarana perkeretaapian Indonesia sudah cukup memadai,” kata Soemino. “Namun kita realistis, di samping penggunaan dana APBN, kita tetap bekerja sama dengan negara donor dalam membangun Perkeretaapian Indonesia,” ungkapnya. Kereta api sebagai moda angkutan massal dan andal, diharapkan menjadi tulang punggung angkutan darat. Ke depan dapat diciptakan suatu keterpaduan pada transportasi intermoda dan pada gilirannya akan menjadi simpul dalam mengoptimalkan berbagai peluang dan berbagai inovasi baru, terutama dalam memenangkan market share yang ada. Tahun 2007, ungkapnya, diharapkan jauh lebih baik dibanding tahun 2006. Untuk mencapai obsesi itu ditempuh berbagai langkah efisiensi sehingga dapat memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya.Menurutnya, selesainya pembangunan prasarana KA Tanah Abang-Serpong perlu diimbangi dengan penambahan jumlah KRL yang memadai, dimana lalu lintas KA semakin optimal dan memiliki kapasitas angkut yang maksimal. Adanya layanan tiket elektronik, sterilisasi peron dan sterilisasi stasiun, menjadikan semua penumpang merasa aman dan nyaman selama berada di stasiun. KomitmenSecara terpisah, Ir. Setiawan selaku kuasa pengguna anggaran pada satuan kerja (satker) Tanah Abang-Serpong mengatakan, jalur baru itu sudah bisa digunakan dengan kecepatan KA antara 60-80 Km/per jam. Ini tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama yang penuh komitmen, sehingga pembangunan prasarana jalur ganda Tanah Abang-Serpong sesuai dengan ketetapan pemerintah. Pemerintah telah menempuh berbagai kebijakan serius guna membangun prasarana kereta api, misalnya, dari satu jalur menjadi double track, prasarana yang tua secara bertahap diganti dengan yang baru. Sebelumnya, kata dia, bantalan rel kayu...Read More >>
 
Publik
Tantangan dan PeluangRedaksi2007-04-27 09:46
Mulai tahun 2007, pengelolaan Bandara Sultan Thaha-Jambi dan Depati Amir-Pangkal Pinang berpindah tangan dari Departemen Perhubungan ke PT Angkasa Pura II. Ini dilakukan demi mengoptimalkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. PT Angkasa Pura (AP) II merupakan BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan jasa kebandarudaraan dan pelayanan lalu lintas udara yang melayani jasa penerbangan (Aeronautika) dan jasa penumpang Bandara (non Aeronautika). Saat ini, PT AP II sedang mengelola sepuluh Bandara utama di kawasan Barat Indonesia, yaitu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Polonia (Medan), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Internasional Minangkabau (Padang), Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbarau), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Sultan Iskandarmuda (Aceh), Bandara Kijang (Tanjung Pinang. Sedang yang baru bergabung, Bandara Sultan Thaha (Jambi) dan Depati Amir (Pangkal Pinang). Menurut S, Tulus Pranowo, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT. AP II, penyerahan pengelolaan Bandara Sultan Thaha-Jambi dan Bandara Depati Amir-Pangkal Pinang, 1 Januari 2007 dari Departemen Perhubungan kepada PT Angkasa Pura II, merupakan tantangan dan peluang, baik dari segi bisnis maupun pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. Oleh karena itu, PT AP II mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar kepada masing-masing Bandara untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana agar mampu bersaing di era yang sangat kompetitif ini. “Persaingan di era globalisasi merupakan tantangan di masa mendatang. Agar bisa menghadapi persaingan itu, berbagai upaya pengembangan bisnis terus dilakukan, di samping pengembangan usaha lain yang terkait dengan jasa penumpang dan perkembangan pasar,” kata Tulus kepada Berita Indonesia di kantornya. Jasa Aeronautika merupakan bisnis utama, kata Tulus, dimana dalam melakukan aktivitasnya, PT AP II senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, baik aspek fasilitas maupun pelayanan yang mengutamakan keselamatan penerbangan dan kepuasan pengguna jasa penerbangan. Selain itu, pelayanan di bidang Non Aeronautika juga semakin ditingkatkan. Pengguna jasa di area bandara bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Mereka bisa shopping, menukar uang, beristirahat di area bandara tanpa harus bepergian jauh dari bandara. Prioritas KeselamatanDemi meningkatkan pelayanan, anggaran yang disiapkan menyangkut safety Aeronautika mencapai 30-60% dari anggaran yang ada. Sebab komitmen PT AP II terhadap keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama, di samping perhatian terhadap security (keamanan). Menyinggung tentang peralatan, Tulus mengakui, peralatan canggih saat ini perlu penyesuaian, namun itu perlu waktu dan dana. Pemeriksaan dan perawatan berbagai peralatan harus dilakukan secara berkala dan kontinu. Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan, baru berkembang ke yang lain. Bila bicara keselamatan dan keamanan untuk investasi, mayoritas manajemen pasti setuju. Menyinggung soal...Read More >>
Kesehatan
Asap Untuk Nyamuk-Nyamuk NakalRedaksi2007-04-27 10:05
Pemerintah terlambat memberi pertolongan, terlambat melakukan pengasapan, dan terlambat menyediakan obat. Keterbatasan dana dan anggaran yang terlambat cair menjadi dalih. Demam berdarah dengue (DBD) kembali mewabah di Ibukota. Penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti itu telah membunuh 41 orang sejak Januari silam. Ratusan lainnya selamat setelah menghuni lorong-lorong rumah sakit. Seperti diberitakan berbagai media massa, Gubernur DKI Sutiyoso menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) DBD di wilayah Jakarta. KLB demam berdarah menunjukkan lingkungan hidup yang tidak sehat. Sungguh memalukan status itu di depan forum internasional, karena Jakarta adalah ibukota negara. Banyak pihak menilai pemerintah setengah-setengah dalam mengatasi wabah ini. Dana, lagi-lagi menjadi alasan klasik. Pengasapan (fogging) di 135 kelurahan zona merah demam berdarah, terpaksa ditunda. Alasannya, pengasapan perlu dana sekitar Rp17 miliar sedangkan anggaran yang tersedia hanya Rp 1,2 miliar. Padahal Dinas Kesehatan Jakarta memiliki dana Jaminan Penanganan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK Gakin) tahun 2007 sebesar Rp 200 miliar. Selain itu masih ada sisa anggaran JPK Gakin 2006 sebanyak Rp 25 miliar. Sutiyoso dinilai hanya menciptakan kesan telah memerhatikan masyarakat, karena korban masih terus berjatuhan. Meski status Jakarta sudah dinyatakan KLB, korban masih saja bertambah, penderita masih saja berjejer di lorong-lorong rumah sakit. Masyarakat juga tetap belum melaksanakan perilaku sehat sehari-hari. Aksi pemberantasan sarang nyamuk dengan gerakan tiga M—menguras, menutup, dan mengubur—yang dilakukan setiap Jumat, tidak efektif. Petugas dan masyarakat tidak sungguh-sungguh melaksanakan. Kini, setelah rancangan peraturan daerah mengenai flu burung, Gubernur Sutiyoso mengajukan rancangan perda tentang demam berdarah. Setelah menjadi aturan formal, yang dibutuhkan selanjutnya adalah aparat penegak hukum yang tegas dan adil. Namun, seperti dilaporkan Republika, 10 April 2007, perda khusus DBD itu ditanggapi dingin oleh DPRD. Menurut anggota Komisi E DPRD DKI Agus Darmawan, perda khusus DBD tidak diperlukan karena pengaturannya bisa diselipkan dalam perda kesehatan yang belum selesai dibahas sejak empat tahun lalu. Padahal, perda tersebut sudah menghabiskan dana Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. PengasapanSebelumnya, Pemprov DKI meminta bantuan TNI untuk melakukan pengasapan massal di seluruh kelurahan di Jakarta. Pemprov DKI awalnya mengusulkan pengasapan massal di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan menggunakan pesawat udara untuk memberantas nyamuk berdarah yang menularkan DBD. Namun usul tersebut dibatalkan. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Wibowo Sukijat menyatakan pengasapan massal melalui pesawat udara tidak efektif dilakukan karena terhambat dengan keberadaan gedung-gedung tinggi di Ibukota. “Tidak memungkinkan dilakukan untuk melakukan pengasapan massal melalui pesawat udara. Di Jakarta banyak gedung tinggi,” kata Wibowo. Keluhan soal kualitas mesin fogging yang diberikan oleh Biro...Read More >>
 
Hiburan
Spider-Man Berubah HitamRedaksi2007-04-27 08:03
Spider-Man 3 menjadi film yang sangat dinanti oleh para penonton di seluruh dunia tahun ini. Siapa saja musuh-musuh Spider-Man? Apa yang terjadi pada Peter Parker dan Mary Jane? Bila kita kembali ke tahun 2002 dan 2004, kenangan menonton film Spider-Man 1 dan Spider-Man 2 lewat bioskop masih berbekas. Saat itu, kita disuguhkan tontonan dengan rangkaian cerita yang mudah dicerna dan sederhana namun sarat dengan adegan laga hasil efek komputer. Kita tentu masih ingat bagaimana kisah Peter Benjamin Parker seorang mahasiswa biasa yang sedang mencari jati diri. Peter mempunyai dua teman dekat, Mary Jane Watson yang diam-diam Peter cintai, dan Harry Osborn, anak seorang konglomerat. Dalam Spider-Man 1 diceritakan bahwa ayah Harry, Norman Osborn nekat memasukkan serum percobaan ke dalam tubuhnya. Ia menjadi kuat namun setengah gila. Pada waktu lain, Peter Parker tersengat laba-laba eksperimen saat mengunjungi sebuah laboratorium. Sejak itu, tubuhnya berubah menjadi kuat dan memiliki kemampuan hebat. Di akhir cerita, Peter Parker yang menjadi Spider-Man mengalahkan Green Goblin, ayah Harry yang sudah kerasukan. Dalam Spider-Man 2, Harry akhirnya mengetahui identitas rahasia Spider-Man dan ingin menuntut balas atas kematian ayahnya. Tahun ini kelanjutan dari kisah Spider-Man akan kembali menghiasi layar lebar di seluruh dunia. Spider-Man 3 yang disutradarai oleh Sam Raimi ini akan beredar di seluruh Amerika Serikat tanggal 4 Mei 2007. Sementara di Indonesia bisa lebih cepat yaitu tanggal 2 Mei 2007. Film Spider-Man 3 sudah diputar perdana di Tokyo (16/4) dan respons positif pun mengalir usai penayangan film tersebut di kompleks Futuristic Roppongi Hills. Setelah premiere di Tokyo, film tersebut akan ditayangkan di London 23 April, kemudian Roma, Berlin, Madrid, Moskow, Stockholm, dan New York. Dalam Spider-Man 3, Spider-Man harus menghadapi tiga musuh tangguh yaitu Harry Osborn, Flint Marko (Sandman) dan Eddie Brock (Venom). Bagi mereka yang mengharapkan banyak adegan berkelahi dengan dukungan visual special effects, pasti terpuaskan. Selain itu, Peter juga harus berusaha ‘melawan’ godaan Gwen Stacy yang akan menjadi saingan Mary Jane untuk mendapatkan cinta Peter. Dalam cerita awal, Peter akhirnya mengungkapkan cintanya dan melamar Mary Jane. Kabar bahagia ini lalu Peter sampaikan kepada Bibi May. Dalam perjalanan pulang, Harry Osborn menghadang Peter. Saat itu Harry sudah memakai pakaian Green Goblin bekas ciptaan ayahnya. Harry langsung menyerang Peter dengan menabrakkannya ke tembok gedung pencakar langit. Peter berusaha meyakinkan sahabatnya itu bahwa dia sama sekali tidak membunuh ayahnya. Namun Harry tidak percaya. Dengan segala upaya, Peter akhirnya bisa mengalahkan Harry. Dalam cuplikan lain, Spider-Man berusaha menangkap Flint...Read More >>
Olahraga
Semifinal Piala Champion “Dirajai” InggrisRedaksi2007-04-27 09:53
Pamor Inggris sebagai salah satu raksasa sepakbola di dunia makin menjulang. Tiga klub elit dari negeri Pangeran Charles ini berhasil menembus semifinal Piala Champion. Mampukan AC Milan lolos dari “kepungan”? Untuk pertama kali babak semifinal Piala Champion dikuasai klub-klub Inggris. Manchester United, Chelsea dan Livervool berpeluang menciptakan all-English final seperti yang pernah dilakukan Spanyol pada 2000 dan Italia pada 2003. Para pencinta Premiership tentu akan teringat pada periode dominasi Inggris akhir 1970-an dan awal 1980-an. Saat itu, klub Inggris yang diwakili Livervool, Nottingham Forest dan Aston Villa berhasil menjadi juara Piala Champion enam kali berturut-turut antara 1977–1982. Inggris sempat tenggelam setelahUEFA menjatuhkan skorsing lima tahun antara 1985-1990 menyusul tragedi Heysel, dimana supporter Liverpool bertanggung jawab atas tewasnya 39 penonton di final Piala Champion 1984/1985. Pada periode tersebut, tercatat 16 klub Inggris tidak dapat tampil di kompetisi Eropa. Dari Everton yang seharusnya bermain di Piala Champion 1985/86, ke Norvich City, yang semestinya tampil di Piala UEFA 1989/90. Kembalinya kekuatan klub Inggris dimulai oleh keberhasilan United menjuarai Liga Champion 1998/99. Isyarat semakin menjadi-jadi setelah Liverpool menjadi kampiun 2004/05 dan Arsenal berhasil lolos ke laga final 2005/2006. Sekarang dengan tiga klub Inggris ada di semifinal, yang berarti paling tidak satu tempat di partai final akan menjadi milik klub premiership. Wajar jika negeri Pangeran Charles merasa masa kejayaan sudah kembali. Uang, Pemain, Manajer“Fakta bahwa tiga klub Inggris lolos ke semifinal barangkali membuat liga kami menjadi yang terbaik di Eropa. Naluri kompetitif dan kualitas sepakbola Inggris sudah banyak berkembang,” sergah manajer United, Sir Alex Ferguson. Pengakuan diucapkan dua orang pelatih yang timnya disingkirkan klub Inggris: Luciano Spalletti (Roma) serta Ronald Koeman (PSV). Roma dipermalukan 1-7 oleh United dan PSV dibuat Liverpool gagal membuat gol. “Klub Inggris punya uang, pemain bagus dan manajer yang bagus,” sebut Koeman. Argumen Spalletti lebih gamblang. “Klub Inggris seperti Italia beberapa tahun lalu. Mereka punya pemain-pemain bagus dan keuangan hebat,” kata Spalleti seperti dikutip situs resmi UEFA. “Klub Inggris lebih fisikal dan lebih komplit. Pemain-pemain mereka lebih siap berduel satu lawan satu karena terbiasa melakukan itu di Premiership. Sekarang mereka membawa kekuatan tersebut ke Eropa,” tambahnya.SBR (Berita Indonesia 37) AC Milan Diharapkan Memupus Rasa Malu ItaliaAC Milan menjadi harapan terakhir Negeri Piza di ajang Piala Champion. Wajar media Italia serentak memuji prestasi Milan. “Terbang, Milan, Terbang !” tulis koran La Gazetta dello sport. Publik Italia berharap Milan bisa menebus rasa malu yang muncul seusai Roma dibantai Manchester United 1-7 di...Read More >>
 
Olahraga
Pelatnas SEA Games: Mulai Kalkulasi PencoretanRedaksi2007-04-27 09:59
Satuan Tugas (Satgas) Pelatnas mulai mengkalkulasi cabang mana saja yang atletnya harus dikurangi. Perhitungan itu didasari perkembangan yang terjadi di Pelatnas lewat berbagai uji coba. Dengan kondisi seperti sekarang ini, kami harus tegas. Atlet yang dikirim harus benar-benar cakap, to win the game. Jadi yang ada di Pelatnas harus atlet elite dengan tugas meraih medali emas atau perak,” sebut Achmad Sutjipto, Ketua Satgas Pelatnas, Rabu (18/5). Rencana Satgas untuk bertindak tegas memang ditunggu sejak awal. Selama ini memang muncul pertanyaan tentang fokus strategi Satgas menghadapi SEAG 2007 yang dianggap masih gamang. Dari berbagai keputusan, tampak satgas tidak fokus kepada olahragawan yang berpeluang meraih emas. Tapi juga mengakomodasi atlet yang sama sekali tidak berpeluang. “Hal ini tidak perlu terjadi,” ujar Fritz Simanjuntak, pengamat olah raga. Belum lagi inefisiensi biaya yang terjadi di awal pelatnas saat satgas melakukan perencanaan dengan permintaan dana Rp 300 miliar. Bukan dana yang sudah dialokasikan lewat APBN sebesar Rp 70 miliar. Walhasil, di awal Pelatnas, Satgas sempat merekrut 800 atlet sementara atlet yang berpeluang meraih medali emas hanya 100 orang. Karena perhitungan di awal seperti itu, ditengarai terjadinya inefisiensi biaya tes kesehatan, honor untuk 700 orang olahragawan. “Ditambah bengkaknya personel Satgas, diperkirakan inefisiensi biaya mencapai sekitar Rp5 miliar,” ujar Fritz. Fisik Masih LemahKarena itu, di momen pertama validasi, Satgas mulai memainkan tongkat tegasnya. Apalagi berita turunnya dana tambahan dari pemerintah, Rp 70 miliar lagi, menuntut Satgas harus lebih selektif dan efektif demi mencapai target. Cabang panahan yang baru saja meraih perunggu di nomor compound individu putri di seri Piala Dunia di Ulsan, Korsel, menurut Sutjipto malah tidak akan memberangkatkan nomor compun. Ini setelah melihat kenyataan bahwa prestasi mereka jauh di bawah Malaysia dan Filipina. Tak hanya itu, atlet nomor recurve skornya masih di bawah 1.300. “Jadi kalaupun harus berangkat, paling hanya empat atlet,” tambah Sutjipto. Begitu pula dengan tinju. Hanya peraih perunggu di turnamen Piala Raja Thailand dua mingggu lalu yang akan dipertimbangkan. Cabang gulat pun tampaknya hanya akan mengirim lima atlet putra, tanpa pegulat putri. SBR (Berita Indonesia 37)...Read More >>
Biografi Bismar Siregar di TokohIndonesia.com
Biografi Haryono Suyono di TokohIndonesia.com
Biografi Kak Seto di TokohIndonesia.com
Biografi Jusuf Kalla di TokohIndonesia.com
Biografi Hatta Rajasa di TokohIndonesia.com